4 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Ajukan Pinjaman Online

4 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Ajukan Pinjaman Online

26/11/2019

Kehadiran lembaga fintech di Indonesia membuat masyarakat makin mudah dalam mengajukan pinjaman. Tak perlu lagi melalui proses yang rumit dan manual, cukup buka aplikasi fintech, Anda bisa mendapatkan dana tunai secara cepat.

Namun ada hal yang perlu diperhatikan jika Anda hendak meminjam uang lewat aplikasi fintech agar tidak merugi. Berikut ulasannya.

Perhatikan Besaran Bunga

 

Jangan asal ambil pinjaman online. Bisa saja kemudahan ini merugikan dan mencekik kondisi keuangan Anda karena cicilan dan bunga yang sangat tinggi. Maka survei terlebih dahulu besaran bunga dan denda yang ditawarkan.

Pilih Pinjaman dengan Jangka Waktu Sesuai Kebutuhan

 

Pastikan jumlah pinjaman sesuai kebutuhan dengan menghitung terlebih dahulu kemampuan bayar. Jangan sampai pinjaman yang Anda ajukan berlebihan. Tipsnya adalah meminjam maksimal 30% dari penghasilan agar tidak memberatkan Anda dalam melunasinya.

Cek Rekam Jejak Fintech

 

Ada hal penting lainnya yang harus Anda perhatikan saat mengajukan pinjaman online. Periksa terlebih dahulu legalitas aplikasi peer to peer (P2P) lending di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau menghubungi telepon OJK 157.

Baca Syarat dan Ketentuan

 

Setelah mencari tahu rekam jejak fintech dan menghitung kemampuan bayar, baca secara detail syarat dan ketentuan pinjaman. Kemudian pastikan fintech yang dipilih menjamin kerahasiaan data Anda. Umumnya, akses yang diminta hanyalah kamera, microphone, lokasi, dan IMEI handphone.

Salah satu fintech P2P lending yang bisa Anda percaya adalah Finmas. Finmas merupakan merek platform dan aplikasi yang diterbitkan oleh PT Oriente Mas Sejahtera sebagai penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang resmi terdaftar di OJK (S-56/NB.213/2018).

Menariknya, Anda bisa memilih tenor pinjaman yang tersedia pada aplikasi Finmas serta informasi ketentuan pembayaran yang berlaku. Kerahasiaan data Anda juga akan terjamin karena Finmas akan menggunakan data Anda hanya untuk keperluan verifikasi sebagai calon pemberi pinjaman atau penerima pinjaman serta untuk keperluan proses permohonan pinjaman.

Ajukan pinjaman online dengan Finmas. Kerahasiaan data terjamin, rekam jejaknya baik, dan bunganya pun rendah. Untuk informasi lebih lengkap mengenai Finmas, klik di sini.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.