Memilih Tenor Pinjaman Online, Singkat atau Panjang?

Memilih Tenor Pinjaman Online, Singkat atau Panjang?

28/10/2021

Sekarang ini, kebutuhan masyarakat akan pinjaman makin meningkat. Kondisi tersebut tentu tidak terlepas dari menurunnya kemampuan ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID-19 selama dua tahun belakangan. Berdasarkan observasi singkat, masyarakat umumnya membutuhkan suntikan dana darurat untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi harian, pengembangan bisnis, pembelian keperluan sekolah, dan lainnya

Berkaitan dengan aktivitas kredit ini, Anda (sebagai seorang calon debitur) harus mempelajari sebuah istilah penting, yaitu “tenor”. Ya, Anda wajib memahami apa itu dan bagaimana cara kerja tenor sehingga pengajuan pinjaman pribadi nonbank Anda akan berjalan lancar. Untuk itu, silakan baca ulasan lengkap berikut.

 

Apa Itu Tenor Pinjaman?

Secara umum, istilah tenor dalam skema pinjaman dapat diartikan sebagai durasi atau satuan waktu pelunasan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak terlibat, yakni kreditur dan debitur. Dengan kata lain, tenor pinjaman adalah jangka waktu atau masa pelunasan utang. Agar lebih paham, simak ilustrasi berikut.

Anda berencana untuk mengajukan pinjaman uang 5 juta atau pinjaman modal usaha ke bank atau perusahaan Fintech P2P Lending (seperti Finmas). Sebelum mencairkan dana, kedua penyedia jasa keuangan tersebut mengharuskan calon nasabah untuk memilih lamanya waktu pelunasan utang: 1 bulan, 2 bulan,  3 bulan, atau seterusnya. Seandainya, Anda memilih durasi 3 bulan maka pinjaman tersebut harus lunas selama tiga bulan cicilan. Nah, waktu 3 bulan inilah yang disebut tenor.

Sebagai informasi, tenor pinjaman dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu panjang/lama dan pendek/singkat. Keduanya berbeda berdasarkan jumlah pinjaman, durasi pengembalian, dan suku bunga. Umumnya, makin besar jumlah kredit maka makin lama masa pinjaman yang ditawarkan. Selain itu, nasabah juga akan dikenai akumulasi bunga yang lebih tinggi untuk tenor panjang.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa pilihan tenor pinjaman di bank dan pinjaman online di fintech umumnya menawarkan durasi berbeda. Bank rata-rata memberikan pinjaman lebih besar sehingga tenor singkatnya biasa dimulai dari 1 tahun, sedangkan tenor panjangnya bisa mencapai 20 tahun. Sementara itu, pinjaman online di fintech menawarkan tenor singkat 1 bulan dan tenor panjang sampai 12 bulan.

Sehubungan dengan perbedaan kategori tenor tersebut, pembahasan sebaiknya difokuskan pada pendanaan Fintech P2P Lending saja. Pasalnya, masyarakat lebih cenderung memilih pinjam uang online dari berbagai aplikasi Fintech P2P Lending dibandingkan ke bank.

Hal ini tentu tidak lepas dari kemudahan yang ditawarkan oleh banyak aplikasi pinjaman online terbaik. Salah satunya adalah Finmas yang hanya meminta e-KTP dan slip gaji/kartu pegawai sebagai syarat pinjaman online.

 

Tenor Pinjaman Online di Fintech P2P Lending

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, tenor pinjaman online dari Fintech P2P Lending rata-rata tidak lebih dari 1 tahun. Merangkum dari beberapa aplikasi Fintech P2P Lending, jangka waktu pelunasan pinjaman online OJK umumnya ditawarkan sebagai berikut.

  • 30 hari/1 bulan
  • 60 hari/2 bulan
  • 90 hari/3 bulan
  • 120 hari/4 bulan
  • 150 hari/5 bulan
  • 180 hari/6 bulan
  • 210 hari/7 bulan
  • 240 hari/8 bulan
  • 270 hari/9 bulan
  • 300 hari/10 bulan
  • 330 hari/11 bulan
  • 365 hari/12 bulan/1 tahun

Pilihlah salah satu opsi di atas secara bijak agar keadaan finansial Anda tetap berjalan lancar. Wajib diingat kalau kreditur (penyedia jasa pinjaman) umumnya menetapkan bunga pinjaman harian untuk nasabahnya (debitur). Jadi, makin banyak hari pelunasan, makin besar bunga yang harus dibayarkan.

Meski ada beberapa aplikasi yang memberikan pinjaman 0% untuk pendanaan 30 hari, Anda sebaiknya tidak tergiur hal tersebut karena itu hanya strategi pemasaran. Poin terpenting adalah mencari pinjaman online bunga rendah.

