Ini yang Harus Anda Terapkan Jika Tak  Mau Rugi Ajukan Pinjaman di Fintech bagi UKM

Ini yang Harus Anda Terapkan Jika Tak Mau Rugi Ajukan Pinjaman di Fintech bagi UKM

28/02/2021

Fintech merupakan salah satu tren yang saat ini banyak sekali digunakan masayarakat. Dengan memanfaatkan teknologi, maka informasi masalah finansial sekaligus solusi masalah finansial pun bisa diteratasi. Salah satunya adalah produk pinjaman modal usaha tanpa jaminan melalui P2P Lending.

Yang dimaksud dengan P2P Lending adalah Peer to Peer Lending. Inilah penyelenggara jasa keuangan yang mempertemukan antara pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman. Prosesnya bsia dilakukan melalui sistem elektronik dengan bantuan jaringan internet. Jadi, pengajuan pinjaman bisa Anda lakukan dimana saja bahkan tanpa harus keluar rumah.

P2P Lending bagi UKM Indonesia

Pemanfaatan P2P ini sangatlah luas dan umum. Salah satunya adalah untuk modal usaha. Anda bisa menyebutnya sebagai pinjaman online yang mudah dan praktis digunakan. Kehadirannya bisa dimanfaatkan oleh para UKM atau Usaha Kecil Menengah baik untuk memulai usaha maupun untuk mengembangkan usaha.

Keuntungan bagi UKM dalam pengajuan pinjaman ini adalah :

  • Syarat mudah tanpa survey seperti halnya bank
  • Proses cepat tanpa hitungan hari, tergantung kebijakan jasa pemberi pinjaman yang bersangkutan
  • Aksesnya bisa lewat internet sehingga bisa disebut pinjaman instan
  • Tenornya singkat dengan limit yang terbatas

Pengajuan pinjaman ini bisa untuk modal usaha mikro. Artinya, modal usaha yang diperlukan adalah dalam jumlah yang kecil. Pasalnya, fintech tertentu tidak menawarkan limit yang besar seperti halnya di Finmas.

Pinjaman bagi UKM merupakan hal yang biasa. Bahkan perusahaan besar sekalipun sangat wajar jika memiliki pinjaman karena bisa membuat perusahaan memperoleh keuntungan berkali-kali lipat. Namun agar tidak rugi, terapkan cara cerdasnya terlebih dahulu :

  • Anda harus pintar-pintar belajar bagaimana uang bisa tumbuh
  • Tentukan jenis pinjaman mana yang terbaik
  • Tentukan tenor sesuai dengan  pendapatan dan penghasilan dari usaha yang dijalani
  • Tentukan jumlah pinjaman sesuai dengan skala usaha dan prospek perusahaan ke depan
  • Jangan pernah telat membayar angsuran karena bisa merusak managemenn keuangan usaha Anda di bulan selanjutnya.

Itulah cara-cara yang bisa diterapkan agar pinjaman modal usaha tanpa jaminan di fintech tidak membuat Anda rugi. Pastikan pula hanya di fintech dan pinjaman P2P legal yang jadi pilihan Anda. Salah satunya adalah Finmas fintech legal berizin OJK yang telah menjadi andalan masyarakat di Indonesia.

PERHATIAN

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Dana dengan Penerima Dana, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

·       Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Dana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

·       Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

·       Pemberi Dana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pendanaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan FINMAS ini.

·       Penerima Dana harus mempertimbangkan tingkat bunga Dana dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi Dana.

·       Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

·       Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Dana atau Penerima Dana.

·       Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Dana maupun Penerima Dana (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara (dalam hal ini adalah “FINMAS”) dengan Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana.

·       Setiap transaksi dan kegiatan pendanaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan FINMAS, Pemberi Dana dan/atau Penerima Dana wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh FINMAS sehingga FINMAS wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.