5 Ciri Anda Telah Mengelola Pinjaman Secara Bijak

5 Ciri Anda Telah Mengelola Pinjaman Secara Bijak

28/11/2019
kumparanaBISNIS

Summary:

  1. Ketika sudah yakin untuk meminjam uang, kelolalah uang pinjaman tersebut dengan bijak agar bermanfaat bagi kehidupan Anda.
  2. Masih banyak orang yang kurang bertanggung jawab dalam mengelola dana darurat seperti pinjaman.
  3. Salah satu ciri seseorang telah mengelola pinjaman dengan baik adalah dengan mengetahui kemampuan bayar dirinya sendiri.

Banyak orang yang menganggap memiliki utang atau pinjaman adalah salah satu hal yang memalukan. Padahal, hal tersebut sangat lumrah dilakukan, apalagi ketika Anda memiliki kebutuhan mendadak yang tidak terencana dalam pengeluaran bulanan.

Ketika sudah yakin untuk meminjam uang, kelolalah uang pinjaman tersebut dengan bijak agar bermanfaat bagi kehidupan Anda. Secara teori, mengelola uang pinjaman adalah hal mudah. Namun pada kenyataannya, masih banyak orang yang kurang bertanggung jawab dalam mengelola dana darurat tersebut.

Kalau Anda termasuk yang mana? Apakah Anda telah mengelola uang pinjaman dengan bijak? Simak ulasannya berikut ini:

Mengukur pinjaman sesuai dengan kemampuan bayar

Salah satu ciri seseorang telah mengelola pinjaman dengan baik adalah dengan mengetahui kemampuan bayar dirinya sendiri. Sebelum meminjam, hitunglah terlebih dahulu pengeluaran rutin Anda dan tambahkan dengan pinjaman yang harus dibayar. Jika dirasa masih dalam batas aman, Anda bisa mengambil pinjaman tersebut.

Melakukan pinjaman ketika benar-benar membutuhkannya

Kebutuhan dan keinginan manusia seringkali tidak ada habisnya. Sebagai peminjam yang cerdas, Anda harus menggunakan uang pinjaman untuk hal yang benar-benar dibutuhkan. Jangan meminjam uang jika hanya untuk sekadar memuaskan keinginan yang biasanya hanya berlangsung sesaat saja.

Pilih pinjaman dengan bunga rendah

Ketika melakukan pinjaman kepada sebuah lembaga resmi, Anda seringkali dihadapkan pada beberapa persyaratan. Salah satu yang harus dipenuhi adalah membayar bunga. Sebelum meminjam, teliti kembali bunga yang dikenakan kepada Anda. Berapa bunga yang harus Anda bayarkan? Berapa bunga yang akan dibebankan kepada Anda ketika terlambat membayar? Jangan sampai terjebak pada pinjaman berbunga besar yang akan merugikan Anda di kemudian hari.

Tidak menambah pinjaman

Setelah meminjam uang, seringkali banyak orang yang tergiur untuk kembali melakukan pinjaman. Namun sebaiknya Anda menghindari hal tersebut agar pinjaman tidak menumpuk, yang akhirnya membuat Anda kesulitan membayar. Jika ingin meminjam kembali, lunasi terlebih dahulu pinjaman yang telah Anda lakukan sebelumnya.

Membayar pinjaman tepat waktu

Ciri lainnya dari seseorang yang telah mengelola pinjaman dengan baik adalah bisa membayar tepat waktu. Dengan membayarnya tepat waktu, Anda bisa terhindar dari bunga yang setiap waktunya bertambah ketika Anda tidak membayar pinjaman. Dengan membayar pinjaman tepat waktu, nama Anda juga menjadi baik sehingga ketika membutuhkan dana darurat di kemudian hari, kemungkinan disetujui pun menjadi lebih besar.

Namun perlu diingat, meminjam uang pun tidak boleh sembarangan. Maka dari itu, Finmas hadir sebagai salah satu lembaga pinjaman online peer-to-peer (P2P) lending terpercaya dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lewat kampanyenya #PilihPakeYakin, Finmas ingin mengedukasi masyarakat untuk: “Pilih” platform pinjaman online terpercaya; “Pake” pinjaman uang ketika benar-benar membutuhkannya, bukan hanya untuk keinginan semata; dan pastinya “Yakin” untuk bisa membayar pinjaman tepat waktu.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.