Agar Tak Impulsif Saat Mendapat Bonus

Agar Tak Impulsif Saat Mendapat Bonus

28/11/2019
@MILLENNIAL

Summary:

  1. Mendapatkan THR atau bonus pasti menyenangkan, namun kamu harus bijak menggunakannya.
  2. Ikuti tips berikut agar kamu tak impulsif saat mendapat bonus.
  3. Gunakan bonus untuk tabungan dan kewajiban daripada menghabiskannya untuk foya-foya.

Bagi fresh graduate yang baru pertama kali bekerja, mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau bonus tahunan dari kantor tentunya sangat membahagiakan. Apalagi, bila kamu mendapatkan keduanya secara bersamaan. Pasti nominal angka di rekeningmu jadi menggelembung.

Tetapi, mendapatkan uang banyak di rekening sekaligus ternyata juga bisa membahayakan. Mengapa? Karena saat uang banyak, keinginan untuk belanja bisa meningkat dengan tiba-tiba. Kamu pun menjadi impulsif untuk membeli barang yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan.

Pilihlah prioritas yang perlu kamu dahulukan dalam penggunaan THR atau bonus yang kamu dapat. Begini urutannya sesuai dengan prioritas yang harus kamu terapkan:

Selesaikan Kewajiban seperti Utang

Inilah yang harus kamu utamakan ketika mendapatkan THR atau bonus. Jika kamu punya utang yang belum dibayarkan, maka menggunakan uang bonus adalah langkah yang tepat. Karena, di waktu lain kamu mungkin akan kesulitan melunasi utang tersebut.

Menyelesaikan kewajiban seperti utang juga pastinya akan membuat hati tenang. Kamu tidak mau, bukan, jika tiba-tiba ditagih utang oleh teman atau kaget melihat bunga utang yang membengkak?

Tabung Sebagian Besar THR atau Bonus

Setelah melunasi kewajibanmu, idealnya sebagian besar dari THR atau bonusmu ditabung untuk simpanan. Godaan untuk membeli barang-barang terbaru memang besar, namun tabungan bisa menyelamatkanmu dalam kondisi kritis di masa depan dan membuat kondisi finansialmu semakin baik.

Jika mungkin, sisakanlah 60-80% bonusmu untuk ditabung demi keperluan masa depan.

Sebaiknya Tidak Digunakan untuk Mudik

Menggunakan THR atau bonus untuk kebutuhan pokok mudik (seperti membeli tiket) adalah hal yang kurang bijak. Pasalnya, biaya perjalanan mudik seharusnya sudah direncanakan dari jauh-jauh hari tanpa perlu memotong bonusmu. Akan sayang jika uang THR atau bonus melayang begitu saja karena rencana mudik yang kurang matang.

Akan tetapi, kamu masih bisa menggunakan sedikit persentase bonusmu untuk mudik, kok. Misalnya saja dengan menambah oleh-oleh yang dibawa atau membelikan bingkisan yang lebih berkesan untuk orang-orang di kampung halaman.

Ingin Senang-senang? Gunakan Secukupnya Saja

Dengan banyaknya nominal di rekeningmu, pasti ada saat di mana kamu ingin menghabiskan uangmu untuk bersenang-senang, apalagi jika kamu diajak oleh teman. Namun, jika kamu ingin memiliki kondisi keuangan yang baik, kamu harus bijak untuk menggunakan bonus untuk bersenang-senang secukupnya saja.

Idealnya, gunakanlah hanya 10-20 persen dari THR atau bonusmu untuk memanjakan dirimu sendiri atau mentraktir orang-orang di sekelilingmu. Selain bersenang-senang dengan uang bonus secukupnya, jangan lupa pula untuk bersedekah pada mereka yang membutuhkan, sehingga kamu juga bisa berbagi kebahagiaan dari THR atau bonus yang telah kamu dapatkan.

Apakah kamu sudah menentukan uang THR atau bonusmu digunakan untuk apa tahun ini? #PilihPakeYakin prioritas yang didahulukan dalam menghabiskan bonus agar kondisi finansialmu baik dan stabil.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.