Sebagai perbandingan, berikut rangkuman suku bunga dari beberapa Fintech P2P Lending populer pilihan masyarakat saat ini.

Finmas

0.23% – 0.39% per hari

AdaKami

0.3% – 0.8% per hari

Kredit Pintar

0.19% – 0.5% per hari

Uang Teman

0.8% per hari

Maucash

0.53% per hari

RupiahCepat

0.54% per hari

Pinjam Yuk

0.8% per hari

Gunakan informasi di atas sebagai pertimbangan Anda ketika akan mengajukan pinjaman tanpa jaminan di Fintech P2P Lending! Sebisa mungkin, pilihlah penyedia jasa dengan penawaran suku bunga harian terendah. Baru kemudian, pertimbangkan lama tenor (singkat atau panjang) dan jenis suku bunga (flat atau efektif). [1] 

Untuk diketahui, bunga flat adalah perhitungan suku bunga yang mengacu pada pokok pinjaman awal. Jenis suku bunga ini disebut juga bunga tetap. Sebab itu, nasabah akan membayar cicilan (pinjaman pokok + bunga) dengan jumlah tetap setiap bulannya.

Sementara itu, bunga efektif dihitung berdasarkan sisa utang nasabah. Dampaknya, jumlah cicilan per bulan akan berbeda karena makin kecil sisa utang maka makin kecil jumlah bunga yang dibayarkan.

 

Tenor Singkat versus Panjang

Pemilihan tenor (singkat atau panjang) sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan sisi untung dan rugi dari keduanya. Sebab itu, Anda mungkin membutuhkan informasi di bawah ini.

Keuntungan Pinjaman Online Tenor Singkat

Utang cepat lunas adalah kelebihan utama dari pengambilan tenor singkat sehingga Anda akan merasa lebih sehat secara mental. Selain itu, pemilihan tenor pinjaman online singkat juga dapat mengurangi beban bunga debitur. Meski kreditur menetapkan bunga lebih tinggi (0.5% hingga 1%) dibandingkan tenor panjang, Anda tetap akan diuntungkan secara akumulasi karena biaya bunga jauh lebih rendah.

Kerugian Pinjaman Online Tenor Singkat

Debitur harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membayar cicilan per bulan. Pasalnya, uang angsuran adalah gabungan dari total pinjaman dibagi tenor, bunga, dan biaya layanan. Sebab itu, bagi Anda yang tidak memiliki kemampuan untuk membayar dengan jumlah tinggi, mengambil pinjaman online tenor singkat akan sangat merepotkan.

Keuntungan Pinjaman Online Tenor Panjang

Tenor panjang memberikan beban cicilan rendah buat nasabah. Dengan demikian, Anda dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kredit macet yang dapat memengaruhi catatan BI Checking Anda atau dikenal juga dengan performa Informasi Debitur Individual (IDI).

Lantas, apa pentingnya IDI? Catatan tersebut akan dijadikan acuan kelayakan calon debitur untuk tiap transaksi finansial oleh semua penyedia jasa keuangan, baik bank maupun fintech penyedia pinjaman online 24 jam.

Kerugian Pinjaman Online Tenor Panjang

Walaupun terkesan kecil saat mengangsur tiap bulannya, debitur sebenarnya membayarkan jumlah uang lebih besar kepada kreditur. Tidak percaya? Kalkulasikan saja semua biaya cicilan di akhir periode! Lalu, bandingkan dengan jumlah angsuran di tenor singkat.

Selain itu, pemilihan tenor panjang juga dapat menciptakan beban mental tersendiri bagi sebagian debitur. Waktu cicilan belasan bulan bisa saja membuat Anda sulit tidur karena memikirkan utang yang harus dibayar.

 

Tips Memilih Tenor Pinjaman Online

Bingung menentukan pinjaman online tenor 12 bulan atau 3 bulan? Beberapa tips berikut bisa jadi panduan.

Pertama: Hitung Kemampuan Finansial Anda

Tips pertama ialah mengalkulasikan secara terperinci kemampuan Anda untuk membayar cicilan tiap bulannya. Cara sederhana yang patut dicoba adalah dengan mencatat semua pengeluaran tetap selama per bulan, mulai dari uang makan, biaya bensin, tagihan listrik/air/internet, dan sebagainya.

Kemudian, kurangi penghasilan per bulan Anda dengan jumlah pengeluaran tersebut. Selisih dari keduanya menjadi tolok ukur Anda menentukan jumlah angsuran sekaligus tenor. Namun ingat, jangan menghabiskan semua dana sisa. Anda harus tetap menyisihkan sebagian (minimal 50%) buat simpanan dana darurat.

Kedua: Pilih Aplikasi Fintech P2P Lending dengan Bunga, Denda Keterlambatan, dan Biaya Layanan Terendah

Ada banyak penawaran pinjaman online tenor panjang, tetapi seorang debitur cerdas wajib mempertimbangkan aspek lain juga, seperti bunga, denda keterlambatan, dan biaya layanan.

