Utang Sebagai Upaya Mengelola Keuangan

Utang Sebagai Upaya Mengelola Keuangan

27/11/2019

Summary:

  1. Berutang dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat apabila dikelola dengan tepat.
  2. Utang dapat menyelamatkan kondisi finansial bahkan nyawa seseorang.
  3. Berutang dari pihak terpercaya dan ambil nilai utang yang sesuai dengan kebutuhan

Utang kerap dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Orang yang memiliki utang terkadang diasosiasikan dengan ketidakmampuan mengatur keuangan. Padahal, utang justru memiliki fungsi sebaliknya. Ia memiliki peran agar keuangan seseorang lebih teratur.

Tidak semua orang memiliki uang berkecukupan, sehingga uang yang ada harus dikelola dengan baik. Apabila terjadi kebutuhan yang mendesak, utang dapat dijadikan alternatif agar kondisi finansial tetap stabil.

Contohnya, seorang anak dari keluarga pas-pasan yang membutuhkan dana mendadak untuk membeli buku sekolah yang harganya cukup mahal. Utang dapat berperan bagi keluarga tersebut untuk memenuhi kebutuhan anaknya membeli buku, tanpa merusak cashflow atau arus keuangan keluarga tersebut. Sang anak akan mendapatkan buku yang harus dibelinya dan kebutuhan sehari-hari keluarga tetap terpenuhi.

Contoh lainnya, ada seorang kepala rumah tangga yang salah satu anggota keluarganya sakit mendadak. Dana cepat dibutuhkan agar anggota keluarga tersebut mendapatkan penanganan medis yang tepat, sehingga dia dapat kembali sehat. Dalam kondisi kritis seperti itu, utang dapat menjadi penyelamat.

Oleh karena itu, utang sebenarnya bukan hal yang buruk. Asalkan dapat dimanfaatkan dengan tepat, utang malah akan memberi manfaat. kumparan (kumparan.com) merangkum tiga hal penting yang harus Anda perhatikan saat hendak mengambil utang.

  1. Hanya Dilakukan dalam Keadaan Mendesak

 

Salah satu kesalahan dalam berutang adalah menggunakannya untuk hal-hal yang kurang mendesak dan terkesan hanya foya-foya. Biar bagaimana, utang adalah tanggung jawab yang harus dilunasi nantinya. Mengambil utang untuk hal yang tidak mendesak saat kondisi keuangan Anda pas-pasan menunjukkan kelalaian Anda dalam memilih prioritas.

Ambillah utang jika kondisinya dirasa benar-benar mendesak, sehingga Anda dapat memenuhi kebutuhan mendesak tersebut namun tetap dapat mengatur arus keuangan.

  1. Berutang dari Pihak yang Dapat Dipercaya

 

Utang dapat menjadi hal merugikan yang merusak kondisi keuangan jika Anda berutang ke orang atau pihak yang salah. Pastikan pihak pemberi pinjaman dapat Anda percaya, dengan kesepakatan yang jelas dan masuk akal.

Kini ada banyak aplikasi online penyedia jasa peminjaman yang ternyata malah melilit konsumennya dalam jeratan utang, sehingga Anda harus lebih jeli lagi dalam mencari pihak peminjam yang dapat dipercaya. Salah satu layanan pinjam meminjam online yang dapat dipercaya adalah Finmas yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kominfo.

  1. Ambil Nilai yang Sesuai dengan Kebutuhan

 

Sebaiknya jumlah uang yang Anda pinjam ketika berutang sesuai dengan kebutuhan. Apabila Anda meminjam uang lebih dari yang seharusnya, dikhawatirkan sisa uang pinjaman tidak dapat digunakan dengan baik. Selain itu, semakin besar nilai utang maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus Anda lunasi nantinya, sehingga Anda harus berpikir matang-matang mengenai berapa jumlah uang yang harus Anda pinjam.

Berutang dapat menjadi hal positif yang membantu Anda dalam mengatur kondisi keuangan, asalkan cara meminjam dan memanfaatkan utang dilakukan dengan tepat. Berutang bukan sesuatu yang buruk, dan bahkan bisa membantu keuangan Anda dalam kondisi yang mendesak. #PilihPakeYakin produk finansial yang tepat yang tidak akan membebani Anda.

 

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.