Mendapat Modal untuk Bisnis Tak Lagi Susah, Begini Caranya!

Mendapat Modal untuk Bisnis Tak Lagi Susah, Begini Caranya!

02/11/2021

 

Pebisnis mana yang tak ingin usahanya maju dan berkembang? Untuk mewujudkannya, beragam cara pun dilakukan. Mulai dari menjajal metode promosi menarik; mendirikan cabang di daerah lain; hingga terus berinovasi dan meluncurkan produk-produk terbaru.

Sayangnya, meski beragam biaya sesungguhnya dapat ditekan dengan ide kreatif,  ada beberapa situasi di mana penambahan modal usaha menjadi keharusan. Sementara tak semua orang punya dana yang cukup, dalam situasi darurat, upaya mencari investor pun tak dapat dilakukan instan dan mudah. Jika sudah begini, mencari pinjaman modal usaha dapat dijadikan alternatif pilihan untuk menghimpun dana segar.

Nantinya, pemilik usaha dapat memanfaatkan modal usaha ini untuk membeli perlengkapan baru; menambah jumlah karyawan; bereksperimen dan menciptakan produk baru; hingga menambah kuantitas dan melakukan ekspansi bisnis. Beruntung, perkembangan teknologi telah berkontribusi dalam melahirkan banyaknya perusahaan fintech dengan sejumlah program pinjaman tanpa jaminan yang memudahkan pengusaha.  Namun, sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya untuk mempertimbangkan kebutuhan pinjam uang online lebih dulu.

 

Ajukan Pinjaman Modal Usaha Jika…

Tak merugi, tetapi tak untung. Kadang kala, kondisi stagnan bikin pengusaha harus  putar akal. Apalagi, jika lama-lama modal dalam bentuk inventaris tak lagi seprima dulu. Meski belum merugi, bisa saja kerusakan alat, biaya operasional yang harus tetap berjalan, atau justru dana yang menipis akibat minimnya keuntungan dapat berujung pada kebangkrutan.

Segalanya tentu mudah, jika Anda sudah memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan bisnis, plus dana darurat untuk berjaga-jaga. Namun, jika Anda sudah ada dalam kondisi merugi yang terus-menerus, bisa jadi ini adalah alarm bagi Anda untuk mempersiapkan modal tambahan untuk memperbaiki arus kas. Adapun fungsi modal tambahan, salah satunya adalah untuk memperbaiki perlengkapan yang rusak; atau justru mempersiapkan stok cadangan. Jangan lupa, sisihkan pula sebagian biaya untuk melakukan ekspansi dan membuka cabang baru, yang dalam jangka panjang dapat mengembangkan skala usaha maupun pendapatan Anda. 

Di tengah berbagai kemudahan menambah modal usaha melalui pinjaman pribadi nonbank, sebenarnya ada jenis-jenis usaha tertentu yang membutuhkan suntikan dana. Terlebih, di masa pandemi seperti saat ini. Mengingat besaran nominal maupun jangka waktu pembayaran, mayoritas usaha sendiri berskala kecil (UMKM). Lantas apa saja jenis usaha yang memerlukan pinjaman modal?

1. Usaha Sampingan Individual

Hanya memiliki satu sumber pekerjaan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan; atau bahkan aktualisasi diri. Pun itu sebabnya, tak sedikit orang yang mulai membangun usaha sampingannya masing-masing. Bentuknya beragam, seperti yang berbasis jasa (laundry, katering, desain grafis, penulis/penerjemah lepas, konsultan, les privat, marketing properti, dan masih banyak lagi) atau jual-beli barang (jasa titip-beli, toko/warung kopi, dropshipper, hingga jual beli kendaraan/elektronik).

Meski diawali dengan modal yang relatif kecil—atau justru tanpa modal—bukan berarti jenis usaha ini tak butuh ekstra dana. Apalagi, jika si pemilik ingin bertujuan untuk menambah omzet atau sekadar mengembangkan usaha. Peruntukkannya pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari biaya transportasi, biaya penyelenggaraan alat seperti laptop, hingga biaya modal awal. Nominalnya bahkan semakin besar, untuk jenis-jenis usaha sampingan yang berbasis jual-beli, seperti toko atau warung kopi.

2. UMKM

Pada UMKM, kebutuhan akan pinjaman modal usaha biasanya datang tak diprediksi. Meski perihal modal dan kemudahan usaha, ada dukungan penuh dari pemerintah; kadang kala proses pengajuan kredit masih memakan waktu lama dan tak semudah pinjaman online pribadi. Skemanya pun masih melalui bank; dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi terlebih dulu.

