Macam Macam Biaya di Pinjaman Pribadi Non Bank

Macam Macam Biaya di Pinjaman Pribadi Non Bank

01/04/2021

Pinjaman pribadi non bank sangat populer trendnya lantaran mudah dan cepat. Hal ini pun dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai solusi masalah finansial mereka. Seperti halnya masalah dana pendidikan, pengobatan hingga untuk berbelanja, pinjaman ini bisa mudah diakses.

Apalagi, untuk memperoleh pinjaman hingga jutaan rupiah, Anda tidak perlu lagi untuk pergi ke bank. Cukup manfaatkan smartphone Anda, maka transfer dana akan secepatnya dilakukan sesuai prosedur.

Macam-Macam Biaya Jika Memakai Pinjaman Pribadi Non Bank

Saat memakai pinjaman, maka dan biaya-biaya yang harus dibayarkan. Hal ini telah menjadi resiko yang dimaklumi oleh pemohon. Bagi pemohon pinjaman, berikut ini adalah berbagai macam biaya yang disyaratkan pemberi pinjaman/ pendana. Kenyataannya setiap pemberi pinjaman menerapkan biaya-biaya yang bisa saja berbeda.  

  • Biaya provisi
    Termasuk pada pinjaman tanpa agunan atau KTA, pemohon akan dikenakan jenis biata ini. Provisi sendiri merupakan biaya balas jasa karena disetujuinya pinjaman. Banyak pula yang menyamakan biaya provisi dengan biaya administrasi.
  • Biaya dimuka
    Biaya ini dibayarkan di luar cicilan nasabah yang nominalnya tergantung dari pihak pemberi pinjaman. 
  • Biaya berupa bunga
    Pada setiap kredit baik di bank maupun nonbank, selalu ada bunga yang harus dibayarkan. Besarannya berbeda-beda tergantung kebijakan si pemberi pinjaman.

    Untuk kredit atau pinjaman tanpa agunan, biasanya besaran bunga akan lebih tinggi. Hal ini untuk meminimalisir kerugian pihak bank atau non bank pemberi pinjaman karena tidak adanya aset yang dijaminkan.
  • Biaya pinalti
    Jika pelunasan pinjaman tanpa agunan apapun dipercepat pelunasannya, maka akan ada biaya pinalti. Nominalnya pun berbeda-beda tergantung dari pihak pemberi pinjaman.

Beberapa jenis biaya di atas adalah contoh yang perlu Anda tahu. Setiap pemberi pinjaman selalu memiliki kebijakan berbeda. Maka, pelajari aturan dan term dari pemberi pinjaman sebelum mengajukan permohonan kredit.

Saat ini, pinjaman pribadi non bank terpercaya telah banyak ditemui dan mudah diakses. Salah satunya adalah pinjaman online atau fintech. Inilah instansi pemberi pinjaman legal yang telah diakui. Untuk memperoleh daftar nama aplikasi dan website fintech online terpercaya, maka simak di situs OJK.

 

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.