Townhall dan Halal Bihalal Sahabat Finmas Juni 2019, Jakarta Selatan

Townhall dan Halal Bihalal Sahabat Finmas Juni 2019, Jakarta Selatan

24/06/2019

Mengakhiri kuartal kedua di tahun 2019 ini, secara berkelanjutan kita bersama-sama telah membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis Finmas mengarah pada jalur yang sangat positif dimana salah satunya pertumbuhan bisnis Finmas hampir mendekati saudara dekat kita Cashalo di Filipina, di sisi infrastruktur di akhir Juni ini kita mulai mengoperasikan area kerja baru yang dikhususkan bagi tim Collection serta dari segi pengembangan bisnis beberapa potensial investor mulai secara serius menunjukkan ketertarikan nya berinvestasi di grup bisnis Oriente. 

Hubert Tai selaku CEO Oriente Grup melalui Townhall menyampaikan bahwa Indonesia menjadi pasar yang sangat penting bagi Oriente mengingat pertumbuhan bisnis Finmas yang luar biasa cepat dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, hal yang menjadi perhatian utama saat ini adalah konsistensi dan disiplin dari kita semua untuk terus berupaya mengembangkan dan memastikan pertumbuhan bisnis Finmas berjalan dengan sangat baik ditengah-tengah persaingan yang tidak hanya ketat namun juga sangat cepat. 

Dalam kesempatan ini masih dalam suasana Idul Fitri 1440 H, saya ingin mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin. Semoga momen ini dapat membuat seluruh Sahabat Finmas kembali menjadi insan yang Fitrah serta pribadi yang senantiasa berkontribusi terbaik, baik bagi pengembangan diri maupun pertumbuhan perusahaan ke depannya.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.