Pertimbangan Dalam Memilih Platform Pinjaman Digital

Pertimbangan Dalam Memilih Platform Pinjaman Digital

19/03/2019
EDITOR : rainer.emanuel

Platform pinjaman digital telah membawa inovasi yang sangat dibutuhkan dalam industri pinjaman konsumen tradisional saat ini. Hal ini tentunya disebabkan oleh terbatasnya jangkauan kepada konsumen yang kurang terlayani oleh bank dan tidak fleksibelnya masa berlaku sebuah pinjaman. Akan tetapi konsumen harus lebih pintar dalam memilih platform pinjaman digital yang sedang marak di Indonesia.

  • Verifikasi Pinjaman Cepat
    Pada umumnya setiap pinjaman digital memiliki verifikasi yang cepat dalam persetujuan pinjaman, tapi tidak semua platform memiliki waktu verifikasi yang sama, bahkan masih ada beberapa pinjaman digital masih memiliki berbagai proses verifikasi sampai akhirnya pinjaman di tolak. Dinamika ini tentu di dukung dengan adanya inovasi dan kecanggihan teknologi terkini yang secara tepat dapat menilai kelayakan pinjaman seseorang dalam 24 hingga 72 jam. Platform online ini memungkinkan peminjam untuk memenuhi persyaratan pinjaman mereka dengan cepat dan dengan data seminimal mungkin.
  • Pinjaman Tanpa Jaminan
    Salah satu persyaratan dasar untuk mendapatkan pinjaman adalah dengan memiliki jaminan. Jaminan ini bisa dalam bentuk apa saja, mulai rumah, toko, kendaraan, emas hingga semua jenis aset lain yang telah resmi terdaftar. Adanya jaminan tersebut memastikan persetujuan yang di dapat dengan mudah dan cepat dari proses pinjaman. Platform pinjaman digital dengan berbasis teknologi terkini dapat memproses data secara real time dan menilai setiap peminjam berdasarkan parameter yang dapat diandalkan. Ini tidak hanya membutuhkan waktu yang cepat dalam proses verifikasi, tetapi juga menghasilkan hasil yang akurat serta memastikan kelayakan pinjaman kepada pemohon pinjaman.
  • Pinjaman Legal dan Ilegal
    Dengan bertambahnya platform pinjaman digital di Indonesia, otomatis bertambah juga platform pinjaman-pinjaman yang ilegal. Saat ini sudah ada 803 fintech terhitung sejak Juli 2018 hingga Februari 2019 yang teridentifikasi secara ilegal dan 99 fintech yang teridentifikasi secara legal. Sebagai konsumen yang pintar ada baiknya jika Anda melakukan pinjaman melalui platform pinjaman digital yang sudah terdaftar langsung di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Finmas merupakan salah satu platform pinjaman digital yang telah terdaftar dan teridentifikasi dalam 99 Fintech yang legal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.