Meminjam Uang untuk Modal Usaha, Bijakkah?

Meminjam Uang untuk Modal Usaha, Bijakkah?

27/11/2019
@kumparanBISNIS

Summary:

  1. Ada beberapa cara untuk mendapatkan modal usaha, salah satunya adalah meminjam uang. 
  2. Kecil atau besarnya usaha yang hendak dibangun, modal tetap menjadi instrumen terpenting.
  3. Meminjam uang untuk modal usaha sejatinya merupakan cara yang masuk akal. Namun, ada tiga hal yang harus diperhatikan.

 

Mendirikan usaha membutuhkan modal. Kecil atau besarnya usaha yang hendak dibangun, modal tetap menjadi instrumen terpenting. Bahkan untuk mengembangkan platform digital pun, Anda tetap membutuhkan modal. Hanya saja, nominal modalnya tentu akan berbeda. Tergantung dari konsep usaha yang Anda buat. Lalu bagaimana cara mengumpulkan modal untuk usaha?

Menabung adalah cara yang masuk akal, namun tidak semua orang mampu menabung dalam jumlah yang cukup besar untuk memiliki modal usaha tanpa mengganggu tabungan darurat keluarga. Ada beberapa cara untuk mendapatkan modal usaha, salah satunya dengan meminjam uang. Tetapi apakah meminjam uang hal yang bijak?

Meminjam uang untuk modal usaha sejatinya merupakan cara yang masuk akal. Namun, ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum mengajukan pinjaman uang untuk tujuan ini.

 

  1. Menghitung Prediksi Pendapatan dan Kemampuan Membayar

 

Jangan sekadar asal meminjam dana semaksimal mungkin. Sebelum meminjam uang untuk modal usaha, ada baiknya membuat perencanaan bisnis sederhana untuk menghitung prediksi pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya.

Dengan cara ini Anda dapat mengetahui secara pasti modal yang dibutuhkan serta kemampuan untuk mengembalikan pinjaman dari omzet usaha Anda.

 

  1. Atur Modal dengan Baik Agar Pengeluaran Modal Tidak Berlebihan

 

Walaupun tidak ada standar ataupun cara yang pasti untuk mengelola atau mengalokasikan modal dalam sebuah usaha, modal tersebut harus dapat dikelola secara efektif dan efisien agar dapat memenuhi target usaha Anda.

Ada berbagai macam cara yang dapat Anda terapkan untuk mengelola modal: membuat catatan pembukuan keuangan, memonitor dan mengontrol cash flow, atau berkonsultasi dengan orang yang sudah berpengalan untuk memudahkan Anda dalam mengelola modal supaya tidak menggunakannya secara berlebihan.

  1. Perhatikan Tanggal Jatuh Tempo Utang dan Bayar Utang Tepat Waktu

 

Pada saat pengajuan pinjam uang, pastikan Anda mencatat atau mengingat tanggal jatuh tempo. Bayarlah utang tepat waktu alias sebelum tanggal jatuh tempo tersebut. Terlambat membayar angsuran bisa menimbulkan banyak kerugian — salah satunya biaya bunga yang semakin menumpuk. Itulah sebabnya pembayaran pinjaman harus tepat waktu dan sebaiknya tidak ditunda-tunda meski sehari saja.

Terlepas dari dampak membayar pinjaman, pembayaran tepat waktu juga ataupun pembayaran sebelum jatuh tempo akan memberi Anda banyak manfaat, di antaranya: mempermudah proses pengajuan pinjaman modal berikutnya, bebas ancaman denda, dan terhindar dari penagih utang atau debt collector.

 

Meminjam uang untuk modal usaha sejatinya hal yang wajar dilakukan di dunia bisnis. Asalkan Anda #PilihPakeYakin sumber pinjaman dana terpercaya yang dapat membantu Anda mendirikan bisnis dengan baik.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.