Mengenal Lebih Jauh Kelebihan dan Kekurangan PayLater

Mengenal Lebih Jauh Kelebihan dan Kekurangan PayLater

27/01/2022

Jika Anda gemar berbelanja online, tentunya tidak asing dengan fitur PayLater . Tidak jarang, platform belanja berbasis daring akan langsung menawarkan Anda fitur tersebut bila sudah lama berlangganan. Nah, untuk mengenal lebih jauh tentang PayLater, mari kita simak pengertian, kelebihan, hingga kekurangan dari fitur itu.

Definisi PayLater

PayLater  sebenarnya hampir sama dengan kartu kredit. Anda bisa membeli barang terlebih dahulu atau berbelanja dengan sistem berutang. Nantinya, pembayaran akan dilakukan saat sudah jatuh tempo.

Umumnya, sebuah e-commerce hanya akan memberikan fitur ini kepada para pelanggan yang dianggap sudah memenuhi syarat. Dalam menjalankan program PayLater, marketplace biasanya bekerja sama dengan pihak ketiga, seperti misalnya bank, lembaga pembiayaan, dan jenis lembaga keuangan lainnya.

Walaupun hampir sama dengan kartu kredit, fitur ini memiliki sedikit perbedaan. Sebagai contoh, jika kartu kredit memiliki tenor hingga 36 bulan, PayLater menawarkan tenor yang lebih singkat—hanya sampai 12 bulan saja.

PayLater memang memberikan banyak kemudahan. Namun, ada juga kekurangan yang dimiliki fitur ini. Jika Anda berminat menggunakan PayLater, sebaiknya pahami dahulu kelebihan dan risikonya berikut ini.

Kelebihan PayLater

  1. Prosesnya lebih cepat dan mudah

PayLater umumnya menggunakan sistem beli sekarang dan bayar nanti. Proses pinjaman ini juga lebih cepat dan praktis. Cara pendaftarannya pun tidak berbelit. Ditambah lagi, fitur ini lebih mudah dan cepat diaktifkan dibandingkan menggunakan kartu kredit.

Hal tersebut tentunya bisa membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, khususnya di saat banyak kebutuhan mendesak yang harus dibeli.

  1. Tenor Pinjaman yang Bervariasi

Fitur ini biasanya memiliki jangka waktu pinjaman (tenor) yang bervariasi. Anda bisa memilih tenor 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan, ataupun 12 bulan. Jika tenor yang diambil kecil, maka bunganya pun makin kecil.

  1. Tersedia Banyak Promo

Pihak e-commerce juga menyediakan banyak promo untuk pengguna fitur ini, seperti misalnya diskon pembelian, biaya penanganan, dan jenis penawaran menarik lainnya.

Kekurangan PayLater

  1. Bunga dan Denda yang Cukup Tinggi

Layanan PayLater ini juga memiliki bunga cicilan. Nilai bunga cicilan cukup tinggi         terkadang bisa mencapai 2%.  Belum lagi adanya denda keterlambatan pembayaran. Jadi, sebelum memakai fitur PayLater, sebaiknya pertimbangkan kembali soal risiko bunga dan denda keterlambatannya yang tinggi.

  1. Data Pribadi yang Kurang Aman

Untuk mengaktifkan layanan ini, memerlukan identitas diri. Hal ini cukup riskan untuk diretas. Risiko penyalahgunaan data pribadi oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab bisa saja terjadi. Maka dari itu, pastikan Anda memilih program PayLater yang benar-benar aman.

3.   Budaya Konsumtif dan Berutang

Proses pinjaman dan pendaftaran yang mudah pada program Paylater terkadang bisa membuat pembeli jadi kalap. Alhasil, Anda dapat berbelanja barang-barang yang sekiranya kurang penting. Budaya konsumtif tentunya bisa membuat keuangan Anda menjadi tidak sehat.

Pun, sama halnya dengan budaya berutang yang bisa memengaruhi kesehatan keuangan, terlalu banyak cicilan juga dapat mencegah Anda untuk rutin menabung dan mulai berinvestasi.

Tips Memakai PayLater

Jika Anda benar-benar tertarik menggunakan PayLater , sebaiknya perhatikan beberapa tips di bawah ini :

  1. Pastikan PayLater  yang Anda pilih sudah diawasi oleh OJK.
  2. Pelajari terlebih dahulu kontrak perjanjian, cicilan, bunga, denda, dan sebagainya.
  1. Disiplinlah untuk melunasi cicilan tepat waktu.
  2. Menahan diri untuk membatasi jumlah pinjaman. Sesuaikan pinjaman dengan kondisi keuangan Anda.

Demikian tadi pembahasan mengenai pengertian, kelebihan, dan kekurangan PayLater . Jika Anda tertarik menggunakan layanan PayLater, pastikan untuk memilih yang sudah diawasi oleh OJK. Hal ini demi kenyamanan dan keamanan Anda. Selain memanfaatkan fitur PayLater, Anda juga bisa menggunakan aplikasi pinjaman online seperti Finmas, yang sudah terbukti kredibel dan diawasi OJK.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.