6 Tips Bijak Kelola THR dengan Tepat

6 Tips Bijak Kelola THR dengan Tepat

28/05/2019

Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu menjelang Hari Raya Idul Fitri adalah menerima tunjangan hari raya (THR). Uang tunjangan yang diberikan setiap tahun ini menjadi sebuah berkah yang cukup membahagiakan. Dengan keadaan ekonomi yang terkadang tidak pasti, uang/dana tambahan gaji ke-13 atau THR patut dihargai dan disyukuri.

Namun sekarang, pertanyaannya adalah bagaimana menggunakan bonus tersebut dengan bijak? Untuk mengetahui jawabannya, berikut beberapa tips dari Peter Lydian, Presiden Direktur Finmas, perusahaan fintech lending “Sahabat Finansial” anggota AFPI yang peduli terhadap literasi keuangan masyarakat.

  1. Buat rencana keuangan
    Kutipan dari Benjamin Franklin yang terkenal yang berbunyi "Gagal merencanakan berakibat usaha yang kandas," perlu diingat saat kita mengelola keuangan. Buat checklist dan checkpoint hal-hal yang ingin kita lakukan dengan uang tunjangan tersebut, kemudian susun berdasarkan skala prioritasnya.

    Pasalnya, situasi finansial tiap orang berbeda-beda di tiap tahunnya dan fase kehidupannya. Berkaca pada hidup sederhana berdasarkan kemampuan dan kebutuhan seperlunya bisa menjadi acuan awal.
  2. Manjakan diri Anda dan keluarga, tapi tahan diri untuk belanja seperlunya
    Penting untuk berbagi dengan keluarga di bulan baik. Namun yang penting adalah menetapkan batasan. Ketahuilah jika mendapatkan THR bukan alasan untuk menghabiskan uang. Jangan cepat tergiur dengan promosi besar-besaran saat hari raya, tetap fokus pada rencana awal dan ingat ada kebutuhan lebih penting lainnya.

    Anggarkan sebagian untuk merayakan hari yang spesial bersama keluarga tercinta. Beli baju Lebaran dan barang incaran sejak lama dan kepuasan jangka pendek seperti berlibur singkat bersama keluarga. Kemudian mayoritasnya digunakan untuk kebutuhan jangka panjang yang positif.
  3. Tambahkan dana pensiun atau tujuan jangka panjang lainnya
    Kita tidak selamanya bekerja dan pasti ada cita-cita yang ingin dicapai di masa depan. Untuk itu kontribusi masa depan sangat penting dan bonus THR adalah peluang bagus untuk mulai melakukannya.
  4. Lunasi utang yang tersisa
    Bonus hari raya bisa menjadi cara yang bagus untuk keluar dari zona utang dengan lebih cepat. Terutama jika tingkat bunga utang Anda tinggi, menyingkirkan pinjaman Anda secepat mungkin akan membantu Anda menghindari membayar bunga pinjaman.
  5. Bangun dan tambahkan dana darurat
    Otak manusia secara alami memprioritaskan kebahagiaan jangka pendek ketika menerima uang banyak atau durian jatuh, lalu melupakan hal-hal darurat yang mungkin akan terjadi yang membutuhkan biaya besar. Bangun sejak dini jaring pengaman finansial yang dapat melindungi Anda dari perubahan gaya hidup yang tidak terduga dan kenaikan biaya hidup. 
  6. Investasi pada diri sendiri
    Merawat masa depan Anda bukanlah hal yang mudah tetapi diri anda akan berterima kasih di masa depan. Ambil sebagian bonus untuk pengembangan diri seperti melanjutkan pendidikan, konferensi bisnis penting untuk networking, sertifikasi profesi yang anda impikan, ikuti kursus seperti memasak, belajar bahasa asing, atau beli buku untuk tambah ilmu. Tidak ada salahnya juga menggunakan bonus untuk berlangganan keanggotan klub kebugaran.

    Tunjangan Hari Raya atau THR memang adalah rezeki yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Namun ingat, ketika uang tersebut masuk ke rekening Anda, tentukanlah skala prioritas agar uang THR tidak terhambur dengan percuma.

Sumber : Kumparan

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.