Mengenal Pinjaman Online OJK, Pinjol Resmi di Indonesia

Mengenal Pinjaman Online OJK, Pinjol Resmi di Indonesia

26/10/2021

Teknologi yang makin canggih mengubah banyak hal dalam hidup kita. Teknologi mengubah cara kita berbelanja, berinteraksi, bahkan mengubah cara kita dalam mengakses keuangan. Hadirnya fintech atau teknologi keuangan sebagai salah satu inovasi di bidang finansial makin memudahkan kita dalam melakukan transaksi.

Fintech sendiri merupakan sebuah inovasi di bidang keuangan dengan memaksimalkan penggunaan teknologi. Produk-produk yang dihasilkan oleh fintech umumnya diberikan dalam bentuk mekanisme transaksi keuangan yang khusus atau spesifik. Salah satu jenis yang mungkin sudah pernah Anda dengar adalah pinjaman online atau pinjol.

Apa Itu Pinjaman Online?

Sesuai dengan namanya, pinjaman online adalah layanan pembiayaan secara online yang disediakan oleh perusahaan fintech. Tidak seperti mengajukan kredit ke bank, pengajuan pinjaman online umumnya lebih praktis. Calon peminjam tinggal menginstal aplikasi dari perusahaan fintech terkait, melakukan registrasi, kemudian mengajukan pinjaman.

Sama seperti pinjaman dari bank, pinjaman online juga dikenakan bunga dan memiliki batasan nilai tertentu yang bisa dipilih oleh calon peminjam. Umumnya mulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah. Tenor bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Selain cara pengajuan yang mudah, pinjaman online biasanya tidak memerlukan persyaratan yang rumit seperti kredit bank. Prosesnya yang cepat membuat pinjaman online jadi pilihan banyak orang, terutama mereka yang kesulitan karena tidak punya akses perbankan.

Meski dianggap memudahkan, masyarakat perlu waspada dan teliti dalam memilih perusahaan jasa peminjaman online. Pasalnya, saat ini ada banyak sekali perusahaan pinjaman online ilegal. Pinjol ilegal ini kerap meresahkan karena mengenakan bunga tinggi yang tidak masuk akal dan kerap menggunakan cara yang tidak profesional saat menagih pinjaman.

Lalu, bagaimana agar tetap aman dalam mengajukan pinjaman online? Pastikan Anda hanya memilih perusahaan penyedia layanan pinjaman online yang sudah mendapatkan izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Perusahaan pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK melakukan kegiatan operasional sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga peminjam akan terhindar dari tindakan yang merugikan.

Selain itu, dengan pengawasan dari OJK, nasabah bisa merasa aman. Karena semua aktivitas keuangan diawasi, nasabah bisa melapor segera jika ada hal-hal yang dianggap merugikan dalam kegiatan pinjam meminjam tersebut. Dengan begitu, Anda akan tetap merasa aman saat melakukan peminjaman.

OJK dan Fungsinya dalam Mengawasi Kegiatan Peminjaman Online

OJK atau Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga resmi milik pemerintah yang memiliki fungsi vital dalam penyelenggaraan sistem pengawasan dan pengaturan terintegrasi dalam kegiatan sektor jasa keuangan di Indonesia. OJK sendiri merupakan lembaga independen yang melaksanakan fungsi dan tugasnya tanpa campur tangan pihak lain. Adanya OJK diharapkan bisa menciptakan ekosistem keuangan yang lebih sehat, adil, akuntabel, transparan, teratur, dan aman bagi semua masyarakat Indonesia.

Fungsi OJK

Dilansir dari situs resmi OJK, lembaga ini memiliki fungsi melaksanakan sistem pengawasan dan pengaturan terintegrasi agar semua kegiatan di sektor jasa keuangan tanah air berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan begitu, semua hak-hak konsumen termasuk mereka yang menggunakan jasa pinjaman online OJK bisa terlindungi.

Tugas OJK

Berdasarkan fungsinya, OJK ditugaskan untuk melakukan berbagai misi penting di bidang keuangan. Selain mengawasi dan mengukur berjalannya layanan dalam industri jasa keuangan, OJK juga berhak melakukan penindakan jika ternyata ditemukan tindak yang merugikan dalam sektor keuangan.

