Fintech dan Perannya Mengedukasi Masyarakat Tentang Finansial

Fintech dan Perannya Mengedukasi Masyarakat Tentang Finansial

27/11/2019
kumparanaBISNIS

Summary:

  1. Di Indonesia terdapat berbagai jenis fintech yang menawarkan beragam jasa keuangan.
  2. Fintech menawarkan kemudahan baik dari segi akses, pendaftaran, hingga penggunaan.
  3. Fintech juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengetahuan finansial.

Financial technology (fintech) semakin berkembang dan menjamur di Indonesia. Hingga Januari 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat setidaknya ada 99 fintech Peer to Peer (P2P) Lending yang terdaftar dan berizin, yang mampu menyalurkan pinjaman sampai Rp 25,92 triliun — meningkat 14,36 persen (year-over-year).

Tidak hanya P2P Lending, di Indonesia juga terdapat berbagia jenis fintech yang menawarkan beragam jasa keuangan dengan tujuan mempermudah hidup para penggunanya, sambil menjalankan bisnis untuk mendapatkan keuntungan.

Maraknya fintech di Indonesia sontak membuat masyarakat ‘kaget’ dan perlahan mulai menggunakan teknologi ini. Bukan tanpa alasan, selayaknya kemajuan teknologi lainnya, fintech menawarkan kemudahan baik dari segi akses, pendaftaran, hingga penggunaan.

Fintech memang menjadi bisnis yang cukup menjanjikan. Tapi di balik itu semua, fintech juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengetahuan finansial. Mengapa?

Memasuki era serba teknologi masyarakat diajak untuk beradaptasi dengan kemajuan yang ada, termasuk dalam hal finansial. Edukasi finansial sangat penting agar masyarakat dapat memahami dan menggunakan berbagai produk yang ditawarkan oleh fintech.

Dari data yang didapatkan oleh OJK, baru 31 persen penduduk Indonesia yang melek akan hal keuangan. Melihat kenyataan tersebut, lewat edukasi yang diberikan para pelaku fintech, masyarakat akan mengetahui untung-rugi sebuah produk fintech, sehingga bisa menggunakannya dengan bijak dan bertanggung jawab.

Oleh karena itu, fintech memiliki peran yang cukup besar untuk membuat edukasi finansial di Indonesia semakin baik, agar kesadaran masyarakat akan produk yang digunakannya juga semakin tinggi.

Fintech yang baik tidak hanya mencari untung, tetapi juga yang memberi manfaat bagi masyarakat. #PilihPakeYakin produk fintech yang benar-benar membantu Anda memahami produk finansial yang tepat untuk Anda.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.