Etika Pinjam Uang Tanpa Rusak Hubungan Teman atau Keluarga

Etika Pinjam Uang Tanpa Rusak Hubungan Teman atau Keluarga

26/11/2019

Jakarta - Terkadang saat kondisi finansial sedang terdesak, banyak orang memilih minta bantuan pada saudara atau teman sebagai jalan keluar. Meski ini bukan lagi menjadi hal yang tabu, tapi tak jarang situasi ini bisa merusak hubungan Anda dengan teman atau saudara.

Terlebih lagi ketika proses pinjam atau mengembalikan uang mengalami kendala. Karena itu, sebagai peminjam Anda harus pintar meyakinkan pemberi pinjaman kalau Anda yakin akan segera melunasi utang sesuai perjanjian.

Selain itu, lakukan berbagai hal berikut untuk membuat proses pinjam menjadi tetap profesional tanpa merusak hubungan yang sudah terjalin.

Pikirkan Tujuan Meminjam dan Kesanggupan Anda Membayar

Hal pertama yang harus dipikirkan saat hendak meminjam uang pada teman atau keluarga adalah tujuan dan kesanggupan Anda untuk mengembalikannya. Pastikan tujuan Anda meminjam uang memang layak dan terbilang wajar.

Jika Anda meminjam uang untuk hal lain yang bersifat konsumtif dan membuang-buang uang, tentu hal ini terasa kurang layak. Alasan tersebut bisa membuat pihak peminjam merasa enggan atau bahkan harus berpikir ulang sebelum memberikannya.

Hal terpenting, pastikan Anda yakin untuk bisa mengembalikan uang yang dipinjam. Jangan mengorbankan hubungan yang sudah terjalin begitu lama dengan meminjam uang, tetapi Anda merasa tak yakin atau bahkan berniat untuk mengembalikan uang di masa depan.

Jangan juga mengandalkan hubungan kedekatan sebagai pemakluman bahwa si peminjam akan memberi kelonggaran dalam proses pengembalian. Cobalah menjadi profesional dalam hal meminjam uang karena uang bisa menjadi masalah yang sangat sensitif.

Buat Perjanjian Pembayaran yang Jelas

Buat persyaratan dan cara pembayaran uang dengan jelas. Karena uang merupakan hal yang sangat sensitif, saat memilih untuk menyisipkan hal ini dalam hubungan keluarga dan teman sebaiknya lakukan dengan sikap profesional.

Buatlah rencana untuk mulai dari kapan Anda akan membayar, berapa besar angsuran biaya yang akan dibayarkan, serta sistem pembayaran apa yang Anda pilih. Dengan memberi kejelasan mengenai hal ini, sang peminjam akan melihat keseriusan Anda bahkan dapat membantu meningkatkan kepercayaan mereka. Jangan meminjam uang hanya dengan perjanjian lisan seperti Anda akan membayar sesegera mungkin, atau akan membayar saat sudah mampu mengembalikannya.

Siapkan Rencana Cadangan Jika Proses Pengembalian Berjalan Buruk

Selalu ada kemungkinan di mana proses pembayaran mengalami kendala atau bahkan terlambat dari waktu yang sudah disepakati bersama. Untuk mengantisipasi hal ini, sebelumnya Anda perlu mempersiapkan rencana cadangan, seperti menggadaikan barang berharga yang dimiliki kepada peminjam. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika tidak bisa mengembalikan uang sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Buat Perjanjian Tertulis

Hal ini penting dilakukan untuk menghindari konflik yang mungkin saja dapat terjadi di kemudian hari. Surat perjanjian yang telah disepakati akan menjadi bukti untuk menghindari pertengkaran dan membuat Anda berdua selalu bertindak sesuai dengan isi perjanjian yang telah dibuat bersama. Selain itu, dengan adanya perjanjian tertulis, Anda pun akan lebih serius untuk bisa segera mengembalikan uang yang dipinjam.

Tetap Menjaga Hubungan Baik

Terkadang masalah pinjam meminjam uang bisa membuat hubungan menjadi canggung dan kaku. Namun Anda tidak perlu mengubah sikap pada teman dan keluarga yang memberikan pinjaman uang kepada Anda.

Tetaplah menjalin hubungan yang baik dan tak perlu membahas mengenai hal ini saat sedang berkumpul dengan teman-teman yang lain. Mengingat Anda sudah melakukan perjanjian tertulis secara profesional, tentu rasa kepercayaan yang dibangun tidak akan mengubah pandangan Anda dengan peminjam begitu pula sebaliknya.

Jika memang masih kesulitan meminjam uang kepada saudara atau teman, saat ini layanan keuangan berbasis online bernama financial technology (fintech), bisa menjadi pilihan. Melalui fintech ini, Anda dapat memenuhi kebutuhan layanan finansial yang mudah dan cepat, salah satunya melalui Finmas.

Sehingga, kini Anda tidak perlu bingung untuk mendapatkan pinjaman, karena lewat fintech Anda sudah bisa pinjam uang hingga Rp 2 juta dari Finmas. Soal keamanan, Finmas sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu #PilihPakeYakin untuk membuat hidup Kamu #LebihdariIni.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.