Kunci Agar Pinjam Online Via Fintech Tak Berujung Rugi

Kunci Agar Pinjam Online Via Fintech Tak Berujung Rugi

26/11/2019

Meminjam uang sebenarnya adalah tindakan yang wajar. Hampir setiap orang pasti pernah menghadapi kondisi keuangan mencekik. Misalnya saat ada kebutuhan mendadak dan tak terduga yang harus dipenuhi.

Satu-satunya jalan untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengajukan serta mengelola pinjaman secara bijak. Jadi ke depannya Anda tidak akan terlilit utang yang memberatkan dan menyebabkan kerugian.

Bayar Cicilan Tepat Waktu

Cara agar melakukan pinjaman online tidak berujung merugi adalah dengan membayar cicilan atau melakukan pengembalian pinjaman tepat waktu sesuai tenggat yang diberikan. Dengan mengembalikan pinjaman tepat waktu, Anda akan terbebas dari biaya penalti atau bunga yang lebih besar.

Pengembalian pinjaman tepat waktu juga akan membantu skor kredit Anda positif sehingga proses pengajuan pinjaman berikutnya akan lebih cepat disetujui. Jika perlu, pasang alarm agar Anda tak lupa membayarnya.

Pilih Fintech Terpercaya

Pastikan Anda mengajukan pinjaman online melalui fintech P2P lending yang terpercaya seperti Finmas. Finmas merupakan merek platform dan aplikasi yang diterbitkan oleh PT Oriente Mas Sejahtera sebagai penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang resmi terdaftar di OJK (S-56/NB.213/2018).

Anda bisa memilih tenor pinjaman yang tersedia pada aplikasi Finmas serta informasi ketentuan pembayaran yang berlaku, bahkan Finmas memberikan bunga yang rendah. Kerahasiaan data Anda juga akan terjamin karena Finmas memiliki keunggulan dalam hal kerahasiaan data berkat sertifikasi ISO 27001: 2013.

Untuk informasi lengkap mengenai pinjaman online Finmas, klik di sini. Yuk, bijak dalam mengajukan pinjaman online!

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.