Mengenal Jenis-Jenis Startup Fintech di Indonesia

Mengenal Jenis-Jenis Startup Fintech di Indonesia

08/12/2021

Teknologi finansial (financial technology), atau yang lebih sering disebut fintech, merupakan teknologi baru yang mengembangkan dan mengotomatiskan penyediaan dan penggunaan layanan keuangan. Fintech diselenggarakan oleh perusahaan terkait untuk membantu memodernisasi sistem, operasi, dan proses dari institusi finansial.

Saat ini, perkembangan fintech terbilang pesat di Indonesia. Ratusan perusahaan fintech berizin resmi telah beroperasi di dalam negeri. Masing-masing pun menawarkan layanan yang berbeda. Semua perusahaan tersebut diatur dan diawasi oleh dua entitas, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Penasaran info lebih lanjut tentang fintech di Indonesia? Sahabat Finmas dapat menyimak pembahasan jenis-jenis fintech startup dalam negeri berikut!

Sekilas tentang Fintech Startup

Fintech startup merupakan perusahaan rintisan yang menjalankan bisnis di bidang layanan finansial berbasis teknologi. Jenis perusahaan ini bersaing dengan penyedia jasa keuangan tradisional berkat solusi yang lebih efisien dan pengalaman pengguna yang berkualitas tinggi.

Setiap perusahaan rintisan fintech harus mengikuti regulasi dan proses pemeriksaan dari OJK. Berikut tahapan yang perlu dilalui untuk lolos penilaian:

  • Mendaftarkan startup ke OJK.
  • Menjalani mekanisme regulatory sandbox untuk menentukan fungsi bisnis.
  • Memilih salah satu bidang di antara perbankan, nonbank, industri keuangan, dan pasar modal. Kemudian, menyerahkan permintaan ke regulatory sandbox.
  • Menunggu proses uji coba selama 1 tahun. Waktu dapat bertambah 6 bulan apabila dibutuhkan.
  • Memproses izin fintech ke OJK.

Jenis-Jenis Fintech Startup di Indonesia

1. Manajemen Kekayaan dan Keuangan Pribadi

Startup ini melayani konsumen dengan bantuan pengelolaan kekayaan dan keuangan probadi, tanpa harus menemui penasihat keuangan di perbankan. Contoh perusahaan rintisan yang sejenis, yaitu Akulaku, Ajaib, dan Jojonomic.

2. Pembayaran

Jenis perusahaan rintisan fintech ini khusus mengelola pengiriman uang ke pihak lain tanpa melalui perbankan. Contoh startup yang populer, antara lain, Dana, GoPay, LinkAja, Flip, dan OVO.

3. Remitansi

Perusahaan rintisan fintech berbasis remitansi membantu pengiriman uang secara internasional. Contoh bisnis dari jenis ini adalah Intrajasa.

4. Sistem POS (Point of Sale)

Jenis startup ini menyediakan sistem POS untuk membukukan keuangan secara digital. Beberapa contoh perusahaan fintech terkait, antara lain, Omegasoft, Bimasakti, dan Deal-POS.

5. Pinjaman

Perusahaan rintisan fintech berbasis pemberian pinjaman memudahkan masyarakat yang tidak memahami atau tidak dapat meminjam di lembaga perbankan. Startup ini menggunakan perangkat lunak canggih yang dapat memeriksa dokumen-dokumen nasabah. Contoh startup pinjaman di Indonesia, yakni Finmas, KoinWorks, Indodana, dan Julo.

6. Asuransi

Berikutnya, ada startup yang berfokus pada distribusi asuransi. Beberapa contoh perusahaan rintisan fintech terkait, antara lain, Lifepal, Asura, Cermati, dan Qoala.

7. Penggalangan Dana

Tipe startup ini menjadi sarana pengumpulan dana untuk membiayai suatu kegiatan. Contoh-contoh startup penggalangan dana, yaitu Kitabisa, WeCare, Ethis, dan Bizhare.

8. Kripto dan Blockchain

Perusahaan rintisan fintech di bidang kripto dan blockchain melayani konsumen yang ingin bertransaksi jual beli mata uang kripto. Contoh dari jenis startup ini, antara lain, Blocksphere, Duitku, Hara, dan Indodax.

Demikian sekilas informasi tentang fintech startup di Indonesia dan jenis-jenisnya yang perlu Anda ketahui. Selama bertahun-tahun, perusahaan-perusahaan fintech telah membantu masyarakat dalam negeri untuk memperoleh pembiayaan secara digital. Tak heran, semakin banyak orang tertarik untuk menggunakan layanan fintech.

Namun, perlu diingat! Pilihlah perusahaan fintech yang resmi dan sudah terdaftar di OJK, seperti Finmas. Jangan sampai terjebak dengan layanan fintech ilegal yang malah merugikan Anda. Semoga informasi kali ini bermanfaat, ya!

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.