Mengapa Finmas Membatasi Jumlah Pinjaman

Mengapa Finmas Membatasi Jumlah Pinjaman

28/11/2019
kumparanBISNIS

Summary:

  1. Finmas adalah salah satu lembaga penyedia pinjaman P2P Lending yang terdaftar di OJK
  2. Finmas membatasi dana pinjaman maksimal Rp 1 juta dan maksimal lama tenor 30 hari.
  3. Ada alasan khusus di balik kebijakan Finmas membatasi jumlah pinjaman

Di era digital ini, fintech P2P lending atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai penyedia pinjaman online mulai marak. Berbagai fintech P2P lending hadir dengan penawaran dan fitur unggulan masing-masing untuk memenuhi kebutuhan pinjaman masyarakat.

Salah satu lembaga penyedia pinjaman online tersebut adalah Finmas, sebuah fintech P2P lending yang aplikasinya sudah tersedia di Google Play dan App Store. Finmas pun sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga fintech yang satu ini dapat dipercaya.

Tidak seperti fintech lending yang lain, Finmas memiliki sebuah keunikan. Saat ini, Finmas hanya membatasi dana pinjaman maksimal Rp 1.000.000 dengan maksimal lama tenor 30 hari.

Tentu ada alasan mengapa fintech P2P lending ini memiliki kebijakan tersebut. Finmas meyakini bahwa saat ini, kebutuhan darurat seseorang seharusnya terbatas, atau untuk perhitungan saat ini, tidak lebih dari Rp 1 juta. Artinya, Finmas ingin masyarakat benar-benar hanya meminjam uang untuk kebutuhan darurat mereka, bukan untuk digunakan untuk kesenangan semata secara tidak bertanggung jawab.

Kebijakan ini juga merupakan bagian dari usaha Finmas untuk mengedukasi masyarakat mengenai pinjaman uang, agar literasi keuangan masyarakat Indonesia meningkat dan tak ada lagi kasus masyarakat yang terlilit utang karena penggunaan yang tak bijak.

“Kami membatasi besar pinjaman sehingga cukup besar untuk masalah darurat, tapi tidak cukup besar untuk digunakan sebagai ‘foya-foya’," jelas Peter Lydian Sutiono, Presiden Direktur Finmas, seperti dikutip dari situs resmi Finmas.

“Kami ingin pinjaman dari kami memang digunakan untuk meningkatkan taraf hidup,” lanjutnya.

Untuk sesuatu yang diinginkan, seperti liburan atau membeli gadget baru, Anda bisa mendapatkannya dengan cara menabung, bukan meminjam uang. Dengan disiplin menabung dan kesabaran, Anda bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan tersebut tanpa harus mengorbankan kondisi keuangan.

Lain halnya dengan pinjaman. Pinjaman memang dapat menjadi hal yang positif, yakni sebagai penyelamat di kala situasi darurat. Namun, meminjam dengan cara yang tidak bijak dapat membuat kondisi keuangan tidak stabil.

Pinjaman adalah hal yang harus dipertanggungjawabkan. Jika meminjam uang dengan nominal yang terlalu besar, dikhawatirkan peminjam akan kesulitan untuk menggantinya, bahkan mungkin tidak sanggup mengganti sehingga harus meminjam lagi ke pihak lain untuk “gali lubang tutup lubang”. Jika begitu, kondisi finansial menjadi tidak teratur dan tidak berjalan dengan baik.

Dengan dana pinjaman maksimal Rp 1 juta, Finmas mengedukasi masyarakat untuk meminjam uang benar-benar hanya ketika membutuhkannya. Sehingga kebutuhan pun terpenuhi dan kondisi keuangan tidak terganggu.

#PilihPakeYakin penyedia pinjaman yang terpercaya dan memberikan limit yang sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan, untuk kondisi keuangan Anda yang lebih baik.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.