Selain mengawasi perusahaan pinjaman online, tugas penting OJK dalam sektor finansial adalah melakukan perumusan dan penyusunan sistem pengawasan bank. OJK juga dapat menindak bank yang dianggap tidak melaksanakan tugas sesuai koridornya. Dengan pengawasan dan pemeriksaan dari OJK, pihak bank bisa menjadikannya acuan dalam melakukan perbaikan layanan. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat akan layanan yang baik dan memuaskan dapat terpenuhi.

Pinjaman Online Legal dan Ilegal

OJK sebagai lembaga pengawas terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya berhati-hati saat memilih pinjaman online. Pasalnya, saat ini sangat mudah menemukan penyedia jasa peminjaman uang yang tidak berizin. Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk mencari pinjaman online yang legal. Apa itu pinjaman online yang legal?

Pinjaman online yang legal adalah pinjaman online OJK yang sudah terdaftar secara resmi. Anda bisa memeriksa legalitas perusahaan peminjaman dengan melihat situs resmi perusahaan terkait. Anda akan menemukan logo OJK yang menjadi bukti bahwa semua aktivitas peminjaman yang dilakukan sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Selain itu, perusahaan peminjaman online yang legal juga terdaftar sebagai anggota AFPI (Asosiasi Pendanaan Bersama Indonesia). AFI sendiri merupakan lembaga yang ditunjuk langsung oleh OJK untuk mewadahi perusahaan-perusahaan teknologi keuangan di Indonesia.

Sebaliknya, perusahaan pinjaman online ilegal biasanya tidak mendapatkan izin dari OJK dan tidak terdaftar sebagai anggota AFPI. Untuk memastikan keanggotaan dan legalitas perusahaan peminjaman, Anda bisa memeriksanya di situs resmi AFPI. OJK juga secara berkala mengeluarkan daftar nama perusahaan peminjaman online yang resmi terdaftar dalam lembaga tersebut.

Ciri-ciri Pinjaman Online Legal dan Pinjaman Online Ilegal

Berdasarkan informasi yang tertera di situs Otoritas Jasa Keuangan, ada beberapa ciri pinjaman legal yang wajib Anda ketahui antara lain:

  • Terdaftar secara resmi di OJK
  • Tidak menawarkan layananannya lewat pesan pribadi seperti SMS atau WhatsApp
  • Perjanjian peminjaman termasuk bunga dan biaya administrasinya bersifat transparan.
  • Nasabah yang tidak mampu membayar cicilan setelah 90 hari akan di-blacklist sehingga tidak bisa meminjam ke perusahaan peminjaman online lainnya.
  • Memiliki alamat kantor yang jelas, situs yang profesional, media social, serta menyediakan layanan pengaduan bagi nasabah
  • Pada saat pendaftaran, perusahaan pinjaman online legal hanya meminta izin untuk mengakses lokasi, mikrofon, dan kamera saja di gadget peminjam.
  • Proses penagihan dilakukan secara profesional sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Sebaliknya, perusahaan pinjaman online ilegal juga memiliki sejumlah ciri-ciri yang patut diwaspadai seperti:

  • Tidak memiliki izin dari OJK
  • Menawarkan layanan lewat pesan pribadi baik SMS maupun WhatsApp
  • Proses pencairan pinjaman cenderung sangat mudah.
  • Biaya administrasi termasuk bunga tidak jelas.
  • Tidak punya alamat kantor yang jelas dan tidak memiliki layanan pengaduan
  • Saat nasabah mendaftar, mereka meminta izin akses ke gadget nasabah sehingga mereka bisa mengakses semua informasi di dalamnya.
  • Proses penagihan tidak profesional dengan adanya ancaman, intimidasi, hingga teror.

Tips Menghindari Pinjaman Online Ilegal

Dalam situasi terdesak, banyak orang tidak berpikir panjang untuk mengajukan pinjaman. Tidak sedikit nasabah yang terjebak pinjaman abal-abal yang bunganya selangit. Belum lagi, cara penagihan yang tidak profesional serta kebocoran data yang kerap terjadi. Agar Anda tidak menghadapi situasi semacam ini, ada beberapa tips menghindari pinjaman online ilegal yang bisa Anda terapkan. Apa saja?

