Hati-Hati Pinjaman Online Ilegal!

Hati-Hati Pinjaman Online Ilegal!

28/11/2019
@kumparanBISNIS

Summary:

  1. Saat ini aplikasi pinjaman online ada banyak dan sangat variatif, tapi tidak semua fintech memiliki izin dari OJK.
  2. Keberadaan pinjaman online tak dipungkiri menjadi hal yang penting dan relevan bagi masyarakat.
  3. Jangan mudah tergiur dengan tawaran apa pun dari lembaga pinjaman online. #PilihPakeYakin.

Kebutuhan akan dana cepat semakin meningkat. Dampaknya pinjaman online berbasis aplikasi semakin menjamur dan menjadi primadona masyarakat untuk menutupi kebutuhan yang sifatnya mendesak.

Maklum, selain syaratnya tidak serumit mengajukan pinjaman ke bank, perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending berlomba-lomba memberikan kemudahan dan kecepatan bagi calon nasabahnya yang ingin mengajukan pinjaman. Bahkan aplikasi tersebut dapat meminjamkan dana kepada nasabah tanpa harus memiliki kartu kredit atau jaminan apapun.

Cukup bermodalkan smartphone dan internet, melakukan pinjaman bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Kemudahan inilah yang membuat banyak masyarakat terlena untuk mengajukan pinjaman online.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Januari 2019, fintech sudah menyalurkan kredit hingga Rp 25,92 Triliun. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penyaluran pinjaman industri fintech berbasis P2P lending atau pinjaman online mengalami perkembangan yang signifikan.

Namun meski saat ini aplikasi pinjaman online ada banyak dan sangat variatif, tidak semua fintech memiliki izin dari OJK. Padahal Izin dari OJK sangat penting untuk diperhatikan oleh masyarakat.

Pasalnya, lembaga keuangan yang terdaftar di OJK menunjukkan pinjaman online memiliki legalitas yang jelas. Dengan terdaftar di OJK, nasabah juga akan mendapat perlindungan konsumen karena fintech tersebut sudah diawasi oleh badan di bawah pemerintah tersebut.

Saat ini, hanya ada 113 fintech lending yang terdaftar di OJK. Salah satunya adalah Finmas yang dirancang sebagai solusi bagi orang-orang yang tidak memiliki akses ke perbankan tradisional; seperti rekening bank, peringkat kredit, dan riwayat pembiayaan. Dengan memanfaatkan teknologi Finmas sukses memberdayakan puluhan ribu orang Indonesia untuk membangun masa depan finansial seseorang secara mandiri.

Keberadaan pinjaman online tak dimungkiri menjadi hal yang penting dan relevan bagi masyarakat. Pasalnya, pinjaman mampu merambah pasar yang tidak terjangkau bank (unbankable) serta bisa diakses dengan mudah. Namun pastikan lembaga telah memiliki kredibilitas dengan #PilihPakeYakin aplikasi pinjaman yang terdaftar resmi di OJK seperti Finmas.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.