Siap Hadapi Darurat Finansial

Siap Hadapi Darurat Finansial

25/06/2019
AUTHOR : RAINER MICHAEL EMANUEL

Kesadaran akan pengelolaan keuangan di kalangan masyarakat terus meningkat. Salah satu hal terpenting dalam manajemen keuangan pribadi atau keluarga adalah menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi kemungkinan keperluan mendesak yang tidak direncanakan sebagai akibat berbagai situasi. 

Menurut para pakar perencanaan keuangan, pos uang untuk dana darurat harus dibedakan dengan dana tabungan dan investasi. Dana darurat juga sebaiknya lebih bersifat likuid sehingga mudah ditarik jika diperlukan dalam kondisi genting seperti kesulitan ekonomi karena mendadak kehilangan pekerjaan dan gangguan kesehatan akibat penyakit atau kecelakaan.

Dana darurat juga dapat digunakan untuk keperluan tiba-tiba seperti perbaikan rumah atau mobil karena kecelakaan, bencana alam, dan meningkatnya kebutuhan hidup terutama di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

Perubahan dalam karir, misalnya mutasi ke kantor di wilayah lain atau pindah ke pekerjaan baru, juga membutuhkan biaya yang tidak kecil. Sebagian biaya untuk pindah ke tempat tinggal baru mungkin akan ditanggung perusahaan, namun, Anda tetap harus mempersiapkan diri untuk membayar sisanya. 

Banyak orang yang membuat kesalahan dengan tidak menyiapkan dana darurat atau menggunakan tabungan untuk membiayai pengeluaran dalam kondisi genting. Tanpa persiapan yang baik, kesalahan-kesalahan umum ini justru dapat memperburuk keadaan keuangan Anda di masa mendatang. 

Berikut tips singkat untuk menghadapi kondisi darurat keuangan:

  1. Pahami situasi 
    Pertama, Anda harus yakin bahwa Anda benar-benar memahami keadaan sebelum mengambil keputusan. Ambil waktu untuk mempertimbangkan segala hal dan menghindari dampak jangka panjang akibat terlalu terburu-terburu mengambil keputusan. Jika Anda kehilangan pekerjaan, kecelakaan, atau tertimpa musibah, buatlah daftar kemungkinan-kemungkinan atau bantuan yang dapat Anda ambil dan pergunakan. 
  2. Buat rencana
    Setelah Anda memahami kondisi kegentingan keuangan serta alat yang dapat Anda pergunakan untuk mengatasi situasi darurat tersebut, mulailah membuat rencana. Carilah cara untuk membayar pengeluaran dadakan tersebut. Berbagai pilihan tersedia seperti dana darurat, klaim asuransi, atau sumber lainnya. Kreativitas juga akan sangat diperlukan untuk menggalang dana untuk membayar seluruh taguhan Anda. Anda dapat memilih untuk menjual barang-barang yang tak lagi dipergunakan, mencari pekerjaan sampingan, dan sebagainya. Beberapa kondisi darurat baru dapat diatasi dalam waktu yang cukup lama, namun, Anda pun akan memiliki waktu lebih panjang untuk membuat rencana dan menemukan solusi keuangan.
  3. Cari bantuan jika diperlukan
    Jangan pernah ragu untuk meminta bantuan jika Anda benar-benar memerlukannya. Sebagian besar orang akan terburu-buru untuk mencoba mengatasi keadaan darurat keuangan dan tidak sempat mendengarkan saran yang baik. Berkonsultasi dengan pakar memang relatif tidak murah tapi ini dapat membantu Anda merencanakan keuangan dengan lebih baik. Anda dapat memperoleh rekomendasi manajemen keuangan di tengah situasi genting – misalnya dalam mengambil pinjaman, menggunakan dana tunai, dan lain-lain. 
  4. Gunakan pinjaman daring untuk kebutuhan mendesak
    Pinjaman daring merupakan salah satu pilihan saat Anda membutuhkan dana untuk kebutuhan darurat berkat proses pengajuan pinjaman yang cepat dan kemudahan pencairan dana langsung ke rekening Anda. Namun, pastikan Anda memilih aplikasi pinjaman daring yang telah memiliki izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan Anda. Finmas merupakan salah satu aplikasi pinjaman daring yang sudah terdaftar dan memiliki izin operasi dari OJK, dan siap menjadi #SahabatFinansial ketika Anda membutuhkan dana darurat.
PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.