THR Habis, Gajian Masih Lama: Apa yang Harus Dilakukan?

THR Habis, Gajian Masih Lama: Apa yang Harus Dilakukan?

28/11/2019
@kumparanMILENIAL

Summary:

  1. Empat tips yang bisa kamu coba untuk kembali sektor keuanganmu setelah Lebaran.
  2. Empat hal yang bisa kamu lakukan jika keuanganmu kacau setelah momen Ramadhan dan Lebaran.
  3. Inilah empat tips mengatur keuangan kembali normal pascalebaran.

Ramadhan dan perayaan Lebaran telah usai. Namun bagi sebagian milenial yang baru menghasilkan uang sendiri, libur panjang Lebaran mungkin masih menyisakan persoalan lain. Misalnya soal keuangan.

Salah satu yang jamak terjadi adalah THR telah menguap entah ke mana, sementara gajian masih lama. Ini adalah kondisi yang sangat tidak ideal, tetapi apa boleh buat. Nasi sudah menjadi bubur. Mungkin saat Lebaran, kamu lupa mengatur pengeluaran yang seharusnya kamu lakukan. Atau mungkin memang kebutuhanmu sangat besar pada periode Lebaran ini, sehingga pengeluaranmu lebih besar daripada yang diekspektasikan.

Lalu kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan? Tenang,  kumparan (kumparan.com) akan berikan beberapa tips yang bisa kamu coba untuk membenahi kembali sektor keuanganmu setelah Lebaran.

Gunakan Sedikit Tabungan Darurat

Pengadaan tabungan darurat akan membantu kondisi keuangan kamu lebih kokoh dan aman. Ya, tabungan ini bisa kamu alokasikan untuk mengatasi berbagai kondisi darurat seperti yang kamu alami saat ini: kondisi kehabisan uang padahal gajian masih lama. Namun yang perlu kamu pastikan adalah menggunakannya dengan tepat. Hindari menggunakannya secara berlebihan.

Laksanakan Program Kencangkan Ikat Pinggang

Saatnya berhemat dan paksakan diri kamu untuk menghentikan beberapa pengeluaran yang tidak perlu. Misalnya, berhenti mengikuti tren fashion, berhenti membeli produk-produk bermerek, hingga berhenti makan di restoran fancy. Cara ini perlu kamu terapkan sampai kondisi keuanganmu pulih dan bisa mengembalikan tabungan darurat yang telah kamu gunakan selama ini.

Korbankan Rencana-rencanamu

Jika mungkin kamu memiliki rencana-rencana tertentu yang seharusnya akan dilakukan bulan ini dan akan meningkatkan pengeluaranmu, mungkin kamu perlu memikirkannya kembali. Misalnya, agenda makan-makan dengan teman setelah Lebaran yang sebenarnya sudah direncanakan, mungkin perlu ditunda dulu.

Mengorbankan kesenanganmu untuk sementara waktu bisa menyelamatkan kondisi keuanganmu. Oleh karena itu, kamu harus berani untuk meminta maaf dan menolak ajakan teman untuk melakukan rencana-rencana tersebut, ya!

Berutang pada Sumber Terpercaya Jika Terpaksa

Jika tabungan darurat saja tidak cukup. Berutang adalah salah satu solusinya. Tak ada salahnya berutang di saat kondisi seperti ini. Namun, selain memastikan jumlah tak berlebihan - sesuai dengan kebutuhanmu saja, kamu juga perlu #PilihPakeYakin sumber yang terpercaya agar kamu tetap merasa tenang.

Sambil menunggu gajian tiba, empat cara ini bisa kamu lakukan apabila kondisi keuanganmu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan lain setelah Lebaran. Silakan dicoba!

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.