Memilih Lembaga Penyedia Pinjaman, Apa yang Harus Diperhatikan?

Memilih Lembaga Penyedia Pinjaman, Apa yang Harus Diperhatikan?

28/11/2019
kumparanBISNIS

Summary:

  1. Melakukan pinjaman dapat menjadi hal bijak dalam menghadapi kondisi keuangan kritis.
  2. Perhatikan berbagai faktor saat memilih lembaga penyedia pinjaman.
  3. #PilihPakeYakin lembaga penyedia pinjaman terpercaya seperti Finmas.

Dalam hidup, terkadang keadaan terdesak tak dapat dihindari. Kondisi kritis finansial bisa melanda siapa saja, kapan saja. Jika hal tersebut terjadi kepada Anda, ambillah keputusan bijak dengan kepala dingin.

Salah satu solusi dari kondisi keuangan kritis adalah dengan melakukan pinjaman. Meminjam uang tidak selamanya buruk. Meminjam uang dapat menjadi hal positif apabila dilakukan dengan bijak. Selain itu, meminjam uang pada penyedia pinjaman terpercaya juga akan membuat Anda terhindar dari penipuan atau pinjaman dengan bunga yang tidak masuk akal.

Saat ini ada begitu banyak pilihan lembaga penyedia pinjaman yang bisa digunakan. Bukan hanya lembaga pinjaman konvensional, fintech lending yang memungkinkan Anda untuk meminjam uang dengan cepat melalui smartphone pun sudah menjamur. Jangan khawatir salah pilih, karena kumparan (kumparan.com) akan memberi tips agar Anda dapat memilih penyedia pinjaman dengan lebih cermat.

  1. Terdaftar di OJK

OJK atau Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga independen yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan lembaga keuangan. Biasanya, lembaga penyedia pinjaman yang terdaftar di OJK sudah teruji kredibilitasnya, karena sudah diperiksa dan diawasi dengan saksama.

Karenanya, pilihlah penyedia pinjaman yang sudah terdaftar di OJK. Anda bisa melihat lembaga-lembaga yang sudah terdaftar di laman web resmi OJK.

  1. Pilih Lembaga dengan Kredibilitas Baik

Selain terdaftar di OJK, kredibilitas lembaga penyedia pinjaman juga harus diperhatikan. Dengan mudahnya akses internet, Anda bisa mencari informasi apakah sebuah lembaga pinjaman pernah terjerat kasus atau ternyata memiliki reputasi kurang baik. Lembaga penyedia pinjaman dengan kredibilitas baik tentunya memiliki rekam jejak yang baik pula.

Anda juga bisa bertanya kepada teman atau saudara yang sudah menggunakan layanan pinjaman mengenai testimoni mereka meminjam di sebuah lembaga penyedia pinjaman tertentu.

  1. Jangan Tergiur Limit Tinggi

Lembaga penyedia pinjaman yang menyediakan limit pinjaman tinggi memang menggiurkan. Namun, jangan hanya tergiur oleh satu faktor saja saat menentukan lembaga penyedia pinjaman. Anda juga harus memerhatikan syarat dan ketentuan lainnya dengan cermat dan saksama.

Selain itu, pertimbangkan juga jumlah pinjaman yang akan diambil. Pinjamlah uang sesuai dengan kebutuhan Anda. Meminjam uang lebih dari yang dibutuhkan bisa membuat Anda boros bahkan dapat berujung ke pengelolaan finansial yang buruk.

  1. Perhatikan Bunga dan Jangka Waktunya

Saat melihat syarat dan ketentuan dari lembaga penyedia pinjaman, bunga dan jangka waktu adalah dua faktor yang penting untuk diperhatikan. Pilihlah penyedia pinjaman dengan bunga yang reasonable dan jangka waktu yang terjangkau. Ingatlah bahwa dengan meminjam uang Anda memiliki kewajiban untuk membayarnya nanti.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, semoga Anda akan lebih bijak dalam memilih lembaga pengelola pinjaman. #PilihPakeYakin penyedia pinjaman yang dapat dipercaya dan terdaftar resmi di OJK, seperti Finmas. Finmas memiliki kredibilitas serta rekam jejak baik sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk meminjam uang melalui fintech lending tersebut.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.