Kenali Metode 50-30-20 dalam Pengelolaan Keuangan

Kenali Metode 50-30-20 dalam Pengelolaan Keuangan

08/10/2019
AUTHOR : RAINER MICHAEL EMANUEL

Saat menerima gaji, banyak orang yang langsung menggunakan uangnya untuk membeli beragam kebutuhan pokok bulanan atau barang lain yang mereka inginkan. Akibatnya, gaji terasa cepat habis meski belum satu bulan berjalan. Inilah pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak agar Anda memiliki anggaran untuk menabung atau berinvestasi demi kesehatan finansial Anda di masa depan.

Elizabeth Warren, pakar yang meneliti masalah kebangkrutan finansial di Universitas Harvard, memperkenalkan metode 50-30-20 untuk mengatur keuangan bulanan Anda. Berikut caranya:

  1. Hitung pendapatan bersih setelah pajak
    Sebagai warga negara yang baik, Anda diwajibkan untuk membayar pajak penghasilan (PPh) sesuai peraturan pemerintah setiap bulan. Sebelum Anda menghabiskan gaji Anda, hitunglah nilai pajak yang harus Anda bayar untuk mengetahui besaran gaji bersih yang dapat Anda gunakan untuk keperluan sehari-hari dan di masa mendatang.
  2. Gunakan 50 persen gaji untuk kebutuhan pokok
    Gunakan 50 persen dari nilai gaji bersih Anda untuk kebutuhan pokok seperti cicilan kendaraan atau rumah, premi asuransi, belanja bulanan, dan sebagainya. Sebaiknya Anda membayar seluruh kebutuhan tersebut di awal bulan agar terhindar dari kemungkinan telat bayar atau telanjur menghabiskan uang untuk hal sekunder atau tersier. Selalu pisahkan dana untuk kebutuhan pokok agar pengelolaan keuangan Anda lebih efektif.
  3. Gunakan 30 persen gaji untuk kegemaran pribadi
    Setelah Anda membayar kebutuhan pokok atau tagihan bulanan, inilah saatnya Anda bernapas lebih lega dan menikmati hidup! Manjakan diri Anda dengan menggunakan 30 persen dari gaji bersih untuk keperluan hobi, berbelanja, atau bersenang-senang bersama keluarga, kekasih, atau teman. Namun, tetaplah berhati-hati agar tidak melebihi anggaran. Untuk menyiasatinya, Anda bisa membuat sebuah daftar keinginan beserta perkiraan biaya yang harus dikeluarkan.
  4. Sisihkan 20 persen untuk pengeluaran tak terduga
    Kebutuhan pokok dan bersenang-senang telah terpenuhi dan Anda masih memiliki sisa 20 persen dari gaji bersih Anda. Manfaatkan sisa uang tersebut untuk menabung atau berinvestasi untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. Anda juga dapat menyisihkan uang tersebut sebagai dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga seperti sakit atau membantu sanak-saudara yang membutuhkan. Jangan lupa sisihkan sebagian penghasilan Anda untuk beramal. Dengan rumus 50-30-20, penghasilan Anda tidak hilang tanpa jejak karena Anda memiliki metode pengaturan keuangan yang lebih bijak dan terencana. 

 

PERHATIAN

 

 

·       Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

 

 

 

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

 

 

 

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) dapat mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Penggunaan Informasi Personal tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

 

 

 

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan Layanan FINMAS ini.

 

 

 

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

 

 

 

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. 

 

 

 

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “Perusahaan”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

 

 

 

·       Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Perusahaan, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui rekening penampungan (escrow account) dan rekening virtual (virtual account) sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 /POJK.05/2022tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Perusahaan sehingga Perusahaan wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

 

 

·       Dengan menggunakan Layanan Finmas, maka Suku Bunga, Tanggal Jatuh Tempo, Denda Keterlambatan, dan Biaya-Biaya Lainnya akan mengacu pada Perjanjian Pendanaan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana yang merupakan perjanjian yang mengikat Para Pihak.