Untungnya Ajukan Pinjaman Tanpa Jaminan non Bank di Fintech

Untungnya Ajukan Pinjaman Tanpa Jaminan non Bank di Fintech

20/02/2021

Banyak alasan kenapa pinjaman sangat dibutuhkan di masyarakat. Kebutuhan mendesak menjadi alasan yang paling banyak Anda temukan. Anda bisa jadi salah satu yang membutuhkan pinjaman. Saat pengajuan di bank ditolak, maka cari alternatif pinjaman tanpa jaminan non bank.

Salah satu jasa penyedia pinjaman yang paling mudah diakses dan praktis caranya adalah di fintech. Hanya berbekal dengan gadget saja, pinjaman sudah bisa dicairkan. Bagi yang masih ragu, simak untungany mengajukan pinjaman tanpa jaminan di fintech resmi.

Fintech Resmi Diawasi dan Memiliki Kode Etik

Hanya fintech resmi yang diakui oleh OJK dan memiliki prosedur yang telah ditetapkan. Karena itulah, mengajukan pinjaman harus dibarengi dengan berbagai pertimbangan. 

Untuk pengajuan di fintech resmi, Anda akan memiliki berbagai keuntungan karena ada aturan yang mengatur penyelenggaraannya. Di sini, ada kode etik yang dijaga dan harus dilaksanakan yang menjamin kenyamanan nasabah dalam bertransaksi, beberapa diantaranya adalah :

Yang pertama, mencantumkan seluruh biaya yang timbul akibat dari pinjaman. Biaya ini termasuk biaya pada saat di muka maupun saat uang dicairkan. Selanjutnya adalah keterbukaan akan bunga pinjaman, biaya asuransi dan provisi serta biaya keterlambatan, dan lain-lain.

Pihak fintech resmi juga harus mempertimbangkan kondisi ekonomi penerima pinjaman dan kemampuan pengembaliannya. Jika terjadi keterlambatan pengembalian, maka pemberi pinjaman ini dilarang menagih dengan kekerasan baik fisik maupun mental.

Selain itu, dilarang pula adanya penyalahgunaan data pribadi. Dengan begitu, maka nasabah akan tetap nyaman ketika bertransaksi dengan pinjaman online legal dan resmi. 

Jadi, Anda bisa merasa diuntungkan ketika memakai pinjaman online resmi. Pinjaman tanpa jaminan non bank pada akhirnya bisa membantu masalah finansial Anda. Sebagai alternatif, pinjaman ini bisa menjadi modal usaha sampingan yang menguntungkan dan memberi penghasilan tambahan bagi keluarga. 

Lalu, dimana fintech resmi dapat diakses? Masukkah ke website OJK dan temukan deretan fintech resmi yang terdaftar. Finmas adalah salah satunya yang jelas resmi dan memiliki kode etik dalam melayani Anda sebagai nasabah kami. 

 

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.