7 Tips Jitu Lindungi Data Pribadi dari Hacker

7 Tips Jitu Lindungi Data Pribadi dari Hacker

26/11/2019

Tahukah Anda bahwa semakin banyak menggunakan aplikasi online, semakin banyak juga data pribadi yang kita bagikan? Di zaman yang serba online ini, Anda harus memastikan keamanan data pribadi.

Apalagi kini seluruh kegiatan mulai berbelanja, mencari informasi baru, hingga bersosialisasi dengan teman-teman di media sosial semua ini dapat diakses hanya dalam genggaman. Bahkan pinjam uang juga bisa dilakukan secara online.

Saat berbelanja online atau melakukan pinjaman online, Anda wajib memberikan data-data pribadi untuk memperlancar proses transaksi pada platform tersebut. Namun jangan khawatir, membagikan data pribadi pada platform tersebut bukan hal yang buruk, kok!

Agar data pribadi tetap aman, Anda harus lebih waspada dalam menjaga data-data pribadi seperti melindungi informasi pribadi dari virus, spyware, dan peretas agar tidak mengganggu kehidupan online. Simak 7 tips jitu menjaga informasi pribadi agar tetap aman dan terhindar dari serangan hacker.

Jangan Klik Tautan yang Mencurigakan


Penjahat dunia maya dapat menipu para pengguna agar mengklik tautan yang diduga dari bank, operator telekomunikasi, perusahaan listrik atau gas, layanan pajak dan organisasi sah lainnya. Jika ragu ingin mengklik, lakukan riset kecil sebelum mengklik tautan atau lampiran tersebut. Cari tahu apakah ada kesalahan dalam penulisannya atau email yang tidak sesuai.

Buat Kata Sandi yang Sulit


Gunakan kata sandi yang unik dan kompleks. Misalnya dengan mengombinasikan huruf, angka, dan simbol huruf besar dan kecil. Ingat, jangan gunakan kata sandi yang sama di seluruh akun Anda.

Amankan Identitas


Jangan membagikan kata sandi atau membuat kata sandi yang mudah ditebak. Tips yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan untuk mengubah kata sandi secara berkala. Pastikan jadi #KonsumenBijak dengan rajin-rajin mengganti kata sandi untuk kebutuhan keamanan data pribadi Anda.

Backup Data


Antisipasi jika komputer yang Anda gunakan terinfeksi oleh ransomware, malware, atau crashes. satu-satunya cara untuk memastikan bahwa data yang berada didalamnya tidak hilang adalah dengan mencadangkannya secara teratur. Hal ini akan sangat membantu jika Anda salah menyimpan data atau menghapus sesuatu secara tidak sengaja, data tersebut dapat dipulihkan.

Pakai Anti Virus yang Kuat 


Dengan ancaman online yang semakin canggih, tingkat keamanan perlu ditingkatkan. Pilih paket anti virus yang paling terbaru sehingga dapat menangkal virus-virus baru yang datang.

Verifikasi Tiap Situs yang Dibuka 


Sebelum memasukkan detail pembayaran ke situs apapun, periksa apakah URL dimulai dengan “https” karena "s" adalah singkatan dari "secure". Hindari membuka situs tersebut jika memiliki kesalahan ketik dan tidak ada bukti dari informasi keamanan atau simbol yang dikenali.

Apapun yang Ada di Internet Akan Selalu Ada di Internet


Apapun yang Anda unggah secara online,akan selalu ada di luar sana untuk dilihat semua orang. Jadi berhati-hatilah dengan informasi yang akan atau telah Anda bagikan di profil media sosial dan situs manapun yang telah Anda daftar.

Jangan salah langkah lagi beraktivitas di dunia online. Jika Anda ingin mengajukan pinjaman online, pilih fintech P2P lending terpercaya seperti Finmas. Finmas merupakan merek platform dan aplikasi yang diterbitkan oleh PT Oriente Mas Sejahtera sebagai penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang resmi terdaftar di OJK (S-56/NB.213/2018).

Kerahasiaan data Anda juga akan terjamin karena Finmas akan menggunakan data Anda hanya untuk keperluan verifikasi sebagai calon pemberi pinjaman atau penerima pinjaman serta untuk keperluan proses permohonan pinjaman.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.