Finmas: Edukasi Masyarakat Jadi Poin Penting

Finmas: Edukasi Masyarakat Jadi Poin Penting

26/04/2019

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Oriente Mas Sejahtera (Finmas) menilai edukasi masyarakat menjadi poin utama dalam mengembangkan industri peer to peer (P2P) lending.

Presiden Direktur Finmas Peter Lydian mengatakan rendahnya kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan menjadi cerminan literasi keuangan di dalam negeri. Hal tersebut juga berujung kepada kenyataan bahwa masyarakat belum teredukasi soal risiko dan manfaat layanan P2p lending.

“Kami juga ingin memperbaiki perspektif keliru di masyarakat. Ini tanggung jawab kami sebagai pemain karena ujung-ujungnya kalau literasi keuangan paralel dengan inklusinya, [fintech] akan menjadi faktor penggerak ekonomi,” katanya saat berkunjung ke redaksi Bisnis Indonesia, Rabu (24/4/2019).

Untuk saat ini, lanjutnya, yang paling penting adalah mengetahui perbedaan fintech yang legal dan ilegal. Apalagi OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sudah memiliki serangkaian regulasi yang mengatur bisnis pinjam meminjam lewat online ini, mulai dari batasan bunga hingga penagihan.

“Kami membentuk direktorat sendiri yang bertugas berinteraksi dengan asosiasi, OJK, mapun lembaga konsumen lainnya untuk membangun program [edukasi] yang bisa didorong ramai-ramai,” ujarnya.

Finmas merupakan perusahaan P2P lending patungan antara Oriente yang berbasis di Hong Kong dan Sinar Mas Group.

Pada tanggal 28 November 2018 lalu, Oriente mengumumkan bahwa perusahaan telah menyelesaikan pendanaan putaran pertama sebesar US$105 juta.  

Pendanaan ini termasuk investasi dari para pendiri dan sekelompok perusahaan keluarga, termasuk anggota dalam Berjaya Group, JG Summit Holdings, Inc., dan Sinar Mas. Pendanaan ini merupakan salah satu pendanaan terbesar yang dilakukan oleh Oriente di Asia, bahkan dalam industri Fintech di seluruh dunia.

Sumber : Bisnis.com

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.