Wajib Tahu! Begini Perlindungan OJK Terhadap Konsumen Fintech

Wajib Tahu! Begini Perlindungan OJK Terhadap Konsumen Fintech

04/01/2022

Perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam berbagai lini kehidupan. Salah satunya adalah inovasi pinjaman online OJK yang kini hadir dalam bentuk Financial Technology (Fintech). Sebagai salah satu sektor usaha di bidang ekonomi, belakangan ini fintech sangat populer. Apa itu fintech? Lalu, bagaimana perlindungan OJK terhadap konsumen fintech?

Pengertian dan Perjalanan Fintech

Seperti yang sudah disebutkan di atas, fintech merupakan inovasi teknologi di bidang ekonomi, khususnya finansial. Dengan kehadiran fintech, segala transaksi keuangan jadi lebih mudah, praktis, dan efektif. Fintech sendiri mulai berkembang di Indonesia pada 2006. Namun, kepercayaan masyarakat pada teknologi ini baru menguat di 2015 setelah kemunculan Asosiasi Fintech Indonesia.

Tercatat ada kurang lebih 140 perusahaan yang masuk dalam daftar fintech OJK tahun 2015. Kemudian, disusul kemunculan fintech syariah. Inovasi finansial yang bergerak atas dasar prinsip islami ini mulai ada tahun 2017. Seluruh fintech syariah ini berada di bawah naungan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia.

Manfaat Fintech Resmi Terdaftar di OJK

Mempermudah Transaksi Keuangan

Jika dulu kamu perlu keluar rumah dan pergi ke bank atau ATM untuk melakukan transaksi keuangan, dengan fintech segala transaksi bisa diselesaikan di rumah. Segala aktivitas keuangan bisa selesai hanya dengan ponsel pintar.

Perbaikan Akses Pendanaan

Kehadiran fintech membuat teknologi finansial berkembang pesan dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Efeknya, banyak orang jadi paham ke mana harus pergi ketika membutuhkan bantuan pendanaan untuk usaha yang sedang dijalankan.

Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Kemudahan akses pendanaan membuat masyarakat dapat memenuhi kebutuhan mereka dan jadi lebih produktif. Kondisi ini tentu saja meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat.

Mendukung Peningkatan Inklusi Keuangan

Inklusi keuangan merupakan transaksi ekonomi yang melibatkan masyarakat. Inklusi keuangan ini berupa transaksi jual beli, iuran, atau kegiatan simpan pinjam. Dengan adanya fintech yang menjadi jembatan aktivitas ekonomi tersebut, inklusi keuangan pun meningkat.

Perputaran Ekonomi Jadi Lebih Cepat

Fintech membuat akses keuangan jadi lebih mudah. Akibatnya, arus perputaran ekonomi jadi semakin cepat dan praktis. Selain itu, fintech juga memberikan tenor pinjaman online yang beragam, sehingga membantu masalah modal usaha para pelaku bisnis kecil dan menengah.

Cara Kerja Fintech

Sebagai bidang usaha yang mengintegrasikan teknologi dengan pengelolaan, penyimpanan, serta pendistribusian uang, cara kerja fintech sangat kompleks. Cara kerja inovasi keuangan ini tergantung pada layanan yang diberikan ke pada masyarakat.

Sebagai contoh, fintech peer-to-peer lending Finmas. Salah satu layanan pinjaman yang disediakan Finmas adalah Cash Advance. Caranya, buka aplikasi Finmas dan klik “Ajukan Sekarang” jika kamu ingin mengajukan Cash Advance. Kemudian, klik tambah profil pengguna. Lengkapi informasi identitas kamu seperti yang tertera pada aplikasi.

Langkah selanjutnya, tambah nomor referensi dan lengkapi data rekening bank. Setelah itu, kamu akan dapat notifikasi tentang langkah berikutnya. Setelah dikonfirmasi pilih pinjaman yang diinginkan. Di Finmas, kamu dapat mengajukan pinjaman uang 500 ribu hingga 5 juta.

Perlindungan OJK Terhadap Konsumen Fintech

Masyarakat memang diberi kemudahan dengan hadirnya fasilitas pinjam meminjam berbasis teknologi ini, karena bisa mendapatkan dana tunai dengan cepat dan efisien. Namun, perlu diingat bahwa aktivitas ini juga berisiko. Salah satu risiko yang mungkin terjadi, data identitas peminjam bisa disebarluaskan tanpa ijin.

Menghadapi risiko tersebut, OJK mengeluarkan peraturan tentang Praktek Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi yang tertuang dalam peraturan Nomor 77/POJK.01/2016. Dalam pasal 26 Peraturan OJK disebutkan bahwa, pemberi pinjaman online terdaftar OJK wajib dan bertanggung jawab menjaga kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan data pribadi pengguna.

Dalam upaya perlindungan OJK terhadap konsumen juga disebutkan hawa penggunaan data pribadi tersebut harus atas persetujuan pemiliknya. Kecuali, ada kondisi lain seperti yang disebutkan dalam ketentuan peraturan perundangan-undangan.

Selain peraturan OJK, perlindungan kerahasiaan data pribadi nasabah penerima pinjaman online berbasis teknologi informasi juga diatur dalam Undang-Undang ITE. Jadi, sebelum memutuskan melakukan pinjaman online, pastikan fintech tersebut terdaftar dan diawasi oleh OJK. Agar kamu mendapatkan jaminan perlindungan pinjaman online terdaftar OJK.

PERHATIAN