Bagi UMKM, terdapat dua cara untuk menemukan pinjaman modal. Pada lembaga keuangan dari pemerintah—ada pegadaian, asuransi, koperasi, atau lembaga dana pensiun; atau pinjaman fintech. Pada lembaga keuangan pemerintah, syaratnya masih relatif sama, yaitu harus menjadi anggota dan membayarkan iuran; membayar bunga dengan tenor tertentu; dan memberikan jaminan. Sementara itu, pada fintech, syaratnya sedikit kendur. Sebagian besar di antaranya bahkan memberikan kemudahan pinjaman online tenor panjang, pinjaman online bunga rendah, dan yang paling menggiurkan: pinjaman tanpa jaminan.

Lantaran berbasis teknologi, proses pengajuannya pun lebih praktis. Anda hanya perlu mengunduh aplikasi atau mengunjungi situs terkait; mengisi data diri; mengajukan pinjaman berikut besaran bunga dan tenor; serta melakukan pembayaran sesuai waktu yang telah disepakati. Untuk melengkapi pengalaman Anda, beberapa perusahaan bahkan telah melengkapi layanannya dengan fitur investasi, perencanaan keuangan, atau riset keuangan.  

 

Cara Melakukan Pinjaman Modal Usaha

Terdapat dua cara untuk mendapatkan pinjaman modal usaha: bank dan nonbank. Berikut adalah beberapa tahap yang harus Anda lewati, saat ingin mengajukan pinjaman uang.

Pinjaman Bank

Dalam situasi darurat, meminjam uang ke bank memang bukan perkara mudah. Namun, bukan berarti tak layak dicoba. Sebagai pengusaha, bank sendiri telah menyediakan beragam produk pinjaman yang dapat Anda akses, seperti pinjaman dengan atau tanpa agunan, Tingkat suku bunga yang diberikan pun relatif rendah.

Selain memastikan data diri telah diisi dengan benar, ada baiknya Anda memberikan rincian jelas, terkait tujuan usaha. Sebagai pemberi pinjaman, bank harus yakin terhadap kemampuan Anda dalam mengembalikan dana sesuai tempo dan besaran. Anda dapat memberikan sedikit gambaran, bahwa usaha Anda benar-benar prospektif di masa depan melalui proposal yang benar-benar memadai.

Jangan lupa melengkapi berbagai persyaratan yang sudah ditentukan. Semakin baik Anda mengikuti prosedur, semakin cepat proses verifikasi dan semakin besar kesempatan pinjaman Anda disetujui oleh bank. Umumnya, terdapat beberapa dokumen pribadi yang harus disiapkan, seperti fotokopi KTP, kartu keluarga, slip gaji, buku tabungan, hingga mutasi keuangan, hingga laporan keuangan. Siapkan pula surat-surat kepemilikan barang atau properti sebagai jaminan.   

Pinjaman Nonbank             

Pinjam ke orang terdekat seperti keluarga atau teman; koperasi; pegadaian; atau kartu kredit dapat jadi solusi pinjaman pribadi nonbank paling mudah. Namun, hal ini bukan tanpa risiko, sebab tak semua dapat memberikan kepastian pinjaman dengan jumlah sesuai yang kita butuhkan atau syarat yang mudah. Pada lembaga seperti koperasi atau pegadaian, misalnya. Ada agunan yang dibutuhkan sebagai ‘jaminan’ jika sewaktu-waktu terjadi masalah dan proses pengembalian utang.

Adapun pinjaman online hadir sebagai alternatif yang menawarkan berbagai kemudahan seperti persyaratan yang mudah; fleksibilitas tinggi sebab dapat dilakukan secara daring; proses persetujuan dan pencairan yang cepat—bahkan hanya dalam beberapa jam; hingga pinjaman tanpa jaminan. Pada sejumlah kondisi darurat terkait modal usaha, ada pula sejumlah perusahaan fintech yang memfasilitasi pinjamannya dengan benefit lain, seperti pinjaman online tenor 12 bulan, bunga rendah, atau pinjaman online 24 jam sehingga dapat diakses sewaktu-waktu.

