5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Meminjam Uang Lewat Aplikasi

5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Meminjam Uang Lewat Aplikasi

28/11/2019
kumparanBISNIS

Summary:

  1. Hadirnya fintech-fintech P2P lending makin mempermudah masyarakat Indonesia untuk melakukan peminjaman uang.
  2. Perhatikan 5 hal berikut sebelum Anda melakukan pinjaman online.
  3. Lakukan pinjaman di fintech lending terpercaya seperti Finmas.

Berkat perkembangan teknologi digital yang pesat, melakukan transaksi keuangan jadi semakin mudah. Anda bisa membeli barang, mentransfer uang, bahkan meminjam uang hanya dengan sentuhan jari di smartphone.

Khusus untuk peminjaman uang secara online, aneka fintech P2P lending hadir menawarkan keunggulan masing-masing. Tentunya hal tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan peminjaman.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diketahui dan diperhatikan sebelum meminjam uang lewat aplikasi fintech P2P lending. Berikut kumparan (kumparan.com) berikan tips tentang hal-hal yang bisa kamu terapkan saat hendak meminjam uang lewat aplikasi pinjaman online.

  1. Perhatikan besaran bunga yang dikenakan

Jangan sampai Anda tergiur dengan fintech P2P lending yang semata-mata menawarkan pinjaman cepat dengan syarat yang mudah. Perhatikan juga ketentuan yang dimiliki oleh lembaga penyedia pinjaman online tersebut, termasuk besaran bunga yang dikenakan.

Hal ini dimaksudkan agar Anda dapat terhindar dari fintech P2P lending yang memberikan bunga tidak masuk akal.

  1. Pilih pinjaman dengan jangka waktu yang sesuai kebutuhan

Selain bunga, jangka waktu pengembalian pinjaman juga perlu diperhatikan. Jangan sampai jangka waktu terlalu pendek sehingga Anda belum sanggup melunasinya, atau jangka waktu terlalu panjang sehingga Anda lupa.

Sebaiknya, perkirakan jumlah pemasukan Anda dan persentase dari pemasukan tersebut yang bisa digunakan untuk melunasi pinjaman. Misalnya, jika dalam gajian satu bulan ternyata Anda bisa melunasi pinjaman, maka tidak ada salahnya untuk mengambil jangka waktu pinjaman selama satu bulan.

  1. Cek rekam jejak fintech aplikasi lending, apakah pernah bermasalah?

Beberapa waktu lalu masyarakat sempat dihebohkan oleh fintech lending ‘nakal’ yang memberikan bunga tidak masuk akal dan menggunakan data peminjam dengan tidak semestinya.

Untuk dapat memilih fintech lending yang terpercaya, periksalah rekam jejak fintech tersebut di internet. Periksa juga apakah fintech lending tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lembaga penyedia pinjaman yang terdaftar di OJK tentunya lebih terpercaya.

  1. Baca kembali syarat dan ketentuan dari fintech tersebut

Jangan malas membaca syarat dan ketentuan yang disediakan aplikasi fintech lending. Mulai dari ketentuan tentang bunga, tenor, hingga penggunaan data diri biasanya ditampilkan di sana. Dengan teliti membaca syarat dan ketentuan, Anda bisa mengetahui hak dan kewajiban Anda dengan baik.

  1. Pilih fintech yang menjamin kerahasiaan data Anda

Saat melakukan pinjaman di fintech online melalui aplikasi, biasanya Anda akan diminta mengisi data diri. Berhati-hatilah dengan fintech yang meminta data diri Anda, karena data tersebut bisa disalahgunakan.

Untuk mengantisipasinya, bacalah syarat dan ketentuan dari fintech tersebut mengenai penggunaan data pengguna. Fintech lending yang baik akan menjamin kerahasiaan data Anda.

Dengan melakukan kelima hal di atas, Anda bisa lebih cermat dalam memilih fintech lending yang terpercaya. Masih bingung memilih fintech lending mana yang sebaiknya dipilih? Finmas merupakan lembaga penyedia pinjaman terpercaya yang memiliki berbagai keunggulan seperti menjaga kerahasiaan data, rekam jejak baik, terdaftar di OJK, hingga bunga yang rendah. Karena itu, jangan ragu lagi untuk melakukan pinjaman di fintech P2P lending seperti Finmas.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.