Mau Pinjam Online? Simak Kebiasaan yang Bikin Penilaian Kredit Buruk

Mau Pinjam Online? Simak Kebiasaan yang Bikin Penilaian Kredit Buruk

26/11/2019

Layanan pinjaman online seperti fintech memang sedang menjamur karena menawarkan ragam kemudahan untuk memenuhi kebutuhan. Namun tahukah Anda bahwa ada hal yang cukup penting dari platform pinjaman online dalam memberikan kredit?

Hal tersebut adalah skor kredit, yang dihitung berdasarkan riwayat pembayaran peminjam, jenis kredit yang digunakan, dan akun baru yang dibuka di antara kriteria lainnya. Faktanya, kebiasaan dalam mengatur keuangan Anda menyebabkan skor kredit Anda naik atau turun. Bahkan mempengaruhi peluang Anda untuk mencapai tujuan Anda, seperti memulai bisnis dan membeli mobil atau rumah.

Namun jangan khawatir! Anda bisa mempertahankan skor tetap baik. Caranya adalah dengan meninggalkan kebiasaan buruk dalam mengatur keuangan Anda. Simak empat kebiasaan buruk yang membuat penilaian kredit Anda rusak berikut ini.

Menunda Pembayaran


Riwayat pembayaran kredit Anda membentuk 35% dari skor kredit. Ini termasuk pembayaran yang terlambat atas pinjaman online, tagihan kartu kredit, premi asuransi, serta jumlah dan frekuensi pembayaran Anda. Ingat, penundaan pembayaran sangat buruk bagi keuangan Anda.

Semakin lama menunda pembayaran, semakin buruk skor kredit Anda. Pastikan untuk membayar cicilan Anda tepat waktu. Sebab, memiliki kredit macet pasti akan merusak nilai kredit dan membuat Anda tidak mendapatkan persetujuan untuk pinjaman lain di masa depan.

Ambil Cicilan dari Ragam Platform Daring


Tidak ada yang salah jika Anda ingin melakukan pinjaman. Namun, jika berlebihan pastinya akan berdampak buruk pada keuangan Anda. Pada saat anda mengajukan pinjaman ke salah satu platform, otomatis anda sudah tercatat setiap bulannya untuk jatuh tempo pembayaran cicilannya.

Jika Anda memakai lebih dari satu platform pinjaman online, secara tidak langsung Anda akan memiliki pinjaman baru dengan tempo pembayaran yang berbeda. Hal ini buruk jika Anda tidak dapat disiplin saat melakukan pembayaran tersebut. Oleh karena itu, kebiasaan seperti ini lebih baik ditinggalkan demi kebaikan finansial setiap bulannya.

Tidak Membayar Pinjaman hingga Tuntas


Terkadang Anda sering melupakan sisa pembayaran cicilan yang terdapat pada platform pinjaman online. Untuk beberapa platform pinjaman online masih sangat banyak yang belum terintegrasi dengan baik. Contohnya seperti SMS pemberitahuan sisa pembayaran, pemberitahuan jatuh tempo setiap bulannya, dan berapa jumlah yang harus dibayarkan setiap bulannya.

Untuk menghindari hal-hal seperti itu alangkah baiknya untuk lebih teliti lagi dalam memilih platform pinjaman online. Pilihlah pinjaman online yang tidak menyulitkan dalam hal informasi pembayaran. Contohnya seperti Finmas. Dengan komitmen sebagai Sahabat Sejati, semua kemudahan informasi tentang pembayaran, cicilan, dan jatuh tempo dapat dirasakan dengan mudah dan merata. #PilihPakaiYakin platform pinjaman onlineyang memberikan kemudahan hanya dalam genggaman.

Memasukkan Informasi Pribadi yang Tidak Benar


Ajukan pinjaman dengan mengisi data pribadi yang sesuai. Jangan pernah memberikan informasi yang melenceng dari kebenaran. Informasi penagihan dan jatuh tempo pembayaran dari sebuah platform pinjaman online akan diberikan ke email atau SMS yang tertera pada saat pendaftaran awal.

Jika data yang ada dalam form tidak sesuai dengan data pribadi, maka sangat dikhawatirkan proses peminjaman ditolak. Selain itu, Anda juga akan kesulitan jika ingin mencoba mengambil pinjaman dari platform lain dikarenakan banyak data yang tidak valid sehingga membuat Anda dinyatakan ‘Fraud’ oleh platform tersebut. Hal ini juga akan merusak penilaian kredit Anda pada kemudian harinya.

Sudah tahu kan apa yang harus Anda waspadai saat hendak mengajukan pinjaman online? Bijak dalam mengajukannya, ya!

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.