Untuk itu, lakukan riset mendalam untuk tiap aplikasi pinjaman online. Lalu, lakukan komparasi secara detail. Ingat! Jangan terburu-buru memutuskan, apalagi termakan promo tidak jelas.

Ketika meminjam di perusahaan Fintech P2P Lending yang benar-benar memberikan bunga paling rendah, biaya layanan paling kecil, dan denda keterlambatan paling ringan, Anda tidak akan mengalami kesulitan dalam menentukan tenor pinjaman.

Ketiga: Pinjam Hanya di Layanan Fintech P2P Lending Terdaftar OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Sekarang ini, tersedia banyak aplikasi yang menawarkan pinjaman online langsung cair tanpa ribet. Namun, apakah mereka terdaftar dan diawasi oleh OJK?

Dalam laporannya, OJK, Kementerian Komunikasi & Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI), dan Satgas Waspada Investasi (SWI) menemukan setidaknya 1350 entitas fintech ilegal sejak awal 2018 hingga September 2019. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah tiap tahun mengingat tingginya antusiasme masyarakat pada pinjaman online.

Melihat banyaknya temuan tersebut, tidak menutup kemungkinan kalau Anda bisa saja terjerat Fintech P2P Lending ilegal. Untuk itu, lakukan empat langkah berikut agar terhindar dari penyedia pinjaman online ilegal.

  1. Cek daftar aplikasi penyedia pinjaman online  di website OJK, yakni www.ojk.go.id.
  2. Cek daftar aplikasi penyedia pinjaman online melalui pesan WhatsApp OJK di nomor 081-157-157-157.
  3. Cek daftar aplikasi penyedia pinjaman online dengan menelepon ke nomor resmi OJK, yaitu 157.
  4. Cek daftar aplikasi penyedia pinjaman online melalui pemberitahuan email ke waspadainvestasi@ojk.go.id.

Waspada, jauhi Fintech P2P Lending ilegal! Pasalnya, berdasarkan laporan konsumen yang sudah terjerat, meminjam dari tempat ilegal telah menimbulkan banyak kerugian, antara lain bunga mencekik, teror penagihan, potongan pinjaman tinggi, dan sebagainya.

Berbeda halnya bila Anda meminjam dari perusahaan Fintech P2P Lending yang terdaftar dan diawasi OJK. Meski tidak tertuang dalam peraturan OJK secara langsung, poin besaran bunga harian fintech ini sebenarnya diatur dalam kode etik Asosiasi Fintech dan Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Dalam aturan tersebut, AFPI menetapkan bunga maksimal pinjaman online adalah 0.8% per hari.

Pada intinya, meminjam melalui aplikasi terdaftar OJK dapat memberikan jaminan transparansi pemberlakuan bunga dan tenor pada debitur. Jadi, tidak mengherankan jika memutuskan durasi tenor jadi lebih mudah.

Keempat: Bandingkan Nilai Angsuran Tenor Singkat dan Panjang

Tips selanjutnya adalah membandingkan nilai angsuran masing-masing penawaran tenor. Jika mengalami kesulitan, Anda bisa menggunakan kalkulator simulasi online dari mesin pencarian internet.

Dengan mengetahui kisaran biaya angsuran, Anda dapat mempertimbangkan pemilihan tenor secara bijak sesuai dengan penghasilan.

Kelima: Diskusi dengan Anggota Keluarga Lain

Memutuskan suatu hal dengan berdiskusi akan terasa lebih mudah dan menenangkan. Untuk itu, Anda sebaiknya meminta pendapat dari anggota keluarga lain mengenai lamanya waktu pinjaman online yang harus dipilih.

Jika belum menikah, tanyakanlah pendapat ayah dan ibu Anda. Namun, buat Anda yang sudah berkeluarga, selalu diskusikan tenor pinjaman online dengan suami atau istri. Orang-orang terdekat umumnya mampu menilai keadaan keuangan Anda lebih baik.

Selain itu, orang-orang terdekat juga jadi mengetahui kalau Anda memiliki kewajiban angsuran yang harus dilunasi sehingga mereka biasanya akan berusaha untuk mengurangi beban keuangan Anda dalam beberapa bulan mendatang.

Pada hakikatnya, pemilihan tenor harus menyesuaikan kemampuan finansial Anda karena tenor merupakan sebuah komitmen yang harus senantiasa dijaga. Tentunya, itu semua untuk kebaikan diri sendiri sekaligus orang-orang terdekat. Anda pasti enggan berurusan dengan debt collector yang cenderung menekan konsumen. Selain itu, Anda juga pasti ingin menjaga catatan BI Checking tetap baik.

PERHATIAN