Sebelum Mengajukan Pinjaman, Ketahui Dulu Cara Hitung Bunga Pinjaman Berdasarkan Tenornya!

Sebelum Mengajukan Pinjaman, Ketahui Dulu Cara Hitung Bunga Pinjaman Berdasarkan Tenornya!

30/11/2021

Baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis, bunga pinjaman harus dipikirkan dengan baik. Tidak hanya sekadar mengetahui persentasenya, mengetahui cara menghitung bunga pinjaman itu juga perlu. Dengan begitu, Anda bisa memperkirakan besaran angsuran yang harus dibayar serta berapa lama sebaiknya tenor atau jangka waktu pelunasan yang Anda butuhkan.

Perlu diketahui bahwa jumlah kredit yang harus dilunasi atau dibayarkan berasal dari akumulasi atau total penjumlahan pokok pinjaman dengan bunga. Ada beberapa cara penghitungan bunga yang digunakan dalam aktivitas kredit atau pinjam meminjam yakni:

1.Bunga Pinjaman Flat

Penghitungan bunga flat untuk pinjaman merupakan yang paling mudah. Ini karena cara penghitungannya selalu sama setiap bulan. Besaran bunga flat yang dikenakan tergantung pada utang pokok. Bunga flat juga merupakan bunga pinjaman yang nilainya dihitung sesuai dengan tenor. Jenis bunga ini biasanya dipakai dalam pinjaman KTA atau Kredit Tanpa Agunan. Adapun rumusnya adalah:

Bunga Bulanan = (P x l x t)/JB

Ket:

P = Nilai Pokok Pinjaman

L = Besaran Suku Bunga

T = Tenor (Jangka Waktu Peminjaman)

JB = Jumlah bulan dalam masa kredit.

Untuk memudahkan Anda memahaminya, mari kita membuat simulasi. Anggaplah Anda memiliki pinjaman sebesar Rp10 juta dengan tenor 12 bulan. Pihak kreditur menetapkan besaran bunga pinjaman adalah 15% per tahun. Jadi, berapa kira-kira cicilan yang harus Anda bayar setiap bulannya?

Pertama, kita hitung terlebih dahulu pokok pinjaman. Nilai pokok pinjaman didapat dari total pinjaman dibagi tenor yakni Rp10 juta dibagi 12 bulan = Rp833.333 per bulan.

Perhitungan yang sama juga kita gunakan untuk memperoleh besaran bunganya. Bunga per tahun adalah 15% dari Rp10 juta = Rp1.500.000. Karena bunga dibayar setiap bulan, maka besarannya adalah Rp1.500.000 dibagi 12 bulan = Rp125.000.

Dari sini kita bisa mengetahui besaran cicilannya adalah jumlah utang pokok ditambah dengan bunga per bulan yakni Rp833.333 + Rp125.000 = Rp958.333 per bulan.

2.Bunga Pinjaman Efektif

Pinjaman dengan suku bunga efektif biasanya dikenakan pada kredit dengan tenor jangka panjang seperti KPR. Tidak seperti kredit dengan bunga flat, dengan suku bunga efektif, jumlah cicilan akan berkurang setiap bulannya. Ini karena jumlah bunga mengikuti nilai utang pokok yang belum dibayar. Adapun rumusnya adalah:

Bunga = SP x i x (30/360)

Keterangan:

SP = Saldo Pokok Pinjaman di Bulan Sebelumnya

I = Suku Bunga Per Tahun

30 = Jumlah Hari dalam Satu Bulan

360 = Jumlah Hari dalam Satu Tahun.

Untuk memahaminya, mari kita buat simulasi kembali. Anggaplah Anda mengambil pinjaman dengan jumlah Rp120 juta, bunga 10% dan tenor 12 bulan. Cicilan yang harus Anda bayar setiap bulan adalah Rp120 juta/12 bulan = Rp10 juta per bulan.

Jumlah bunga di bulan pertama = (Rp120 juta – (1-1) x Rp10 juta) x 10%/12 = Rp1 juta. Maka cicilan yang harus dibayar pada bulan pertama adalah Rp10 juta + Rp1 juta.

Pada bulan kedua, jumlah cicilan yang dibayar akan berkurang karena bunganya berkurang setelah dikurangi cicilan pada bulan sebelumnya. Dengan menghitung sampai 12 bulan, Anda akan mengetahui besaran cicilan yang harus dibayar setiap bulannya.

Itulah 2 cara menghitung bunga pinjaman. Pahami dengan baik sistem bunga yang dikenakan oleh perusahaan tempat Anda meminjam untuk memudahkan proses penghitungan cicilan.

PERHATIAN