Trik Meningkatkan Penjualan dengan Pinjaman Modal Usaha

Trik Meningkatkan Penjualan dengan Pinjaman Modal Usaha

17/01/2022

Pinjaman modal usaha bisa sangat membantu dalam meningkatkan penjualan jika kita tahu cara yang tepat dalam memanfaatkannya. Simak beberapa triknya berikut ini, supaya bisnis yang dijalankan mengalami peningkatan penjualan yang signifikan.

1.Melakukan inovasi bisnis

Alokasikan sebagian pinjaman modal usaha untuk melakukan pengembangan produk. Misalnya, dengan menciptakan produk-produk baru berkonsep unik dan menarik atau menambah variasi dan fitur pada produk yang sudah ada. Pengembangan produk membuat pelanggan jadi mempunyai lebih banyak pilihan sehingga menghindarkan dari kejenuhan akan produk kita.

Inovasi-inovasi dalam bisnis merupakan langkah cerdas untuk memenangkan persaingan di pasaran, menjaring pelanggan-pelanggan baru, sekaligus membuat pelanggan lama makin loyal karena nilai kepuasan yang lebih tinggi.

2.Dapatkan produk unggulan melalui riset

Pebisnis perlu melakukan riset untuk mengetahui produk seperti apa yang dibutuhkan oleh calon konsumen yang menjadi target pasar bisnisnya. Mereka bisa melakukan eksperimen dan uji coba pasar merujuk pada hasil riset. Jauh lebih mudah untuk mencapai volume penjualan seperti yang diharapkan jika ditunjang produk yang benar-benar mengena di pasar.

Tanpa adanya dana yang cukup, agak sulit untuk melakukan seluruh proses mulai dari riset sampai memperoleh produk unggulan yang dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Bagi mereka yang masih merintis bisnis dan tidak ditopang kondisi finansial yang kuat tetapi ingin melakukan riset pasar dan sebagainya, pinjaman modal usaha adalah jalan keluarnya.

3.Perluas jangkauan bisnis

Kian luas jangkauan bisnis kita maka kian besar pula peluang meraih jumlah penjualan yang lebih tinggi. Memperluas jangkauan bisnis dapat dilakukan dengan menjajaki pangsa pasar di wilayah baru. Bila memang wilayah tersebut potensial, kita bisa membuka toko cabang untuk lebih mendongkrak penjualan.

Menambah produk dan layanan juga dapat membuat jangkauan bisnis makin luas. Adanya pinjaman modal usaha akan sangat membantu sebab untuk merealisasikan semua hal tadi pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

4.Membuat website yang bagus

Ketika pinjaman modal usaha yang diajukan telah cair, investasikan sebagian dana pada pembuatan website bisnis yang bagus. Sangat penting untuk mempunyai website bisnis di era digital seperti sekarang. Lewat website, kita bisa menjangkau para pelanggan yang sulit untuk disambangi langsung. Dengan adanya website, kita dapat melakukan pemasaran secara digital yang merupakan cara paling efektif untuk berekspansi ke target-target pasar baru dari berbagai lapisan masyarakat.

Memiliki website membuat bisnis kita terus aktif selama 24 jam setiap harinya karena website memungkinkan untuk diakses kapan pun. Website juga berfungsi seperti etalase toko sehingga pengunjung bisa mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk yang kita jual. Mereka dapat langsung melakukan transaksi begitu merasa yakin untuk membeli.    

5.Membeli fasilitas yang menunjang produksi

Memiliki alat-alat produksi yang memadai akan menunjang proses produksi yang berpengaruh juga pada kualitas produk. Ketika kita ingin meningkatkan penjualan, kualitas produk harus benar-benar diprioritaskan. Menjual produk yang berkualitas baik akan membuat konsumen tidak ragu untuk membeli dan menjaga mereka tetap menggunakan produk kita.

Sisihkan dana pinjaman untuk membeli fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan bagi proses produksi. Perlu diingat bahwa kita tentu membutuhkan produk dalam jumlah yang lebih banyak untuk memenuhi permintaan pasar saat volume penjualan telah meningkat.

Keberadaan pinjaman modal usaha seperti yang ditawarkan oleh Finmas menjadi angin segar bagi para pebisnis yang memerlukan bantuan modal namun dengan persyaratan yang tidak menyulitkan dan bisa cepat cair. Memiliki modal usaha yang lebih besar tentu memberi kita keleluasaan untuk melakukan lebih banyak hal guna menaikkan volume penjualan.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.