Agar Siap Hadapi Darurat Finansial, 4 Tips Ini Bisa Anda Coba!

Agar Siap Hadapi Darurat Finansial, 4 Tips Ini Bisa Anda Coba!

26/06/2019

Salah satu hal terpenting dalam manajemen keuangan pribadi atau keluarga adalah menyiapkan dana darurat. Dana ini berguna untuk mengantisipasi kemungkinan keperluan mendesak yang tidak direncanakan sebagai akibat berbagai situasi. Misalnya, perbaikan rumah atau mobil karena kecelakaan, bencana alam, sakit, atau meningkatnya kebutuhan hidup terutama di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

Menurut para pakar perencanaan keuangan, pos uang untuk dana darurat harus dibedakan dengan dana tabungan dan investasi. Dana darurat juga sebaiknya lebih bersifat likuid sehingga mudah ditarik jika diperlukan dalam kondisi genting seperti kesulitan ekonomi karena mendadak kehilangan pekerjaan dan gangguan kesehatan akibat penyakit atau kecelakaan.

Dana darurat pun bisa dimanfaatkan untuk mendukung karier Anda. Misalnya saat Anda harus mutasi ke kantor di wilayah lain atau pindah ke pekerjaan baru. Pastinya Anda membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sebagian biaya untuk pindah ke tempat tinggal baru mungkin akan ditanggung perusahaan, namun, Anda tetap harus mempersiapkan diri untuk membayar sisanya. 

Banyak orang yang membuat kesalahan dengan tidak menyiapkan dana darurat atau menggunakan tabungan untuk membiayai pengeluaran dalam kondisi genting. Tanpa persiapan yang baik, kesalahan-kesalahan umum ini justru dapat memperburuk keadaan keuangan Anda di masa mendatang. 

Untuk mencegah kemungkinan buruk yang akan terjadi saat mengalami darurat finansial, Anda bisa menerapkan tips berikut ini. 

  1. Pahami Situasi Sebelum Memutuskan
    Anda harus yakin bahwa Anda benar-benar memahami keadaan sebelum mengambil keputusan. Ambil waktu untuk mempertimbangkan segala hal dan menghindari dampak jangka panjang akibat terlalu terburu-terburu mengambil keputusan. 

    Buatlah daftar kemungkinan-kemungkinan atau bantuan yang dapat Anda ambil dan pergunakan jika Anda kehilangan pekerjaan, kecelakaan, atau tertimpa musibah.
  2. Buat Rencana untuk Menemukan Solusi Keuangan
    Setelah Anda memahami kondisi kegentingan keuangan serta alat yang dapat Anda pergunakan untuk mengatasi situasi darurat tersebut, mulailah membuat rencana. Carilah cara untuk membayar pengeluaran dadakan tersebut. Berbagai pilihan tersedia seperti dana darurat, klaim asuransi, atau sumber lainnya. 

    Anda juga dapat memilih untuk menjual barang-barang yang tak lagi dipergunakan, mencari pekerjaan sampingan, dan sebagainya. Beberapa kondisi darurat memang baru dapat diatasi dalam waktu yang cukup lama. Namun, Anda pun akan memiliki waktu lebih panjang untuk membuat rencana dan menemukan solusi keuangan.
  3. Cari Bantuan Jika Diperlukan
    Jangan pernah ragu untuk meminta bantuan jika Anda benar-benar memerlukannya. Sebagian besar orang akan terburu-buru untuk mencoba mengatasi keadaan darurat keuangan dan tidak sempat mendengarkan saran yang baik. Sebelum memutuskan, Anda bisa berkonsultasi dengan pakar keuangan.

    Berkonsultasi dengan pakar memang relatif tidak murah tapi ini dapat membantu Anda merencanakan keuangan dengan lebih baik. Anda dapat memperoleh rekomendasi manajemen keuangan di tengah situasi genting, misalnya dalam mengambil pinjaman, menggunakan dana tunai, dan lain-lain. 
  4. Gunakan Pinjaman Online Jika Mendesak
    Pinjaman online
    merupakan salah satu pilihan saat Anda membutuhkan dana untuk kebutuhan darurat berkat proses pengajuan pinjaman yang cepat dan kemudahan pencairan dana langsung ke rekening Anda. Namun, pastikan Anda memilih aplikasi pinjaman online yang telah memiliki izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Finmas agar terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan Anda.

    Finmas merupakan salah satu aplikasi pinjaman online yang sudah terdaftar dan memiliki izin operasi dari OJK, dan siap menjadi #SahabatFinansial ketika Anda membutuhkan dana darurat.

Sumber : Kumparan

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.