Perhatikan Hal ini Sebelum Mengambil Pijaman Uang Pribadi

Perhatikan Hal ini Sebelum Mengambil Pijaman Uang Pribadi

30/10/2021

Siapa bilang ‘pinjam uang’ selalu berkonotasi negatif? Faktanya, ada juga, lho, pinjaman yang sifatnya ‘produktif’ dan dapat membantu Anda dalam beberapa kasus. Apalagi, dengan kemajuan teknologi saat ini. Hanya dengan usapan jari, Anda dapat menemukan beragam produk aplikasi pinjaman online terbaik dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Nah, mekanisme pinjam uang online ini dapat dipandang sebagai ‘angin segar’ bagi Anda yang membutuhkan suntikan dana. Terlebih, dalam situasi mendesak atau darurat. Tak butuh syarat ribet apalagi jaminan, hanya dalam hitungan jam, dana bisa langsung cair. Jumlah dan tenor pinjamannya pun bervariasi, bergantung kesepakatan.

Adapun salah satu jenis pinjaman yang dapat Anda manfaatkan, yaitu pinjaman online pribadi. Sistemnya dapat dikatakan sama—yaitu menawarkan beberapa kemudahan seperti benefit tanpa agunan atau persetujuan dalam hitungan jam—hanya saja, dana pinjaman berasal dari dana kantong pribadi pemilik modal individual atau lembaga. Anda dapat meminjam nominal tertentu, dan mengembalikannya dengan cara mengangsur per bulan sesuai tenor maupun bunga yang telah disepakati.

 

Apa Tanda Saya Butuh Pinjaman Uang Pribadi?

Kadang kala, ada beberapa kondisi yang memaksa Anda untuk meminjam uang. Tak peduli seketat apa pun Anda mengelola keuangan; situasi darurat kerap kali tak terelakkan.  Jika sudah begini, jangan dulu buru-buru mencari pinjaman. Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa kondisi di mana Anda dapat mengajukan pinjaman uang pribadi!

1. Kebutuhan Usaha atau Bisnis

Tak melulu soal pinjaman modal usaha, pemilik usaha juga mesti bersiap akan kebutuhan dana darurat terkait operasional. Pasalnya, ada beberapa kondisi tak ideal yang bisa saja mengintai, misalnya invoice yang tak kunjung cair atau pemasukan yang belum stabil; padahal biaya operasional untuk membayar gaji karyawan, sewa toko, biaya listrik, atau sejumlah perawatan inventaris harus terus berjalan.

Agar kinerja perusahaan dan cashflow tidak terganggu, Anda dapat mengajukan pinjaman pribadi. Cukup penuhi sejumlah syarat pinjaman online yang biasanya tidak terlalu banyak; dan dalam beberapa jam, dana untuk kebutuhan usaha akan langsung masuk ke rekening Anda.

2. Kondisi Darurat Medis

Tak ada seorang pun yang mengharapkan sakit, apalagi membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk berobat. Sayangnya, dalam hidup, ada kondisi yang tak dapat kita kontrol dan prediksi. Kendati ada pula orang yang melek dan mempersiapkan dana untuk asuransi kesehatan, praktiknya, kita tidak boleh menutup mata akan biaya-biaya yang belum ter-cover maksimal. Solusinya, dapat mendatangi pinjaman online 24 jam yang tersedia kapan pun Anda membutuhkan. Pastikan Anda menghubungi yang sudah tepercaya dan terdaftar OJK, ya!

3. Renovasi Rumah

Memiliki sebuah rumah tentu sudah sepaket dengan menyediakan dana untuk biaya perawatannya. Namun, sama seperti kesehatan, ada sejumlah kerusakan yang datangnya tak dapat kita perkirakan. Kondisi ini semakin darurat, jika rumah tersebut Anda tinggali setiap hari. Jika tidak dibenahi, sejumlah kerusakan seperti dinding retak, atap bocor, atau justru keramik lepas dapat berbahaya bagi penghuninya.  Dengan mengajukan pinjaman pribadi, masalah ini tak akan berlarut-larut menimpa Anda. Tentu saja, harus didampingi dengan perhitungan yang matang. 

4. Biaya Pendidikan

Bagi Anda yang sedang bersiap untuk berkeluarga, biaya pendidikan merupakan satu pos yang tak boleh luput disiapkan. Apalagi, setiap tahunnya kenaikan biaya pendidikan tergolong tinggi, yakni mencapai 20%. Ini belum termasuk beberapa keperluan yang sering kali tak masuk bujet, seperti anggaran buku, alat sekolah, seminar, atau justru karyawisata.

