Keuntungan dan Kerugian Mendapatkan Pinjaman Online Cepat

Keuntungan dan Kerugian Mendapatkan Pinjaman Online Cepat

04/12/2021

Fintech berbasis pinjaman online, baik legal maupun ilegal, semakin bertumbuh pesat di Indonesia. Berbagai keuntungan yang ditawarkan layanan ini membuat masyarakat tergiur untuk menggunakannya. Belum lagi, bagi orang-orang tidak memakai jasa perbankan dan tidak memiliki bisnis, pinjaman online menjadi solusi ketika membutuhkan dana segera.

Namun, selain memanjakan nasabah dengan beragam kemudahan, jasa finansial ini juga menyimpan risiko-risiko yang perlu diwaspadai. Apa saja keuntungan dan kerugian dari pinjaman online cepat? Mari simak poin-poin berikut!

Keuntungan Pinjaman Online Cepat

1. Tidak membutuhkan jaminan

Ingin meminjam dana, tetapi tidak punya aset bernilai untuk dijaminkan? Kalau begitu, jasa pinjaman online cepat bisa menjadi solusi yang tepat. Anda hanya perlu melengkapi dokumen-dokumen yang disyaratkan oleh penyelenggara, misalnya KTP, nomor rekening bank, atau slip gaji. Keuntungan yang satu ini tidak dimiliki oleh lembaga keuangan konvensional yang mewajibkan jaminan, apalagi jika calon nasabah hendak meminjam dana dalam jumlah besar.

2. Proses pengajuan, persetujuan, dan pencairan cepat

Pinjaman online pada dasarnya bersifat digital. Segala jenis transaksi bisa dilaksanakan dalam waktu singkat dan tanpa ribet. Tak jarang, nasabah sudah langsung memperoleh dana pinjaman kurang dari sehari. Hal ini tentu berbeda dengan lembaga keuangan tradisional yang membutuhkan rentang waktu lama untuk menyelesaikan setiap tahap peminjaman.

3. Dapat dilakukan di mana pun

Nasabah yang hendak menggunakan jasa pinjaman online dapat melakukan segala transaksi di mana pun. Mulai dari pengajuan, persetujuan, pencairan, hingga pembayaran, semuanya bisa diselesaikan hanya dengan duduk santai di hunian Anda. Sahabat Finmas yang sedang bekerja atau bepergian juga tetap bisa membayar cicilan tanpa cemas terkena denda. Cukup mengandalkan gadget, seperti ponsel pintar atau tablet, transaksi keuangan dengan penyelenggara pinjaman online dapat dijalankan secara instan!

Kerugian Pinjaman Online Cepat

1. Berlaku bunga harian

Mayoritas perusahaan pinjaman online cepat memberlakukan sistem bunga harian. Bunga per harinya dapat mencapai 0,8 persen—berdasarkan aturan bunga maksimum yang ditetapkan OJK. Sistem bunga harian pada dasarnya tidak membebani nasabah yang memilih tenor singkat. Namun, bagi Anda yang berniat mengambil jangka waktu pelunasan lama, hal ini cenderung memberatkan finansial.

Jadi, sebelum mengajukan pinjaman, perhitungkan plafon, tenor, dan bunganya terlebih dahulu. Jangan sampai salah membuat keputusan yang malah membuat cicilan membengkak dan mengakibatkan denda!

2. Jangka waktu pelunasan singkat

Penyelenggara pinjaman online cepat rata-rata menawarkan jangka waktu pelunasan yang beragam. Sayangnya, tidak seperti lembaga perbankan tradisional yang menyediakan tenor panjang, layanan ini hanya menerapkan tenor maksimum selama 6 bulan. Meskipun demikian, tenor tersebut bisa dibilang sudah sebanding dengan bunga harian yang termasuk dalam cicilan.

3. Plafon pinjaman terbatas

Banyak perusahaan fintech pinjaman online cepat yang hanya menyediakan plafon pinjaman terbatas. Hal ini karena perusahaan-perusahaan tersebut ingin meminimalkan risiko kerugian akibat kelalaian nasabah. Biasanya, plafon yang diberikan hanya mencapai angka belasan juta. Apabila nasabah membutuhkan dana yang melebihi plafon tersebut, tentu pinjaman online cepat tidak  dapat mewujudkannya.

Itulah penjelasan seputar keuntungan dan kerugian pinjaman online cepat cair yang patut Anda cermati. Semua layanan keuangan pastinya plus minus tersendiri. Namun, dengan memahami penjelasan di atas, Sahabat Finmas dapat lebih mudah mempertimbangkan: apakah pinjaman online menjadi solusi pembiayaan yang tepat atau tidak untuk memenuhi kebutuhan.

Sekian artikel kali ini. Apabila punya pendapat tentang poin-poin keuntungan dan kerugian yang telah disebutkan, langsung saja tulis di kolom komentar, ya!

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.