Di tengah iming-iming manis fintech ilegal, Anda perlu tetap berhati-hati saat mengajukan pinjaman. Tahap pertama, biasanya diawali dengan mengunduh atau mengunjungi situs fintech, lalu melengkapi form pendaftaran dan melampirkan dokumen secara online. Untuk menghindari kerugian, Anda perlu membaca dan memahami kontrak (atau laman persetujuan) sejelas mungkin. Khususnya, pada besaran bunga yang dibebankan; biaya administrasi (atau tambahan biaya lain); tenor; hingga cara pembayaran.

Paling penting, pastikan perusahaan yang Anda pilih sudah memiliki izin jelas dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Langkah ini melindungi Anda bertemu dengan fintech bodong, yang biasanya terlibat dalam sejumlah pelanggaran seperti banyaknya biaya administrasi; bunga yang mencekik; tenor yang terlalu pendek; hingga pencurian dan penyalahgunaan data pribadi.

 

Mengenal Jenis Pinjaman Modal Usaha

Buyer Financing

Buyer financing merupakan jenis pinjaman yang dapat Anda manfaatkan ketika ada kebutuhan pembelian secara berkala dalam jumlah besar—inventaris, produk untuk dijual, dsb.—sementara di satu sisi, Anda memiliki kewajiban untuk menjaga cashflow perusahaan. Biasanya, jenis pinjaman ini membutuhkan beberapa dokumen terkait legalitas perusahaan (akta pendirian, surat izin usaha, NPWP, hingga laporan keuangan) serta bukti pembelian atau invoice pemesanan.

Account Receivable Financing

Pada situasi tertentu, pengajuan pinjaman usaha di bank kadang kala harus terhambat karena pengusaha memiliki piutang yang belum dilunasi. Nah, jika berada di situasi ini, Anda dapat mengajukan jenis pinjaman account receivable financing (pembiayaan piutang). Adapun piutang tersebut dapat Anda jadikan jaminan untuk mendapatkan suntikan dana segar, sehingga kegiatan operasional dapat tetap berjalan.  

Account Payable Financing

Account payable financing merupakan fasilitas pinjaman modal usaha di mana bank akan ‘membayarkan’ terlebih dulu utang yang dimiliki oleh pemilik usaha, kepada pihak ketiga (seperti produsen atau supplier). Dengan kata lain, bank akan bertindak sebagai pembeli untuk bidang perdagangan atau industri yang harus ‘memutar’ arus kas melalui penjualan secara berkala.

Invoice financing

Sesuai namanya, invoice financing merupakan jenis pembiayaan jangka pendek yang diberikan bank dengan jaminan tagihan yang belum dibayar oleh customer atau klien pemilik usaha. Dengan invoice financing, para pelaku usaha dapat tetap berkegiatan dan mengelola operasionalnya tanpa perlu menunggu pelunasan invoice dari customer. Adapun karena sifatnya jangka pendek, proses pengajuan dan pencairannya pun cenderung lebih mudah.  

 

P2P Sebagai Platform Pinjaman Modal Usaha

Berbasis daring, Peer to Peer (P2P) Lending menjadi salah satu upaya mendapatkan pinjaman modal usaha dengan cara yang lebih praktis, mudah, dan cepat.  Serupa jenis pinjaman online lain, tahap pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mengunjungi aplikasi dan mengisi data diri secara lengkap—termasuk besaran dana yang dibutuhkan, plus jangka waktu pengembalian serta bunga. Selanjutnya, cukup tunggu hingga pengajuan pinjaman disetujui dan dana dikirim langsung ke rekening Anda.

Adapun beberapa keunggulan P2P sebagai platform pinjaman modal usaha, di antaranya (1) proses pencairan dana yang lebih cepat, sebab tak  seperti pinjaman online yang berasal dari dana perusahaan, P2P menggabungkan para investor secara kolektif untuk menghimpun dana sebagai modal pembiayaan; (2) suku bunga  dan tenor bersaing yang dapat disesuaikan dengan kemampuan usaha Anda; (3) tanpa jaminan; serta (4) jaminan keamanan karena sejumlah fintech telah terdaftar secara resmi dan berada di bawah pengawasan langsung OJK.

Setelah membaca penjelasan di atas, Anda tentu sudah semakin yakin: asalkan disiplin dan mengikuti prosedur secara tepat, pelaku usaha mana pun dapat terus mengembangkan bisnisnya tanpa perlu khawatir tak cukup modal. Apalagi, cara pengajuan pinjaman modal usaha tak lagi sulit dan berbelit, sebab di Indonesia, kini sudah ada banyak platform pinjaman online yang dapat Anda gunakan.

PERHATIAN