Inilah Manfaat Finmas bagi Mahasiswa

Inilah Manfaat Finmas bagi Mahasiswa

13/08/2019

MANADO - Pada Kamis (01/08/2019) kemarin, Presiden Direktur Finmas, Peter Lydian, saat menjadi pembicara di kegiatan Finmas Fintech Day, Goes to Universitas Sam Ratulangi.

Ia memberikan pemahaman kepada para mahasiswa tentang kondisi dan peranan Fintech bagi pelaku usaha mikro dan usaha kecil, terkait dengan permodalan.

Lydian mengatakan, calon nasabah harus memilih fintech yang legal dan mendapatkan legalisasi dari OJK.

Selain itu yang paling penting menurutnya, adalah harus benar-benar memikirkan dengan baik, uang yang akan dipinjam akan digunakan untuk apa.

"Artinya, jika kita meminjam dengan niatan berusaha atau positif, tentu tidak akan terbebani ke depannya."

"Sebaliknya, jika pinjaman digunakan untuk hal yang lebih bersifat konsumerisme ya sebaiknya jangan meminjam," kata Lydian di hadapan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi.

Diketahui, Finmas merupakan layanan peer-to-peer (p2p) lending mengedukasi literasi dan inklusi keuangan kaum milenial di Universitas Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Finmas sudah mulai bergulir sejak Desember 2017 menggenggam visi untuk mendorong inklusi keuangan di Indonesia."

"Baru per 23 Februari 2018 lalu PT Oriente Mas Sejahtera (nama legal Finmas) terdaftar dan mendapat dukungan dari OJK," kata Presiden Direktur Finmas Peter Lydian, Saat dikonfirmasi, Jumat (02/08/2019).

Dia mengatakan saat ini marak bermunculan pinjaman online yang ilegal dan merugikan masyarakat.

Sehingga, untuk mendukung program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan, maka Finmas membidik mahasiswa Unsrat.

Finmas melayani pinjaman dana tunai untuk pribadi dan UKM dengan nominal Rp500 ribu hingga Rp1 juta dengan tenor 14 dan 30 hari.

Setiap pinjaman dikenakan bunga sebesar 9,95 persen.

Karena nominal kecil dan tenor yang relatif pendek, proses pengajuannya pun disimplifikasi dengan hanya memerlukan lampiran KTP.

Sebagai platform p2p lending, Finmas menjadi perantara antara debitur dengan institusi atau individu yang ingin berinvestasi memberikan dana.

Seperti layanan fintech lainnya, Finmas juga menyimpan dan memanfaatkan data pengguna yang didapat dari unggahan dan perangkat elektronik yang digunakan pengguna dengan persetujuan saat proses di awal.

Namun demikian, pihak Finmas mencoba menjamin privasi pengguna.

Pihaknya telah mendapatkan Sertifikasi ISO 27001:2013 tentang Sistem Pengelolaan Keamanan Informasi.

Finmas, katanya, memiliki komitmen untuk membangun layanan keuangan yang sehat dengan menerapkan prinsip transparansi, kenyamanan dan keamanan.

Sertifikasi ISO sangat penting dalam membangun kepercayaan dari berbagai pihak yang berkepentingan, untuk menetapkan tolok-ukur penerapan keamanan data dan privasi para pelanggan Finmas.

Aplikasi Finmas saat ini dapat digunakan melalui platform Android, iOS, dan web.

Pihaknya juga mengaku akan mengeluarkan sejumlah fitur baru yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendanaan yang terus menerus berkembang dari konsumen di Indonesia, khususnya unbankable.

Salah seorang mahasiswi jurusan Manajemen bernama Felicya Celine Malimpo (18) mengaku beruntung bisa mengenal jasa peminjaman keuangan berupa Finmas ini.

"Selain mendapat edukasi di bidang keuangan, juga bisa tahu beberapa jasa pinjaman yang legal dan ilegal."

"Jadi bisa lebih berhati-hati dalam memilih wadah pinjaman uang," tandas Celine pada, Jumat (02/08/2019) saat dihubungi tribunmanado.co.id.

Sumber : tribunmanado.co.id
Penulis : Andreas Ruauw
Editor : Alexander Pattyranie

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.