3 Tips Jitu Hadapi Situasi Darurat Finansial

3 Tips Jitu Hadapi Situasi Darurat Finansial

26/11/2019

Tak bisa dipungkiri, kini kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan terus meningkat. Salah satunya adalah masyarakat mulai paham pentingnya menyiapkan dana darurat. Faktanya, persiapan dana darurat penting dilakukan demi mengantisipasi kemungkinan keperluan mendesak yang tidak direncanakan sebagai akibat berbagai situasi. 

Namun ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika hendak menyiapkan dana darurat. Para pakar perencanaan keuangan mengungkapkan pos uang untuk dana darurat harus dibedakan dengan dana tabungan dan investasi.

Selain itu, dana darurat juga sebaiknya lebih bersifat likuid sehingga mudah ditarik jika diperlukan dalam kondisi genting. Misalnya kesulitan ekonomi karena mendadak kehilangan pekerjaan dan gangguan kesehatan akibat penyakit atau kecelakaan.

Ingat, banyak orang yang membuat kesalahan dengan tidak menyiapkan dana darurat atau menggunakan tabungan untuk membiayai pengeluaran dalam kondisi genting. Padahal kesalahan-kesalahan umum tersebut bisa memperburuk keadaan keuangan Anda di masa mendatang. Berikut tiga tips hadapi situasi darurat finansial.

Pahami Situasi 

 

Pertama, Anda harus yakin bahwa Anda benar-benar memahami keadaan sebelum mengambil keputusan. Ambil waktu untuk mempertimbangkan segala hal dan menghindari dampak jangka panjang akibat terlalu terburu-terburu mengambil keputusan.

Jika Anda kehilangan pekerjaan, kecelakaan, atau tertimpa musibah, buatlah daftar kemungkinan-kemungkinan atau bantuan yang dapat Anda ambil dan digunakan. 

Buat Rencana

 

Setelah Anda memahami kondisi kegentingan keuangan serta alat yang dapat dipergunakan untuk mengatasi situasi darurat tersebut, mulailah membuat rencana. Carilah cara untuk membayar pengeluaran dadakan tersebut. Berbagai pilihan tersedia seperti dana darurat, klaim asuransi, atau sumber lainnya.

Kreativitas juga akan sangat diperlukan untuk menggalang dana untuk membayar seluruh tagihan. Anda dapat memilih untuk menjual barang-barang yang tak lagi dipergunakan hingga mencari pekerjaan sampingan. Beberapa kondisi darurat baru dapat diatasi dalam waktu yang cukup lama, tapi Anda akan memiliki waktu lebih panjang untuk membuat rencana dan menemukan solusi keuangan.

Cari Bantuan Jika Diperlukan

 

Jangan pernah ragu untuk meminta bantuan jika Anda benar-benar memerlukannya. Sebagian besar orang akan terburu-buru untuk mencoba mengatasi keadaan darurat keuangan dan tidak sempat mendengarkan saran yang baik.

Berkonsultasi dengan pakar memang relatif tidak murah, tapi ini dapat membantu Anda merencanakan keuangan dengan lebih baik. Anda dapat memperoleh rekomendasi manajemen keuangan di tengah situasi genting. Misalnya dalam mengambil pinjaman, menggunakan dana tunai, dan lain-lain.

Gunakan Pinjaman Online untuk Kebutuhan Mendesak

 

Pinjaman online merupakan salah satu pilihan saat Anda membutuhkan dana untuk kebutuhan darurat berkat proses pengajuan pinjaman yang cepat dan kemudahan pencairan dana langsung ke rekening Anda.

Namun, pastikan Anda memilih aplikasi pinjaman online yang telah memiliki izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan Anda. Finmas merupakan salah satu aplikasi pinjaman daring yang sudah terdaftar dan memiliki izin operasi dari OJK dan siap menjadi #SahabatFinansial ketika Anda membutuhkan dana darurat.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.