Sebaliknya, selain empat kondisi di atas, harap perhatikan pula sejumlah kondisi di mana mengajukan pinjaman pribadi bukan pilihan bijak bagi Anda. Apalagi, jika hal tersebut ditujukan untuk hal yang belum darurat, seperti kendaraan, elektronik, atau properti. Pertimbangkan pula kemampuan bayar, mengingat dalam situasi tertentu, ada orang-orang yang memiliki anggaran bulanan ketat atau justru utang dalam jumlah tak sedikit. Jangan sampai, alih-alih membantu, pinjaman uang pribadi justru membuat Anda menderita dan terlilit lebih banyak utang.

 

Ke Mana Saya Harus Cari Pinjaman Pribadi?

Pinjam ke bank mungkin pilihan yang paling aman. Sayangnya, hal tersebut bukan opsi yang dapat dipilih, terlebih saat situasi genting. Banyaknya syarat—termasuk agunan menjadi alasan.  Jika ingin mencari pinjaman pribadi nonbank, Anda dapat mencoba sejumlah pilihan di bawah ini!

1. Orang Terdekat

Orang terdekat dapat berupa keluarga atau teman yang Anda percayai. Bagaimanapun, hubungan yang dekat bisa menjadi jembatan untuk mendapatkan pinjaman dengan cepat. Namun, harus berhati-hati. Sebisa mungkin, tepati janji soal waktu dan nominal pelunasan. Jangan sampai, perihal pinjaman justru merusak hubungan yang telah dibina selama bertahun-tahun.

2. Koperasi

Biasanya, beberapa perusahaan memiliki koperasi yang dapat dimanfaatkan oleh para anggota untuk mendapatkan pinjaman. Syarat, tenor, dan cara pelunasannya pun tergolong ringan. 

3. Kartu Kredit

Hanya dalam kondisi darurat, Anda dapat menggunakan kartu kredit untuk memperoleh pinjaman tanpa jaminan. Namun, harus diingat, biasanya besarannya terbatas. Adapun seluruh dana yang Anda tarik harus dikembalikan sesuai cicilan per bulan, beserta bunganya.

4. Teknologi Finansial

Di Indonesia, ada banyak sekali perusahaan fintech yang menyediakan fitur pinjaman pribadi. Benefit yang ditawarkan pun bervariasi, seperti pinjaman online tenor panjang, pinjaman online bunga rendah, hingga pinjaman online langsung cair tanpa ribet. Syarat pinjaman pribadi nonbank ini pun cenderung mudah, mulai dari mendaftarkan diri dan melengkapi aplikasi data; pilih dan ajukan pinjaman; dan tahap terakhir: tinggal menunggu dana ditransfer langsung ke rekening.

Nah, pada beberapa perusahaan fintech seperti Finmas, sebelum mulai mengajukan pinjaman, Anda bahkan dapat mengukur kemampuan diri melalui simulasi penghitungan bunga dan besaran pengembalian. Soal legalitas dan keamanan, tidak lagi perlu khawatir. Pasalnya, Finmas juga telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

 

Cara Pilih Pinjaman Pribadi Nonbank

Memilih satu fintech tepercaya di tengah banyaknya layanan serupa di Indonesia memang bukan perkara mudah. Apalagi, hampir semua hadir dengan keunggulan serupa: proses pengajuan mudah, pencairan yang cepat, hingga tenor dan cicilan yang bervariasi. Saking mudahnya, tak heran jika pinjaman online pribadi punya banyak peminat.

Meski tidak memberikan jaminan, umumnya, ketika mengajukan pinjaman uang pribadi, Anda harus memenuhi sejumlah persyaratan. Aturannya, dapat berbeda-beda antarlembaga atau perusahaan, seperti menyerahkan fotokopi KTP dan NPWP, buku tabungan, hingga laporan keuangan. Terdapat pula batas usia minimal untuk mengajukan pinjaman, yaitu usia 21 tahun dan harus sudah memiliki pekerjaan--yang dibuktikan dengan slip gaji.

Namun, harus dipahami, di balik semua kemudahan tersebut, ada bahaya yang mengintai. Itu sebabnya, Anda harus tetap berhati-hati saat memilih pinjaman pribadi nonbank. Pasalnya, tak menutup kemungkinan Anda justru menjadi mangsa aplikasi pinjol ilegal yang rentan akan penyalahgunaan data bahkan kekerasan. Nah, untuk terhindar dari situasi tersebut, simak beberapa tips memilih pinjaman pribadi nonbank, yuk!

