Tunggu! Ini Risiko Pinjam di Banyak Situs Pinjaman Online

Tunggu! Ini Risiko Pinjam di Banyak Situs Pinjaman Online

29/12/2021

Bersamaan dengan hadirnya teknologi finansial, situs pinjaman online merebak. Hal ini kemudian membagi masyarakat ke dalam dua kelompok. Bagi kelompok yang melek finansial, mereka akan cenderung berhati-hati. Berbeda dengan kelompok yang menganggap bahwa hal tersebut adalah sumber pemasukan gratis, mereka akan cenderung kalap dan melakukan pinjaman tanpa kendali. Jika kelompok kedua juga tergolong orang yang tidak memiliki literasi digital, dampak buruk dari hadirnya teknologi dan tekfin menjadi berlipat ganda.

Hal buruk yang dapat terjadi akibat minimnya literasi dan pengetahuan tentang pengelolaan uang?

Sebagai Badan Perlindungan Konsumen, OJK telah membuat regulasi dan klasifikasi fintech di Indonesia. Namun OJK tetap sering mendapatkan surat permohonan bantuan dari konsumen yang melakukan pinjaman online. Namun setelah ditelusuri ada banyak orang yang melakukan peminjaman di beberapa tempat sekaligus. Konon, mereka melakukannya untuk menutupi utang dari tempat peminjaman sebelumnya atau yang biasa disebut “gali lubang tutup lubang”. Dari aktivitas peminjaman tersebut, konsumen menunggak utang hingga puluhan juta rupiah.

Bagaimana bisa seorang menunggak utang hingga puluhan juta dari meminjam?

Setelah ditelusuri, hal itu terjadi akibat konsumen melakukan peminjaman baik dari tempat legal maupun ilegal. Tempat ilegal sering kali menawarkan bunga yang lebih tinggi daripada tempat legal. Namun, keduanya memang memberikan bunga yang cukup tinggi dengan berbagai alasan yang akan dibahas di bagian berikutnya.

Selain itu, terjadi “efek bola salju” di sini. Dalam dunia pinjam-meminjam, semakin lama berutang, semakin besar bunga yang harus ditanggung peminjam. Oleh konsumen tersebut, hal ini malah ditangani dengan melakukan pinjaman di tempat lain untuk membayar utang dengan bunga sehingga utang yang sudah berbunga ditambah dengan satu bunga lagi, begitu seterusnya.

Kenapa Bunga Pinjaman Online Tinggi?

Mudah Mendapatkan Izin Pinjam dan Dana Cepat Cair

Berbeda dengan bank, situs pinjaman online tergolong lebih mudah memberikan pinjaman. Hal ini memang yang diincar debitur, sekaligus menjadi bom waktu bagi kreditur. Dengan begitu, kreditur mematok bunga tinggi untuk menutupi kemungkinan kerugian.

Kredit Macet Tinggi

Dengan hanya mengandalkan KTP, NPWP, dan slip gaji, setiap orang bisa mencairkan uang pinjaman. Hal itu bisa dimanfaatkan oleh peminjam nakal yang langsung kabur setelah meminjam. Akibatnya, kreditur harus menanggung rugi dengan tetap memberikan hasil investasi pada para investornya.

Besar Pinjaman dan Tenor Singkat

Semakin besar pinjaman yang diajukan, semakin tinggi risiko utang tidak dibayar. Akibatnya, bunga yang dipatok semakin tinggi. Tenor yang singkat juga memengaruhi tingginya bunga. Oleh karena itu penting untuk pelajari cara menentukan tenor pinjaman online dengan benar.

Jaminan

Jaminan yang berharga, seperti surat tanah dan sertifikat rumah, akan menjadi pertimbangan kreditur untuk memberi bunga rendah. Pasalnya, kreditur percaya bahwa orang tersebut memiliki cukup harga untuk membayar utangnya.

Risiko Pinjam di Banyak Tempat Sekaligus

Pemasukan Habis Untuk Membayar Utang

Seperti disebutkan sebelumnya, efek bola salju dalam dunia pinjam-meminjam dapat bisa membuat bunga menjadi dua kali lipat dari jumlah pinjaman. Jika hal ini tidak diimbangi dengan pendapatan yang jauh lebih besar, penghasilan bulanan bisa habis hanya untuk membayar utang.

Skor Kredit Memburuk

Telat mengangsur dan melakukan banyak pinjaman sekaligus bisa memperburuk skor kredit. Skor ini terekam di SID Bank Indonesia. Jika skor tergolong “buruk”, orang tersebut tidak akan mendapatkan persetujuan peminjaman. Hal ini bisa sangat merugikan bagi pengusaha atau orang yang membutuhkan dana tambahan besar dan cepat.

Sering Mendapatkan Pesan Tawaran Pinjaman

Sudah menjadi rahasia umum bahwa begitu seseorang menyerahkan informasi nomor teleponnya, paling cepat, dalam waktu satu hari orang itu akan langsung mendapatkan spam SMS pinjaman di tempat lain. SMS ini bisa berfungsi sebagai penggoda agar orang melakukan peminjaman di tempat lain atau menjadi pengganggu. Apalagi jika orang tersebut menunggak utang. Kemungkinan nomornya dijual ke perusahaan lain untuk menutupi kerugian menjadi semakin besar.

Kehidupan Terganggu

Teror dari debt collector sangatlah mengganggu hingga bisa menimbulkan stres. Jika tidak yakin dapat mengembalikan utang dengan kondisi perekonomian, lebih baik jangan berani meminjam, apalagi di beberapa situs pinjaman online sekaligus.

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.