Perlukah Memaksakan Diri untuk Mudik?

Perlukah Memaksakan Diri untuk Mudik?

28/11/2019
kumparanSTYLE

Summary:

  1. Kebiasaan mudik ke kampung halaman menjadi budaya tersendiri bagi masyarakat Indonesia.
  2. Sebelum kembali ke kampung halaman, ada beberapa hal yang dipikirkan secara matang oleh calon pemudik.
  3. Lihatlah dahulu bagaimana kondisi keuangan Anda. Jika tidak memungkinkan, mudik pun tidak perlu dipaksakan.

Setiap tahunnya, masyarakat di kota besar berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan sanak-saudara tercinta. Kebiasaan tersebut pun akhirnya menjadi budaya tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Hingga akhirnya, timbul rasa ada yang kurang ketika momen Idul Fitri datang namun tidak mudik ke kampung halaman.

Namun sebelum memutuskan untuk kembali ke kampung halaman, biasanya ada beberapa hal yang perlu dipikirkan secara matang oleh calon pemudik. Salah satunya adalah masalah biaya. Mudik merupakan masa high season, di mana semua kebutuhan perjalanan cenderung meningkat tajam, bahkan bisa sampai dua kali lipat dari harga normalnya.

Kalau sudah begini, calon pemudik harus cerdas dalam mengelola keuangan. Apalagi di momen Idul Fitri tidak hanya persoalan mudik yang harus dipikirkan. Jadi, jangan sampai hanya karena ingin memaksakan mudik, anggaran pengeluaran rumah tangga pun membengkak dan tidak terkontrol.

Mudik memang sebuah momen yang menyenangkan. Dengan ini, Anda bisa kembali ke kampung halaman, melepas rindu dengan keluarga, serta menjalin silahturahmi dengan saudara jauh yang jarang bertemu. Namun, lihatlah dahulu bagaimana kondisi keuangan Anda. Jika tidak memungkinkan, mudik pun tidak perlu dipaksakan.

Sebelum memutuskan untuk pergi mudik, perhitungkan dulu uang yang Anda terima dengan estimasi pengeluaran ketika mudik. Jangan lupa, Anda juga harus menyisihkan uang untuk berbagai kebutuhan Idul Fitri, hingga kehidupan sehari-hari setelah hari raya nanti. Sesuaikan dengan keadaan yang ada, apakah dana yang Anda miliki cukup untuk bisa kembali ke kampung halaman?

Namun jika tetap berniat untuk mudik dengan kondisi keuangan seadanya. Anda pun harus bersiap untuk mengorbankan beberapa hal untuk menutupi kebutuhan mudik. Misalnya, uang yang sebelumnya direncanakan untuk makan satu bulan kedepan, dipangkas setengahnya untuk membeli tiket transportasi. Hal itu mengharuskan Anda untuk kelak berhemat hingga waktu gajian datang kembali.

Tak perlu memaksakan diri untuk mudik. Tetapi jika pada akhirnya memang harus mudik dan anggaran bulanan Anda tidak mencukupi, siasati keuangan Anda dengan cara mengambil pinjaman. Yang terpenting, ingat selalu #PilihPakeYakin produk keuangan yang bisa membantu memenuhi kebutuhan Anda.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.