Kiat-kiat Mengatasi Depresi Karena Hutang | Finmas - Sahabat Finansial Indonesia
Kiat-kiat Mengatasi Depresi Karena Hutang

Kiat-kiat Mengatasi Depresi Karena Hutang

06/08/2019
AUTHOR : RAINER MICHAEL EMANUEL

Tahukah Anda jika memiliki hutang dapat menyebabkan stress? Permasalahan stress yang terjadi akibat hal-hal lain, seperti masalah keluarga, kematian, penyakit dan sejenisnya akan lebih cepat untuk pulih begitu permasalahan itu terselesaikan, namun lain halnya dengan hutang.

Memiliki hutang, terutama hutang dalam jumlah cukup besar yang sangat sulit untuk dilunasi, akan lebih mudah untuk menjadikan stress yang berlarut-larut. Bahkan tidak menutup kemungkinan kondisi ini akan berujung pada depresi yang bisa memberi dampak yang lebih buruk lagi. Petanyaannya, apakah ada cara untuk mengatasi depresi hutang yang cukup manjur?

Berdasarkan penelitian, orang-orang yang saat ini memiliki hutang membutuhkan biaya kesehatan lebih besar dibandingkan orang-orang yang tidak berhutang. Hal ini membuktikan bahwa sesungguhnya hutang tidak hanya memiliki dampak buruk untuk kesehatan, hutang juga memberi rasa tidak berdaya di dalam diri Anda. Oleh karena itu, hal seperti ini berkaitan sangat erat dengan timbulnya depresi pada orang yang berhutang. Namun, sebaiknya Anda jangan terlalu khawatir yang berlebihan lagi. Cobalah kiat-kiat berikut untuk mengatasi depresi Anda karena hutang :

  1. Miliki Pemahaman Tentang Uang Dengan Benar
    Menurut seorang pelatih keuangan dan mantan psikiater di Houston, Texas, David Krueger, kebanyakan orang melihat uang sebagai alat pembuktian diri. Uang lebih digunakan untuk menunjukkan bagaimana diri kita dalam kehidupan dan mencoba untuk ajang pembuktian kesuksesan. Hal seperti inilah yang cenderung mendorong seseorang untuk berperilaku konsumtif dan memperparah kondisi keuangan Anda serta menambah beban pikiran yang membuat depresi.

    Cobalah untuk berpikir ulang mengenai konsep pemakaian uang yang seharusnya. Yakin kan diri Anda apakah benar barang yang akan dibeli dengan uang Anda begitu penting untuk kehidupan Anda? Cobalah untuk memperbaiki pemahaman Anda mengenai uang, bahwa sesungguhnya uang hanya alat untuk jual-beli barang dan jasa, bukan alat untuk pamer dan menunjukkan jati diri dan kesuksesan Anda.
  2. Catat Keuangan Anda Setiap Bulannya
    Mulailah untuk mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran uang Anda. Mencatat keuangan akan memberikan Anda kesadaran untuk apa uang yang Anda miliki dihabiskan, tidak sekedar menghamburkannya untuk hal-hal yang tidak perlu. Selain itu, mencatat keuangan akan membantu Anda melakukan langkah selanjutnya dalam membebaskan diri dari depresi yang berlebihan akibat hutang. 
  3. Kenali Kemampuan Finansial Anda
    Setelah melakukan pencatatan keuangan Anda harus mulai mengenali kemampuan finansial Anda. Anda dapat mengetahui bahwa akan ada saatnya Anda bisa membeli barang-barang yang sesuai kemampuan sementara barang-barang mewah yang harganya di atas kemampuan finansial Anda bisa dihindari untuk dibeli. Hal yang terpenting dari mengenali kemampuan finansial diri sendiri adalah Anda tidak merasa cukup membeli barang-barang mewah sementara pada kenyataannya keuangan Anda tidak memadai untuk mengikuti gaya hidup tersebut.
  4. Buat Rencana Keuangan Dengan Matang
    Buat rencana keuangan berdasarkan kemampuan finansial Anda saat ini. Anda dapat membuat prioritas dari barang-barang yang termasuk dalam kebutuhan hingga barang-barang yang hanya keinginan semata dan tidak harus dimiliki saat ini.

    Rencana keuangan ini juga termasuk menghitung uang yang harus Anda sisakan untuk sedikit demi sedikit melunasi hutang Anda. Dengan merencanakan hal ini Anda dapat memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga Anda terbebas dari hutang. Cara ini mampu memberi Anda rasa tenang dan mengatasi depresi hutang yang Anda alami pada saat ini.
  5. Jangan Melampiaskan Stress Pada Hal Lain Yang Lebih Buruk
    Beberapa orang berbelanja dan menghamburkan uang untuk pelampiasan dari stress akibat pekerjaan dan hal-hal lainnya. Tapi, tahukah Anda jika melampiaskan stress dengan berbelanja juga tidak sehat? Hanya akan timbul rasa menyesal setelah berbelanja jika Anda melampiaskan stress karena lagi-lagi Anda membuat masalah baru dengan keadaan finansial Anda saat ini. Seringkali orang-orang melampiaskan stress dan depresi melalui aktivitas yang tidak baik untuk kesehatannya, misalnya dengan mengkonsumsi alkohol dan merokok. Aktivitas seperti ini sangat buruk untuk kesehatan Anda dan justru bisa memperparah depresi yang Anda rasakan.
  6. Minta Dukungan Dari Profesional
    Jangan ragu untuk meminta bantuan orang-orang yang profesional, misalnya psikolog atau ahli keuangan. Berkonsultasi dengan tenaga profesional akan membantu Anda menata kembali pola pikir dan mental Anda yang saat ini sedang ‘sakit’. Berkosultasi dengan ahli keuangan pun akan sangat membantu Anda membuat rencana keuangan yang jauh lebih realistis.