Jelang Lebaran, Pahami Bedanya Pinjaman Bijak vs Utang Menjebak

Jelang Lebaran, Pahami Bedanya Pinjaman Bijak vs Utang Menjebak

15/05/2019

JAKARTA - Apakah baik berutang untuk memenuhi tingginya kebutuhan Lebaran? Untuk menjawab hal itu, perlu diketahui tentang perbedaan antara pinjaman bijak dengan utang buruk.

Faktanya, melakukan pinjaman seringkali sulit dihindari. Presiden Direktur Finmas, Peter Lydian, mengatakan ada banyak argumen yang mengemuka berkaitan dengan utang.

"Tidak mudah membedakan kedua hal ekstrem tersebut dan memilah apakah itu masuk dalam kategori utang baik atau utang buruk. Biasanya hal itu tergantung dari kondisi finansial pribadi atau faktor lainnya. Beberapa jenis utang dapat berarti positif bagi orang satu, namun bisa menjadi negatif bagi orang lain," terang Peter di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Meski begitu, secara umum Peter menyimpulkan, perbedaan penting pinjaman bijak dengan utang buruk terletak pada penggunaannya. Pinjaman bijak pada umumnya dipakai untuk membantu mengatur keuangan. Ini menjadi bagian dari upaya membangun kekayaan dalam jangka panjang dan masuk akal secara finansial.

Utang baik bisa disimpulkan dengan istilah kuno yakni "dibutuhkan uang untuk menghasilkan uang". Apabila pinjaman dibuat untuk membantu menghasilkan pendapatan dan meningkatkan nilai, itu dianggap sebagai hal positif atau pinjaman bijak.

"Contoh pinjaman bijak termasuk pinjaman rumah dimana Anda mampu untuk membayar pinjaman tersebut dan juga pinjaman pendidikan bagi mahasiswa yang termasuk investasi jangka panjang, dan dapat menyelesaikan masalah utama bagi para orang tua," jelas Peter. 

Adapun utang buruk antara lain uang yang dipinjam melalui kartu kredit untuk hal-hal konsumtif dan impulsif, termasuk juga untuk liburan atau aset seperti mobil yang cenderung mengalami penurunan nilai.

Pinjaman bijak cenderung lebih terukur. Nilai pinjaman sebanding dengan potensi keuntungan serta dapat diperkirakan periode (tenor) dan jumlah utangnya. Alat ukur yang menjadi pembanding biasanya adalah penghasilan bulanan si peminjam. Biasanya untuk investasi lebih baik 30% (jumlah pinjaman) dari penghasilan. Investasi tidak selalu berkaitan dengan instrumen efek seperti saham, emas atau deposito. Membeli rumah pun menjadi bagian dari investasi.

Sebaliknya utang buruk cenderung sulit diukur dan tidak bisa diprediksi karena uang yang digunakan bukan untuk kepentingan produktif. Alhasil, peminjam terkena utang yang menjebak.

Berkaitan momen Lebaran, memahami peningkatan kebutuhan keuangan pada momen tersebut. Rata-rata untuk sesuatu yang bersifat konsumtif. Kebutuhan itu sebenarnya bisa dipenuhi karena bersifat terencana. Selain itu, juga ada tambahan uang lebih dari Tunjangan Hari Raya (THR).

 

Sumber : Sindonews

 

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.