Donasi Finmas untuk Korban Gempa Donggala September 2018, Palu Sulawasi Tengah

Donasi Finmas untuk Korban Gempa Donggala September 2018, Palu Sulawasi Tengah

12/02/2019

Pada hari Jumat petang (28/9) gempa berkekuatan 7.4 SR mengguncang Kota Donggala, Sulawesi Tengah. Tidak lama setelah guncangan tersebut merubuhkan ribuan bangunan, gelombang tsunami datang menyapu habis kota Palu. Ribuan nyawa hilang, dan sebagian besar korban yang selamat harus kehilangan rumah serta akses listrik dan air minum bersih.

Sebagai bangsa yang kuat, seluruh masyarakat Indonesia segera bersatu untuk membantu para korban. Tidak terkecuali dengan Finmas. Kami langsung bergerak cepat bekerja sama dengan para mitra dan relawan untuk ikut berdonasi demi mendukung upaya pemberian bantuan yang sedang berlangsung.

Sahabat Finmas (sebutan untuk karyawan Finmas) bekerjasama dengan teman-teman dari Sinar Mas dan Yayasan Tzu Chi untuk membantu mengumpulkan sumbangan uang tunai, makanan, air minum serta pakaian bagi para korban. Selain itu, Finmas juga menyumbangkan USD 10.000 ke Yayasan Tzu Chi ditambah dengan 1% dari total pinjaman yang terjadi pada bulan September dan Oktober untuk para korban gempa di Palu.

Jika Anda ingin membantu, mohon utamakan hal-hal berikut ini:

Donasi uang tunai, disampaikan lewat:

  • Oxfam International
  • Save The Children
  • Kopernick
  • Palang Merah Indonesia
  • Unicef
  • World Vision

Makanan (tahan lama):

  • Air minum dalam kemasan botol
  • Makanan kaleng

Pakaian:

  • Selimut
  • Sepatu
  • T-shirts/kemeja

Semoga donasi yang kita berikan bisa membantu upaya mempercepat pemulihan korban gempa di Palu.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.