Bagaimana Menggunakan Pinjaman Secara Bijak?

Bagaimana Menggunakan Pinjaman Secara Bijak?

28/11/2019
@kumparanBISNIS

Summary:

  1. Meminjam uang harus dilakukan secara bijak. Ini dua syarat utamanya.
  2. Asalkan digunakan untuk sesuatu yang bijak dan produktif, utang menjadi cara terbaik mengatur keuangan tetap stabil.
  3. Meski sering mendapat citra negatif, faktanya produk utang terus laku di pasaran.

Selama ini utang selalu dianggap sebagai hal buruk. Citra buruk pada utang muncul karena pemanfaatan utang yang kerap kali digunakan untuk memenuhi keinginan semata. Namun meski sering mendapat citra negatif, faktanya produk utang atau yang juga jamak disebut kredit terus laku di pasaran. Bahkan, transaksinya cukup meningkat.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, sepanjang 2018, nominal transaksi dengan menggunakan kartu kredit mencapai Rp 284,06 triliun. Capaian tersebut meningkat 5% secara year on year dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya, dengan nominal transaksi Rp 270,53 triliun.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa meski dianggap buruk, berutang tetap menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari seseorang.

Ya memang, tidak ada yang salah dengan meminjam uang atau berutang. Meski bukan sesuatu yang dilarang, berutang untuk hal yang bersifat senang-senang tidak disarankan.

Utang semestinya hanya digunakan untuk sesuatu yang bersifat mendesak atau karena kebutuhan yang akan berdampak pada produktivitas seseorang. Hal tersebut membuat utang menjadi hal yang wajar dan sangat manusiawi karena kebutuhan mendesak bisa datang kapan saja.

Kendati demikian, meminjam uang untuk berutang harus dilakukan secara bijak. Syaratnya ada dua: pertama, dana pinjaman memang digunakan untuk sesuatu yang mendesak; kedua, dana pinjaman digunakan untuk sesuatu yang produktif.

Kebutuhan mendesak dalam konteks ini misalnya adalah kebutuhan primer dan sekunder, baik itu kebutuhan untuk bertahan hidup atau kebutuhan untuk sesuatu yang tak bisa ditawar seperti membayar uang SPP sekolah/kuliah, membayar biaya pengobatan ketika sakit melanda karena dana cadangan tak cukup, atau membayar kebutuhan untuk memperbaiki rumah yang rusak.

Sementara dana pinjaman untuk hal produktif misalnya dana pinjaman digunakan untuk membeli barang yang dapat menunjang produktivitas. Contohnya adalah berutang untuk membeli laptop demi pekerjaan atau berutang untuk membangun/mengembangkan sebuah usaha. 

Selama digunakan untuk sesuatu yang bijak dan produktif, utang menjadi cara terbaik agar keuangan tetap stabil. Yang pasti, selain menggunakan pinjaman secara bijak, Anda juga harus mengelola pinjaman dan #PilihPakeYakin produk finansial yang dapat membantu Anda di saat kondisi darurat — seperti Finmas.

Telah hadir sejak 2017 lalu, Finmas merupakan fintech P2P lending yang terus berkembang dalam beberapa waktu belakangan ini. Selain sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Finmas juga sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001. Artinya Finmas mengelola data nasabah dengan baik sesuai standar internasional.

Ingin mengajukan pinjaman online di Finmas? Download aplikasi Finmas yang tersedia di App Store dan Google Play.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.