Yuk, Kenali Risiko Pinjaman Online dan Offline Berikut Perbedaannya!

Yuk, Kenali Risiko Pinjaman Online dan Offline Berikut Perbedaannya!

20/11/2021

Ada kalanya seseorang perlu melakukan peminjaman dana ke pihak lain untuk memenuhi kebutuhannya, baik personal maupun bisnis atau usaha. Jika sebelumnya layanan penyedia kredit hanya diakomodasi secara offline seperti bank dan koperasi, maka kini makin berkembang dengan adanya aplikasi pinjaman online OJK.

Risiko Pinjaman Online dan Offline

Risiko utama dari pinjaman baik secara online maupun offline adalah gagar bayar. Meski undang-undang tidak memperbolehkan nasabah yang gagal bayar dan beritikad untuk melunasi utangnya dibui, bukan berarti peminjam dana bisa begitu saja lepas tanggung jawab.

Risiko lanjutan dari gagal bayar ada dua. Pertama, peminjam dana akan di-blacklist dalam sistem kredit nasional (dalam hal ini adalah SLIK OJK). Kalau sudah begitu, peminjam dana akan mengalami kesulitan bahkan ditolak apabila di kemudian hari kembali mengajukan pinjaman sekalipun di penyedia layanan legal lain yang berbeda.

Kedua, aset peminjam dana akan disita. Jika dalam jangka waktu yang ditentukan tidak dapat dilunasi (belum lagi hitungan denda dan bunga), maka aset tersebut akan dilelang. Tentu saja, di samping itu, akan ada pula reminding penagihan yang dilakukan terus-menerus dan bisa menjadi cukup meresahkan.

Oleh sebab itu, baik melalui layanan pinjaman online OJK maupun offline, calon peminjam dana harus benar-benar dapat melakukan perhitungan dengan matang. Buatlah kalkulasi matang tentang limit yang dipinjam, bunga yang dibebankan, tenor yang dipilih, dan kemampuan finansial untuk melunasi pinjaman.

Perbandingan Pinjaman Online dan Offline

Masing-masing penyedia layanan kredit mempunyai keunggulan dan kekurangan masing-masing. Selengkapnya, berikut adalah perbandingan pinjaman online dan offline dari berbagai aspek.

Kemudahan Pengajuan dan Kecepatan Pencairan

Syarat pinjaman online relatif jauh lebih sederhana dibandingkan kredit offline. Peminjam dana umumnya hanya perlu melampirkan KTP dan mengisi data diri tanpa adanya jaminan yang harus disertakan.

Dalam hitungan menit, pengajuan pun dapat diselesaikan. Jika hasil verifikasi layak untuk mendapat pinjaman (diperhitungkan dari kemampuan membayar berdasarkan pendapatan, bunga, limit, dan tenor), maka dana pinjaman pun bisa cair di hari yang sama.

Layanan kredit offline, sayangnya, masih belum bisa menawarkan layanan secepat ini. Dokumen yang diminta pun relatif cukup banyak, berikut jaminan atas kredit yang diajukan. Proses verifikasi pun memerlukan waktu hingga berhari-hari sehingga total waktu pencairan dana cukup lama.

Bunga

Di balik kepraktisan dan kecepatan pinjaman online, bunga yang dibebankan relatif lebih tinggi dibandingkan bunga bank. Besarnya pun beragam sesuai produk dan layanan masing-masing aplikasi.

Walau begitu, OJK juga berupaya untuk mempermudah. Per Oktober 2021 lalu, bunga pinjaman online mengalami penurunan. Selain itu, bagi kreditur yang pernah melakukan peminjaman dana dan memiliki rekam jejak pengembalian baik, bukan tidak mungkin akan memperoleh bunga lebih rendah saat akan mengajukan pinjaman kembali.

Limit

Perlu diakui, besarnya limit atau plafon pinjaman online OJK cenderung lebih terbatas dibandingkan pinjaman di bank. Umumnya, maksimal pinjaman yang diberikan hanya menembus dua digit.

Sementara itu, limit pinjaman di bank bisa mencapai angka yang jauh lebih fantastis. Tentunya, persetujuan plafon tersebut juga tetap akan diperhitungkan melalui banyak faktor lainnya.

Oleh sebab itu, kredit online seperti FINMAS memang lebih cocok untuk kelompok masyarakat menengah dan UMKM yang memerlukan dana cepat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Hal tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.