  1. Pastikan Aplikasi yang Akan Digunakan Terdaftar di OJK

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu ciri sebuah perusahaan peminjaman beroperasi secara resmi adalah adanya izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan. Selain dengan melihat logo OJK pada situs dan aplikasi peminjaman terkait, tidak ada salahnya melakukan pengecekan langsung ke situs OJK untuk memastikan perusahaan tersebut bukan pinjol nakal.

  1. Lihat Rekam Jejaknya

Ada banyak perusahaan pinjaman online yang awalnya beroperasi sesuai dengan aturan dan memiliki izin dari OJK, tetapi kemudian melenceng dalam aktivitas operasionalnya. Hal-hal semacam ini juga perlu diwaspadai dengan baik. Periksa rekam jejak digital perusahaan pinjaman online yang akan Anda gunakan jasanya. Apakah mereka pernah terlibat kasus yang merugikan nasabah? Apakah izin OJK yang mereka miliki belum dicabut dan lain sebagainya.

OJK selalu mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan segala tindak merugikan dari perusahaan peminjaman online ini. Dengan begitu, pinjol nakal yang tadinya sudah terdaftar bisa segera dicabut izinnya agar tidak merugikan lebih banyak orang lagi.

  1. Hindari Meminjam dalam Jumlah Terlalu Besar

Kebanyakan perusahaan peminjaman online tidak menawarkan pinjaman uang yang nilainya lebih besar dari Rp100 juta. Anda perlu mewaspadai tawaran pinjaman dengan jumlah yang terlalu besar. Perhatikan dengan baik besaran bunga dan cara perhitungannya. Jangan sampai Anda menyesal setelah tahu bunganya ternyata mencekik leher.

  1. Hati-hati terhadap Pencurian Data

Untuk mengajukan pinjaman online, persyaratan yang umum biasanya adalah KTP dan foto selfie dengan KTP. Jika perusahaan peminjaman meminta akses penuh ke perangkat yang Anda gunakan apalagi meminta foto kartu ATM, Anda harus waspada. Karena itulah, penting untuk memilih perusahaan dengan kredibilitas yang baik.

  1. Pastikan Anda Membaca Semua Ketentuan yang Ditetapkan

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para peminjam adalah enggan membaca syarat dan ketentuan. Inilah yang kemudian membuat mereka terjebak pada perjanjian-perjanjian yang merugikan. Misalnya, pinalti atau denda yang tidak masuk akal atau ancaman untuk menyebarkan data pribadi jika tidak membayar. Baca dengan saksama semua aturannya agar pinjaman yang Anda buat tidak seperti ‘membeli kucing di dalam karung’.

Daftar Fintech Pinjaman Online OJK

Per Oktober 2021, OJK kembali merilis perusahaan fintech pinjaman online yang berizin dan terdaftar di OJK. Saat ini, ada total 116 perusahaan yang bergerak di bidang peminjaman online yang memiliki izin operasional dari OJK. Sebanyak 98 perusahaan berstatus terdaftar dan berizin sementara 8 perusahaan lainnya berstatus terdaftar. Beberapa perusahaan yang memiliki status berizin dan terdaftar antara lain adalah:

  1. Danamas

Beroperasi di bawah naungan PT Pasar Dana Pinjaman, Danamas merupakan perusahaan fintech pertama yang mendapatkan izin dari OJK. Saat ini, Danamas memiliki lebih dari 1,5 juta peminjam aktif dengan total miliaran dana yang telah disalurkan.

  1. Amartha

Amartha beroperasi di bawah PT Amartha Mikro Fintek. Sebagai perusahaan microfinance, Amartha tidak hanya memberikan pinjaman modal bagi pengusaha mikro yang membutuhkan tetapi juga menyediakan wadah bagi masyarakat yang ingin menjadi pemodal.

  1. Finmas

Berada di bawah naungan PT Oriente Mas Sejahtera, Finmas memiliki komitmen untuk menyediakan pendanaan dengan cepat, mudah, serta terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Selain terdaftar di OJK, Finmas juga merupakan anggota AFPI.

Itulah beberapa informasi terkait pinjaman online OJK yang perlu Anda ketahui. Semoga artikel ini bisa membantu Anda menemukan jasa peminjaman terbaik.

PERHATIAN