Trik Ampuh Hindari Lingkaran Setan Pinjaman Online | Finmas - Sahabat Finansial Indonesia
Trik Ampuh Hindari Lingkaran Setan Pinjaman Online

Trik Ampuh Hindari Lingkaran Setan Pinjaman Online

16/04/2019
AUTHOR : RAINER MICHAEL EMANUEL

Pada era digital tidak hanya #BelanjaNyaman, melakukan apapun bisa via online. Beli tiket, pesan ojek, atau malah pengajuan pinjaman uang pun bisa dilakukan secara online. Tidak perlu seperti membuka rekening bank, yang mengharuskan datang ke bank terdekat, membuka akun di pinjaman online bisa dilakukan dari rumah. Semua hal benar-benar dimudahkan dan sangat memanjakan konsumen. 

Peminjaman uang secara online ini diselenggarakan oleh perusahaan Fintech. Tumbuhnya perusahaan Fintech memudahkan masyarakat untuk melakukan peminjaman uang berbasis digital secara cepat dan sederhana. Salah satu produk dari Fintech yang cukup popular saat ini ialah layanan pinjam meminjam uang berbasis Peer to Peer Lending (P2P Lending)

Pinjaman online menawarkan kemudahan dan akses yang cepat, tetapi tetap kamu harus waspada. Karena banyak cerita yang akhirnya terjebak dalam lingkaran setan karena terjerat hutang pinjaman, dan terpaksa meminjam lagi demi menutupi pinjaman sebelumnya. 

OJK menyebutkan sudah banyak korban yang kehilangan jutaan rupiah akibat salah memilih lembaga pinjaman online yang tepat. Lantas, apa yang harus kita lakukan agar tidak tertipu dan menjadi korban berikutnya? Ada beberapa ciri-ciri yang mudah dikenali terhadap modus penipuan berkedok Fintech P2P Lending, yakni:

  1. Pemberi pinjaman (Kreditur) terkesan mengejar-ngejar atau memaksa
    Saat akan melakukan peminjaman biasanya pihak peminjam lebih antusias dibanding pemberi pinjaman, bukan sebaliknya. Ada juga yang memakai trik lain seperti bersikap wajar saat peminjam menanyakan informasi, namun saat menindak lanjuti perihal pinjaman tersebut si pemberi pinjaman mulai merayu dengan berbagai bonus dan fasilitas yang berlebihan dan cenderung tidak masuk akal, agar kita menjadi peminjam. Pinjaman online harus menjadi #SahabatFinansial untuk kita bukan malah sebaliknya yaitu menjadi musuh finansial dan membuat kita terlilit hutang yang menyulitkan di kemudian harinya.
  2. Informasi P2P Lending tidak jelas (email, website, alamat)
    #KonsumenBijak
    harus memperhatikan secara jeli seluruh informasi yang terdapat pada website perusahaan tersebut, bila ada hal-hal yang mencurigakan lebih baik cari informasi yang lebih akurat mengenai perusahaan pemberi pinjaman tersebut. Perhatikan pula alamat email yang digunakan perusahaan. Apabila menggunakan email pribadi perusahaan ini sangat patut untuk dicurigai izin operasinya. Kreditur resmi jelas akan menghubungi calon debitur (penerima pinjaman) melalui telepon dan mengirimkan email perusahaan resmi. Selain itu, periksa juga alamat perusahaan yang diinfokan, jangan sampai alamat yang tercantum adalah alamat palsu.
  3. Persyaratan terlalu mudah
    Syarat melakukan peminjaman P2P Lending memang lebih mudah dibanding peminjaman konvensional. Salah satu hal yang dilakukan oleh oknum adalah mengabaikan riwayat pembayaran penerima pinjaman sehingga terkesan mudah dan cepat. Padahal hal itu merupakan salah satu syarat penting apakah seorang calon penerima pinjaman layak menerima pinjaman atau tidak.
  4. Meminta uang muka
    Modus selanjutnya, saat melakukan peminjaman, pihak Fintech P2P Lending memang akan mensyaratkan biaya administrasi, namun biaya administrasi yang diminta tidak seberapa nilainya. Maka perlu diwaspadai apabila perusahaan meminta dana yang cukup besar, misalnya satu juta rupiah atau lebih, dengan alasan untuk mempermudah proses administrasi.
  5. Meminta informasi pribadi secara berlebihan
    Pengguna harus mewaspadai apabila perusahaan Fintech menanyakan hal-hal yang bersifat privasi seperti pin atau password rekening bank, dengan alasan untuk kelengkapan data calon peminjam. Biasanya tahap awal informasi yang diminta hanya nama, alamat e-mail, nomor KTP, dan nomor telepon. PIN dan password rekening bank adalah hal yang sifatnya pribadi dan tidak boleh diberitahukan kepada orang lain.
  6. Teliti saat menginstall aplikasi pinjaman online
    Demi kemudahan peminjam kini banyak perusahaan yang juga menyediakan aplikasi peminjaman online yang dengan mudah bisa kita install dari app store maupun playstore. Sebagai end user, kita harus jeli saat menginstal aplikasi di smartphone, seperti pada bagian permission, cari tahu izin akses apa saja yang diminta oleh aplikasi tersebut. Bentuk permission seperti daftar kontak telepon, riwayat panggilan dan SMS pengguna seharusnya tidak perlu disetujui.
PERHATIAN