Pentingnya Memperhatikan Tenor Saat Anda Mengajukan Pinjaman

Pentingnya Memperhatikan Tenor Saat Anda Mengajukan Pinjaman

28/11/2019
kumparanBISNIS

Summary:

  1. Sebelum mengajukan pinjaman, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, salah satunya soal tenor.
  2. Ada beberapa pilihan lamanya tenor; 30 hari langsung lunas atau dicicil dengan lama 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan.
  3. Sebagai peminjam yang cerdas, Anda harus bisa memilih tenor yang sesuai dengan kebutuhan.

Tanpa disadari, kebutuhan manusia selalu bertambah setiap waktunya. Bahkan tidak jarang, Anda dihadapkan pada sebuah situasi di mana ada kebutuhan mendadak yang tidak masuk dalam daftar pengeluaran bulanan Anda. Kalau sudah begini, melakukan pinjaman bisa menjadi salah satu jalan keluarnya.

Namun sebelum mengajukan pinjaman — terutama ke lembaga resmi, terpercaya, dan sudah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) — ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Salah satu yang cukup penting adalah soal tenor pinjaman yang tersedia.

Tenor merupakan jangka waktu kredit yang diajukan. Jadi, ketika akan mengajukan pinjaman, Anda akan dihadapkan pada pilihan beberapa lamanya angsuran tersebut akan dibayarkan. Ada yang memberikan tenor singkat, misalnya 14-30 hari, tetapi ada juga yang memberikan tenor cicilan hingga berbulan-bulan.

Lamanya masa tenor biasanya bisa disesuaikan dengan jumlah uang yang Anda pinjam. Sebagai peminjam yang cerdas, Anda harus bisa memilih tenor yang sesuai dengan kebutuhan. Memperhatikan tenor saat melakukan pinjaman sangatlah penting untuk dilakukan. Apalagi penentuan tenor pinjaman berkaitan erat dengan jumlah bunga yang harus Anda bayarkan.

Semakin singkat tenor pinjaman Anda, semakin kecil nilai bunga yang dibayarkan. Begitu juga sebaliknya, semakin lama tenor yang Anda ambil, maka bunga yang harus dibayarkan pun semakin besar. Oleh karenanya, sangat disarankan untuk mengambil tenor yang relatif pendek agar bunga pinjaman tidak terlalu membebani keuangan Anda.

Itulah mengapa, dua produk pinjaman dari Finmas, salah satu fintech P2P lending terpercaya di Indonesia, sangat menarik. Produk-produk Finmas, yakni FinFast dan FinCash, memang secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan dana cepat.

Dengan FinFast, Anda bisa mengajukan dana sebesar Rp 200-500 ribu dengan tenor 20 hari. Pinjaman jenis ini cukup mudah dan minim syarat. Sementara dengan FinCash Anda bisa melakukan dana pinjaman Rp 1 juta dengan tenor 30 hari. Keduanya pas untuk Anda yang membutuhkan dana darurat cepat dengan tenor singkat.

Lewat produk pinjaman unik dan kampanyenya #PilihPakeYakin, Finmas ingin mengedukasi masyarakat untuk “pilih” platform pinjaman online terpercaya dan diawasi oleh OJK seperti Finmas, “pake” uang pinjaman dengan bijak dan hanya saat benar-benar membutuhkannya, dan “yakin” untuk bisa membayar pinjaman tepat waktu.

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.