Tips Mendapatkan Pinjaman Pribadi Non-Bank

Tips Mendapatkan Pinjaman Pribadi Non-Bank

02/01/2022

Kamu sedang butuh tambahan dana untuk membeli laptop baru agar bisa bekerja di luar kantor? Atau dana riset belum cair, padahal kamu harus segera berangkat ke lokasi penelitian? Kamu berniat mengajukan pinjaman ke bank, tetapi persyaratannya rumit dan memakan waktu? Jangan khawatir! Kamu bisa mengajukan pinjaman pribadi lewat beberapa alternatif. Lalu bagaimana tips agar pengajuan pinjaman disetujui?

Pinjaman Pegadaian

Pendanaan melalui pegadaian biasanya memiliki syarat yang cukup mudah. Kamu cukup menyediakan identitas diri—biasanya berupa kartu identitas (KTP/SIM) dan kartu keluarga—dan aset yang akan digadaikan. Pihak pegadaian akan menaksir (appraisal) nilai aset yang akan digadaikan. Nilai pinjaman yang bisa diajukan calon penggadai biasanya ditentukan dari nilai taksiran tersebut. Agar pinjaman gadai yang kamu ajukan cepat disetujui, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan:

  1. Pastikan aset yang akan digadaikan adalah milik kamu sendiri. Untuk beberapa jenis barang, kamu harus melampirkan bukti kepemilikan yang sah, seperti BPKB untuk kendaraan bermotor.
  2. Aset harus berupa benda bergerak. Kamu bisa menggadaikan aset yang bisa dipindahkan seperti logam mulia, peralatan elektronik, smartphone, konsol game, dan kendaraan. Aset tidak bergerak seperti rumah dan sebidang tanah tidak bisa digadaikan.
  3. Pastikan barang yang digadaikan bukan barang yang dilarang perederannya. Aset gadai juga harus berupa barang yang tidak mudah rusak, busuk, atau terbakar.

Pinjaman Online

Popularitas pinjaman online—atau sering disingkat ‘pinjol’—sedang naik daun. Pasalnya, pinjaman yang ditawarkan oleh fintech ini memiliki persyaratan yang mudah dan tidak memerlukan jaminan. Sayangnya, popularitas ini memicu kehadiran pinjaman online ilegal yang tidak diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk menghindari bahaya yang mengintai, pilihlah fintech yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Selain pinjaman langsung di mana kamu meminjam dana dari pihak fintech, ada juga fintech yang menawarkan pinjaman berbasis peer-to-peer lending (P2P lending). Dalam skema ini, kamu tidak meminjam dana dari pihak fintech, melainkan dari sesama pengguna yang mendaftar sebagai lender atau kreditur. Pihak fintech hanya bertindak sebagai perantara dan penyedia platform.

Untuk syarat pinjaman online itu sendiri, umumnya calon peminjam hanya perlu melampirkan data diri dan salinan kartu identitas resmi. Ada juga fintech yang meminta calon debitur melampirkan slip gaji untuk menganalisis kemampuan kredit calon peminjam. Nominal kredit yang ditawarkan cukup bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga belasan juta rupiah. Namun, umumya tidak lebih dari Rp25.000.000. Tenor pinjaman pun cukup singkat, berkisar antara 3-12 bulan.

Karena popularitasnya yang tinggi, antrean calon debitur yang mengajukan pinjaman pun cukup panjang. Untuk menyiasati antrean ini, kamu bisa menggunakan kode referral yang dikeluarkan oleh beberapa fintech. Kode referral ini berlaku seperti semacam VIP pass agar pengajuan pinjamanmu lebih cepat dicairkan.

Selain itu, ada beberapa tips agar pengajuan pinjamanmu cepat disetujui dan dicairkan:

  1. Pilih aplikasi yang cepat cair, idealnya tidak lebih dari 24 jam.
  2. Perhatikan domisili, beberapa penyedia layanan pinjam uang online hanya menerima calon debitur yang berdomisili di kota-kota besar.
  3. Penuhi persyaratan, yang paling umum adalah WNI, rentang usia 21 sampai 60 tahun, memiliki pekerjaan atau penghasilan, dan melampirkan identitas resmi seperti KTP.
  4. Memiliki Riwayat kredit yang baik, dalam artian kalau kamu pernah melakukan pinjaman sebelumnya, kamu tidak pernah telat atau bahkan gagal bayar.

Baik pegadaian maupun pinjaman online memiliki persyaratan dan resikonya sendiri. Pinjaman apa pun yang kamu pilih, pastikan penyedia layanan terdaftar dan diawasi oleh OJK, seperti Finmas dari Sinar Mas.

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.