 

1. Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan

Langkah pertama sering kali yang paling krusial. Sebelum menggunakan layanan pinjaman pribadi nonbank, ada baiknya Anda memastikan perusahaan yang Anda pilih sudah terdaftar dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anda dapat mengeceknya melalui situs OJK. Adapun biasanya, sejumlah fintech yang terdaftar di OJK sudah melalui tahap verifikasi, mengikuti prosedur (terutama besaran bunga, denda, dan metode penagihan), serta mendapatkan pengawasan langsung.

2. Memiliki Kontrak yang Jelas 

Sebelum mengakhiri tahap pengajuan pinjaman, biasanya Anda akan diminta untuk menandatangani atau menyetujui kontrak. Namun, karena beberapa alasan, ada saja orang yang asal membaca dan langsung memberikan persetujuan; hingga akhirnya terjerat jebakan pinjol ilegal. Harus diingat, penting untuk membaca dan memahami kontrak, sebab di sana dijelaskan berbagai ketentuan seperti bunga, tenor, cara penagihan, nominal pinjaman, hingga denda yang harus Anda bayar ketika jatuh tempo. Jika menemukan kejanggalan seperti suku bunga yang tak transparan; biaya administrasi yang tak jelas; atau syarat lain yang berpotensi memberatkan, jangan ragu untuk menunda atau beralih ke perusahaan lain.

Jangan lupa untuk memeriksa elemen pendukung lain, seperti layanan konsumen yang jelas; tampilan yang ramah pengguna; serta situs resmi yang dimiliki oleh perusahaan fintech. Agar tidak terjadi pencurian data pribadi, Anda dapat mengecek ikon gembok di sisi kiri alamat situs.

3. Bandingkan Benefit

Setelah dua tahap di atas terlewati, saatnya menentukan fintech yang paling cocok dan nyaman. Cara paling mudah, yaitu dengan mulai memilih platform yang menawarkan banyak kemudahan. Beberapa platform pinjaman uang pribadi bahkan menawarkan bunga rendah, tenor panjang, dan sejumlah bonus seperti potongan atau cashback ketika Anda disiplin membayar cicilan. Tentu, seperti dua sisi mata uang, selain benefit jangan lupa mempertimbangkan masing-masing kekurangannya, ya. Beberapa risiko yang mungkin saja mengincar Anda, di antaranya:

  • Bunga tinggi. Tanpa pengawasan dan verifikasi yang memadai, Anda mesti waspada terhadap penyedia pinjol ilegal yang sering kali menetapkan bunga mencekik. Di sisi lain, tak seperti pinjaman dari orang terdekat atau justru koperasi; pinjaman online pribadi juga biasanya menetapkan besaran bunga yang relatif lebih tinggi. Pastikan Anda telah mengetahui sejelas mungkin tentang besaran bunga, tenor, beserta aturan pembayaran lain sebelum mendaftarkan diri.
  • Nominal pinjaman kecil. Pinjaman online mungkin bukan pilihan yang cocok bagi Anda yang butuh dana besar. Menawarkan syarat mudah dan  sering kali tanpa jaminan, wajar jika besaran dana yang diberikan biasanya tak terlalu besar; plus tempo pengembalian yang cukup singkat.
  • Hati-hati data pribadi. Perlindungan data pribadi merupakan isu serius yang sayangnya, sering kali terlupakan dalam mekanisme pinjaman online. Selain keberadaan pinjol ilegal yang tak terdaftar di OJK, sebagian besar peminjam yang belum memahami betul pentingnya jaminan keamanan data pribadi. Hal ini semakin berisiko, mengingat adanya izin akses ke ponsel yang rentan disalahgunakan. Jadi, jangan sampai Anda lupa akan risiko ini, ya.
  • Denda tak masuk akal. Jangan sampai terlambat membayar cicilan! Pasalnya, beberapa pinjol—terutama yang ilegal—kerap kali mengenakan biaya tambahan seperti denda atau uang administrasi tinggi saat Anda lewat tanggal pembayaran. Meski terasa tak masuk akal, bisa jadi situasi ini terjadi karena Anda tidak memahami kontrak dengan baik. Selain menyesuaikan kemampuan melunasi pinjaman, ada baiknya untuk selalu membaca kontrak dengan benar.

Nah itu dia hal-hal yang perlu Anda ketahui, sebelum menjadikan pinjaman uang pribadi sebagai opsi untuk masalah keuangan. Bagaimanapun, setiap pilihan memiliki plus dan minus yang harus dipertimbangkan dan disesuaikan dengan kemampuan diri. Selamat menemukan pinjaman pribadi terbaik!

PERHATIAN