5 Hal yang Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Berutang

5 Hal yang Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Berutang

27/11/2019
kumparanBISNIS

Summary:

  1. Berutang menjadi sesuatu yang semakin mudah untuk dilakukan, apalagi dengan adanya berbagai platform finansial di ponsel pintar.
  2. Ada berbagai pertimbangan yang harus Anda pikirkan matang-matang sebelum akhirnya memutuskan untuk berutang.
  3. Berutang memang diperbolehkan, selama utang tersebut Anda gunakan dengan bijaksana.

Kebutuhan dan keinginan yang semakin tinggi setiap harinya, seringkali membuat masyarakat Indonesia mengambil “jalan pintas” untuk mendapatkan uang tambahan. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan berutang.

Saat ini, berutang menjadi sesuatu yang semakin mudah untuk dilakukan. Apalagi dengan hadirnya berbagai platform finansial yang menyediakan jasa peminjaman uang. Mudahnya akses dan persyaratan yang ditawarakan oleh platform tersebut akhirnya membuat siapa saja yang memenuhi persyaratan dapat berutang dengan mudah.

Meski begitu, ada berbagai pertimbangan yang harus Anda pikirkan matang-matang sebelum akhirnya memutuskan untuk berutang. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini:

Perhatikan kondisi finansial Anda

Sebelum berutang, pastikan Anda memiliki penghasilan bulanan yang cukup untuk menutupi dan melunasi utang Anda. Jangan sampai, utang Anda lebih besar daripada penghasilan. Akhirnya malah jadi “gali lubang, tutup lobang” dan menjerat Anda dalam lingkaran utang.

 

Berutanglah dengan alasan yang tepat

Kebutuhan manusia memang tidak pernah ada habisnya, begitu juga dengan keinginan. Keinginan yang besar untuk memiliki gadget baru, item fashion paling tren masa kini, atau bahkan memanjakan lidah di restoran mewah seringkali timbul. Cerdaslah dalam berutang, jangan menumpuk utang hanya untuk kesenangan sementara semata.

 

Perhatikan siapa yang memberi pinjaman

Hal yang tidak kalah penting ketika Anda memutuskan untuk berutang adalah melihat background orang, lembaga, ataupun platform online tempat Anda akan melakukan pinjaman. Perhatikan siapa yang akan memberikan Anda pinjaman, apakah lembaga tersebut legal, terdaftar, dan memiliki prosedur yang jelas.

 

Sesuaikan pinjaman dengan kemampuan bayar

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, jangan sampai utang Anda lebih besar dari penghasilan yang diterima setiap bulannya. Sesuaikanlah pinjaman dengan kemampuan bayar. Maksimal, utang Anda tidak lebih dari 50% penghasilan bulanan, agar tetap bisa menjalani hari dengan normal tanpa perlu melakukan pinjaman lain lagi.

 

Jangka waktu jangan terlalu panjang

Ketika berutang, Anda diberikan pilihan jangka waktu untuk melunasinya. Lazimnya ada yang 30 hari, 3 bulan, 6, bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan. Agar tidak terlalu lama memiliki tunggakan, jangan memilih jangka waktu yang terlalu panjang. Walaupun memang, ketika Anda memilih jangka waktu yang panjang, besaran yang harus dibayarkan lebih sedikit. Tetapi, apakah Anda mau berlama-lama memiliki utang?

Berutang memang diperbolehkan, selama utang tersebut Anda gunakan dengan bijaksana. Namun Anda tentunya tidak boleh lupa untuk membayarnya agar tidak timbul masalah-masalah baru akibat tunggakan yang ada.

Yang terpenting, selalu #PilihPakeYakin produk utang yang memang membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan Anda, dan bukan menjerat Anda untuk berutang secara tidak bertanggung jawab. Ingat, utang sebaiknya hanya digunakan untuk kebutuhan, dan dilakukan sesuai kemampuan.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.