Melihat Dua Pilihan Pinjaman di Finmas, Apa Bedanya?

Melihat Dua Pilihan Pinjaman di Finmas, Apa Bedanya?

28/11/2019
@kumparanBISNIS

Summary:

  1. Sebagai penyedia pinjaman uang online terpercaya, Finmas menghadirkan layanan FinCash dan FinFast.
  2. Inilah perbedaan FinCash dan FinFast, dua jenis pinjaman Finmas.
  3. Finmas memiliki keunikan lewat jenis pinjaman yang ditawarkannya: FinCash dan FinFast.

Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, salah satunya sektor keuangan. Dengan bantuan teknologi, urusan transfer dan pinjam uang ada dalam genggaman.

Ya, Kehadiran financial technology (Fintech) berbagai peer to peer (P2P) lending membuat urusan pinjaman uang jadi lebih mudah.

Saat ini ada 113 fintech P2P lending yang terdaftar di OJK. Salah satunya adalah Finmas. Selain telah terdaftar di OJK, Finmas juga memiliki keunggulan dalam hal kerahasiaan data karena telah menerima sertifikasi ISO 27001: 2013. Sertifikasi ini merupakan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Republik Indonesia.

Selain memiliki tata kelola data nasabah yang baik sesuai standar internasional, Finmas juga memiliki sebuah keunikan lewat jenis pinjaman yang ditawarkannya, yaitu FinCash dan FinFast.

FinCash adalah pinjaman dengan limit yang lebih tinggi di Finmas. Dengan FinCash Anda dapat meminjam Rp 1 juta atau Rp 1,5 juta dengan lama pinjaman 30 hari. Peminjam hanya perlu menyiapkan slip gaji dan KTP serta mengisi data lewat aplikasi Finmas.

FinCash diperuntukan bagi Anda yang membutuhkan dana untuk kegiatan produktif. Misalnya membutuhkan modal untuk meng-upgrade laptop untuk kerja, membeli smartphone untuk membantu aktivitas sehari-hari, atau digunakan untuk modal usaha sederhana.

Sementara FinFast adalah pinjaman dengan limit yang lebih rendah tetapi dengan proses yang lebih mudah karena hanya dibutuhkan KTP dan mengisi data lewat aplikasi Finmas. di FinFast, Anda dapat meminjam dana Rp 200 ribu atau Rp 500 ribu dengan tenor 20 hari.

Berbeda dengan FinCash, FinFast diperuntukan bagi Anda yang membutuhkan dana darurat cepat untuk memenuhi kebutuhan mendadak. Misalnya membeli obat, membantu finansial orang tua, dan lain sebagainya.

Tentu ada alasan mengapa fintech P2P lending ini menawarkan dua jenis pinjaman ini. Finmas meyakini bahwa saat ini, kebutuhan darurat seseorang seharusnya terbatas, atau untuk perhitungan saat ini, tidak lebih dari Rp 2 juta. Artinya, Finmas ingin masyarakat benar-benar hanya meminjam uang untuk kebutuhan darurat mereka, bukan untuk digunakan untuk kesenangan semata secara tidak bertanggung jawab.

FinCash dan FinFast juga bagian dari usaha Finmas untuk mengedukasi masyarakat mengenai pinjaman uang, agar literasi keuangan masyarakat Indonesia meningkat dan tak ada lagi kasus masyarakat yang terlilit utang karena penggunaan yang tak bijak.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.