Keamanan Data Yang Harus Kamu Perhatikan Ketika Melakukan Pinjaman Online

Keamanan Data Yang Harus Kamu Perhatikan Ketika Melakukan Pinjaman Online

02/04/2019
AUTHOR : RAINER MICHAEL EMANUEL

Kebocoran data pelanggan Bukalapak dan Tokopedia yang sempat membuat heboh jagat maya memberikan kita satu pelajaran penting. Dimana sebuah perlindungan privasi dan data pribadi menjadi sangat penting di era digital pada saat ini.

Hal ini juga yang terjadi di era digital dalam hal peminjaman uang secara online. Perlindungan akan data pengguna juga menjadi yang utama dan menjadi faktor penentu kepercayaan publik atas layanan sebuah perusahaan peminjaman online.

Dalam peminjaman daring, hal seperti ini menjadi sangat penting untuk kita berhati-hati dalam membagikan info pribadi saat akan mengisi form dan membagikan data diri di internet. FINMAS sebagai #SahabatFinansial akan memberikan beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan sebelum membagikan data-data pribadi ketika akan melakukan pinjaman online :

  1. Latar Belakang Perusahaan
    Bukan hanya dalam hal memilih pasangan hidup yang harus diperhatikan latar belakangnya ketika memutuskan untuk menuju ke jenjang pernikahan Bersama-sama. Perusahaan Fintech yang akan kita pakai jasa layanannya juga harus selalu diperhatikan latar belakangnya. Jangan pernah menggunaan jasa layanan pinjaman digital yang mempunyai latar belakang dan regulasi peminjaman yang tidak jelas. Contohnya seperti e-mail yang dipakai bukan e-mail perusahaan dan belum masuk daftar OJK. Oleh karena itu #PilihPakaiYakin untuk selalu menggunakan Finmas, karena Finmas merupakan salah satu Fintech yang telah terdaftar resmi dan dalam proses pengajuan lisensi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  2. Data Pribadi Bisa Dicuri
    Menggunakan aplikasi P2P dapat membuat seseorang memberikan akses tentang informasi pribadi kita kepada pengguna internet lainnya dengan mudah. Jadilah #KonsumenBijak yang tidak gelap mata saat akan melakukan pinjaman online. OJK sudah merilis beberapa aturan baru terkait persyaratan untuk para konsumen yang ingin melakukan pinjaman online. Seperti saat ini, OJK telah membuat regulasi yang semakin melindungi konsumennya dari pencurian data pribadi dengan cara smartphone peminjam tidak harus terhubungkan dengan phonebook, camera, dan hal-hal privasi lainnya saat akan melakukan pinjaman online. 
  3. Godaan Melakukan Pinjaman Baru
    Ketika data pribadi kita tersebar luas di internet, percayalah bahwa akan banyak sekali godaan dari perusahaan pnjaman untuk mengajak kita melakukan pinjaman baru pada platform pinjaman online lainnya. Jangan pernah tergoda untuk melakukan pinjaman baru di tempat lain sebelum pinjaman kita yang lama selesai. Konsep gali lubang tutup lubang tidak akan menyelesaikan masalah keuangan kita yang justru akan menimbulkan masalah baru pada kesehatan finansial kita. Kuncinya adalah menjadi #KonsumenBijak yang dapat menahan diri untuk menyelesaikan masalah hingga ke akarnya.
  4. Jangan Asal Unduh Aplikasi Pinjaman Online
    Banyak sekali orang-orang yang mampu membuat aplikasi yang menyerupai aplikasi pinjaman yang sudah sangat kita kenali. Hati-hati mengunduh aplikasi, karena bisa saja aplikasi yang Kamu unduh merupakan aplikasi jebakan (phising) yang ujungnya akan menyedot data-data pribadi kamu. Untuk daftar lengkap fintech yang telah terdaftar dan memiliki lisensi dapat kita lihat pada situs resmi www.ojk.go.id.
  5. Update Operating System Smartphone dan Aplikasi Versi Terbaru
    Update selalu aplikasi pinjaman online kalian, karena untuk setiap informasi produk terbaru, kemudahan pembayaran cicilan dan sebagainya akan kita dapatkan dengan mudah dalam setiap update operating system terbaru. Sebagai #SahabatFinansial terbaik, FINMAS baru saja melakukan update terbaru ke versi 1.6. Dimana versi ini  semakin memberikan #KemudahanDalamMeminjam. Selain itu fitur baru seperti Finshop akan memberikan lebih banyak cara untuk #BelanjaNyaman. 
PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.